Krisis Lini Depan AC Milan Kian Nyata, Tak Peduli Kombinasi Penyerang
Gia Yuda Pradana | 21 April 2026 19:58
Bola.net - AC Milan menghadapi situasi genting di lini depan memasuki fase akhir musim. Produktivitas gol menurun drastis dan berdampak langsung pada performa tim secara keseluruhan.
Masalah ini tidak hanya soal satu pemain, melainkan menyeluruh di sektor serangan. Berbagai kombinasi penyerang sudah dicoba, tetapi hasilnya tetap nihil.
Christian Pulisic menjadi gambaran paling jelas dari kondisi tersebut. Penyerang asal Amerika Serikat itu tengah mengalami paceklik gol panjang yang belum menemukan titik akhir.
Situasi ini mengingatkan pada masa sulitnya di Chelsea beberapa musim lalu. Kini, krisis serupa kembali terjadi dan memberi efek besar bagi Milan.
Pulisic dan Leao Tak Menyatu

Penurunan performa Christian Pulisic terlihat sejak awal tahun 2026. Ia belum mencetak gol sepanjang tahun ini dan terakhir menjebol gawang Hellas Verona pada 28 Desember.
Total 15 pertandingan tanpa gol menjadi catatan yang mengkhawatirkan. Secara mental, situasi ini juga mulai memengaruhi kepercayaan dirinya di lapangan.
Ketika dipasangkan dengan Rafael Leao, hasilnya juga jauh dari harapan. Keduanya terlihat tidak padu dan sering gagal menciptakan ancaman berarti.
Duet ini sejatinya diharapkan menjadi tulang punggung lini depan Milan. Kenyataannya, kontribusi mereka justru minim ketika bermain bersama sejak menit awal.
Semua Penyerang Mandek

Pelatih Massimiliano Allegri sudah mencoba berbagai variasi, mulai dari duet Christopher Nkunku dan Niclas Fullkrug hingga kembali ke Leao dan Pulisic.
Namun, tidak ada kombinasi yang benar-benar efektif. Masalah utama tetap sama, yakni tidak ada pemain yang mampu mencetak gol secara konsisten.
Santiago Gimenez bahkan belum mencetak gol liga hampir setahun. Cedera sempat menghambatnya, tetapi setelah pulih pun, kontribusinya belum maksimal.
Nkunku juga mengalami penurunan tajam dengan terakhir mencetak gol pada awal Februari, sementara Fullkrug terakhir mencetak gol pada Januari saat menghadapi Lecce.
Dari semua penyerang, Leao menjadi yang paling “baru” mencetak gol, yakni pada awal Maret. Meski begitu, ia tetap sudah lebih dari 50 hari tanpa gol.
Kondisi ini membuat Milan bergantung pada lini tengah dan belakang untuk mencetak gol. Gambaran tersebut menunjukkan betapa seriusnya krisis yang sedang dihadapi tim.
Sumber: Sempre Milan
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Catatan Menarik Korea Selatan vs Ceko: Son Heung-min Samai Rekor Legenda
Piala Dunia 12 Juni 2026, 14:14
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Qatar vs Swiss 14 Juni 2026
Piala Dunia 12 Juni 2026, 14:07
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Amerika Serikat vs Paraguay 13 Juni 2026
Piala Dunia 12 Juni 2026, 13:43
-
4 Catatan Utama dari Kemenangan Meksiko di Laga Pembuka Piala Dunia 2026
Piala Dunia 12 Juni 2026, 12:32
LATEST UPDATE
-
Tempat Menonton Amerika Serikat vs Paraguay: Kick Off Jam Berapa?
Piala Dunia 13 Juni 2026, 00:01
-
Bukan Cuma Soal Taktik, Ancelotti Ubah Total Suasana Timnas Brasil
Piala Dunia 12 Juni 2026, 23:32
-
Nonton Live Streaming Piala Dunia 2026: Kanada vs Bosnia dan Herzegovina
Piala Dunia 12 Juni 2026, 23:25
-
Jadwal Piala Dunia 2026 Hari Ini Waktu Indonesia
Piala Dunia 12 Juni 2026, 23:06
-
Link Live Streaming Kanada vs Bosnia dan Herzegovina di Piala Dunia 2026
Piala Dunia 12 Juni 2026, 22:29
-
Hasil, Jadwal, Klasemen, dan Top Skor Piala Dunia 2026
Piala Dunia 12 Juni 2026, 22:29
-
Ada Iklan di Tengah Laga, Tayangan Piala Dunia 2026 Langsung Tuai Kritik
Piala Dunia 12 Juni 2026, 19:31
LATEST EDITORIAL
-
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di Piala Dunia 2026
Editorial 12 Juni 2026, 14:41
-
10 Negara dengan Koleksi Trofi Mayor Terbanyak, Argentina Ungguli Brasil
Editorial 11 Juni 2026, 14:28











