Krisis Moneter di Serie A: Juventus dan Inter Buntung, AC Milan Merugi Hingga Rp1,5 Triliun
Yaumil Azis | 10 Oktober 2020 22:41
Bola.net - Hasil laporan terbaru mengatakan bahwa hanya ada empat klub Serie A yang mampu mencatatkan keuntungan dalam kurun waktu satu dekade terakhir. Dan AC Milan menjadi klub yang menorehkan kerugian paling besar.
Di antara segelintir klub raksasa di Italia, hanya Napoli yang mendapatkan keuntungan besar dalam 10 tahun terakhir. Tercatat mereka mendapatkan pemasukan sebesar 132,2 juta euro dan hanya merugi di tahun 2015, 2016, dan 2018.
Namun perlu dicatat bahwa perhitungan ini disebabkan oleh kebangkrutan yang dialami pada tahun 2004 lalu. Di mana Il Partenopei harus memulai kembali di bawah kepemimpinan Aurelio de Laurentiis.
Pada tahun itu juga, Napoli harus turun ke Serie C. Mereka baru bisa kembali menginjakkan kaki di pentas tertinggi sepak bola Italia tiga tahun setelahnya.
Scroll ke bawah untuk membaca informasi selengkapnya.
Tim-tim yang Mencatatkan Keuntungan
Klub berikutnya yang dicap mendulang keuntungan dalam 10 tahun terakhir ialah Atalanta. Tim asuhan Gian Piero Gasperini tersebut mencatatkan keuntungan sebesar 58,1 juta euro.
Progres Atalanta dari segi keuntungan cukup mencolok dalam empat tahun terakhir. Di dua tahun pertama, keuntungannya melonjak dari 0,2 juta euro menjadi 26,7 juta euro, kemudian bertambah 24,4 juta euro dalam dua tahun berikutnya.
Berikutnya ada Crotone. Klub yang baru dipromosikan dari Serie B tersebut menorehkan keuntungan sebesar 3,5 juta euro. Namun perlu dicatat juga kalau mereka lebih sering bermain di kasta bawah dalam kurun waktu tersebut.
Sassuolo adalah klub terakhir yang mendapatkan keuntungan dalam 10 tahun terakhri dengan nilai 1,6 juta euro. Setelah mencatatkan untung dalam lima tahun secara berturut-turut, mereka mulai menorehkan kerugian di dua musim terakhir.
Mereka yang Merugi
Lantas, bagaimana dengan klub-klub besar Serie A seperti AC Milan, Juventus , Inter Milan dan AS Roma? Milan yang paling miris, terutama setelah terjadinya pergantian kepemilikan dari Silvio Berlusconi ke Yonghong Li lalu Elliott Management.
Dalam 10 tahun terakhir, klub berjuluk Rossoneri tersebut mencatatkan kerugian sebesar 914 juta euro (setara dengan Rp1,5 triliun). Nyaris dua kali lipat dari klub-klub raksasa lainnya.
AS Roma menjadi tim kedua dengan jumlah kerugian terbesar senilai 527 juta euro. Diikuti oleh Inter Milan (470,3 juta euro) kemudian Juventus (281,5 juta euro).
(Football Italia)
Baca Juga:
- Akhirnya, Zlatan Ibrahimovic Sukses Kalahkan Virus Corona
- Murah Banget, Raiola Minta Milan Beri Klausul Rilis 30 Juta Euro Pada Donnarumma
- Bukan Juventus, Capello Jagokan Inter Milan Raih Scudetto Musim 2020-21, Kenapa?
- AC Milan Mulai Nego Kontrak Baru Gianluigi Donnarumma
- Brahim Diaz Tentang Zlatan Ibrahimovic: Orang Pertama yang Saya Lihat di AC Milan
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Man of the Match Juventus vs Bologna: Jonathan David
Liga Italia 20 April 2026, 04:08
-
Man of the Match Verona vs Milan: Adrien Rabiot
Liga Italia 20 April 2026, 02:31
LATEST UPDATE
-
Unai Emery Diidamkan Manchester United dan Real Madrid
Liga Inggris 21 April 2026, 05:45
-
Respon Berkelas Alvaro Arbeloa Soal Isu Jose Mourinho Balik ke Real Madrid
Liga Spanyol 21 April 2026, 05:09
-
Bila Tottenham Degradasi, Arsenal Bidik Lucas Bergvall?
Liga Inggris 21 April 2026, 04:59
-
Teka-Teki 'Last Dance' Lionel Messi di Piala Dunia 2026
Piala Dunia 21 April 2026, 01:28
-
Mungkinkah Real Madrid Reuni dengan Jose Mourinho?
Liga Spanyol 21 April 2026, 00:30
-
Real Madrid dan Mimpi Buruk Dua Musim Tanpa Trofi
Liga Spanyol 20 April 2026, 23:30
-
Profil Timnas Iran di Piala Dunia 2026: Kuda Hitam Asia Penuh Perhitungan
Piala Dunia 20 April 2026, 23:15
LATEST EDITORIAL
-
9 Kandidat Pengganti Alvaro Arbeloa di Real Madrid
Editorial 16 April 2026, 23:37
-
6 Top Skor Sepanjang Masa Liga Champions
Editorial 15 April 2026, 20:59
-
10 Kegagalan Juara Paling Tragis di Premier League, Arsenal 2025/2026 Menyusul?
Editorial 14 April 2026, 18:00










