Legenda Inter Milan Sebut Juventus Takkan Pernah Bisa Meraih Treble
Yaumil Azis | 6 April 2020 04:48
Bola.net - Meraih treble selayaknya yang pernah dilakukan Inter Milan jelas merupakan impian semua klub Italia, salah satunya Juventus. Namun Dejan Stankovic selaku legenda Nerazzurri meyakini bahwa Bianconeri tak bisa mencapai impian tersebut.
Inter berhasil meraih treble pada tahun 2010, tepatnya saat Jose Mourinho duduk di kursi kepelatihan. Mereka sukses menjuarai Liga Champions, Serie A, sekaligus juga Coppa Italia.
Di saat yang sama, Juventus masih belum bisa bangkit pasca dipaksa turun ke Serie B tahun 2006. Bianconeri belum berjodoh dengan Antonio Conte dan masih melakukan pembelian pemain yang gagal.
Namun situasinya sekarang berubah. Sejak tahun 2012, Juventus menjadi penguasa Italia. Mereka bahkan sudah pernah mencapai final Liga Champions sebanyak dua kali dan bukan tidak mungkin treble bakalan diraih dalam waktu dekat.
Scroll ke bawah untuk membaca informasi selengkapnya.
Juventus Takkan Raih Treble
Hampir setiap tahunnya Juventus menjadi kandidat peraih treble. Pasalnya mereka hanya belum mendapatkan trofi Liga Champions saja. Sementara dua kompetisi domestik diyakini bisa diraih tanpa adanya masalah.
Ambisi Juventus sangat besar, bahkan sampai belanja pemain gila-gilaan untuk mewujudkan impiannya itu. Mereka bahkan sampai memecahkan rekor pembeliannya hanya untuk mendatangkan Cristiano Ronaldo.
Tetapi Stankovic yakin bahwa Juventus takkan sanggup menyamai prestasi mantan klubnya. "Kami menulis sejarah dengan tim Inter itu. Setelah waktu berlalu baru kami sadar dengan apa yang kami capai," ujarnya ke Sky Sport Italia.
"Rasanya luar biasa. Sebagai contoh, Juventus masih belum bisa melakukannya, meski telah menginvestasikan uang dalam jumlah yang besar," lanjutnya.
Berkat Jose Mourinho
Sebenarnya, situasi Inter menjelang laga final cukup genting. Satu-satunya harapan yang ingin mereka jadikan kenyataan hanyalah mencapai babak final, hanya untuk menuliskan nama di buku sejarah.
Di situlah peran Mourinho terlihat. Ia tidak sekadar menjadi pelatih yang bertugas mengatur strategi, tapi juga membangkitkan semangat para pemain agar tidak patah sebelum peluit panjang dibunyikan.
"Kami mengalahkan Chelsea, lalu pada dua bulan terakhir kami hanya punya 13-14 pemain yang tersedia. Satu hal yang terpikirkan saat itu adalah kami mencapai tanggal 22 Mei dan membuat sejarah," tambahnya.
"Kami runtuh sedikit demi sedikit menjelang 45 hari terakhir, tetapi Mourinho mengeluarkan sesuatu yang lebih dari dalam diri kami," pungkasnya.
(Football Italia)
Baca juga:
- Bukan Kylian Mbappe, Mauro Icardi Jadi Buruan Utama Juventus
- Saat Alexis Sanchez Pulang, MU Sudah Siapkan 'Sambutan' Spesial
- Tinggalkan MU, Keputusan Tepat yang Buat Romelu Lukaku Jadi Lebih Dewasa
- Lautaro Martinez Pernah Tolak Real Madrid Saat Muda
- Untuk Saingi Juventus, Inter Butuh Empat Pemain Penting Lagi
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Bekuk Como, Inter Milan Ingin Kawinkan Gelar Coppa Italia dan Serie A
Liga Italia 22 April 2026, 13:46
-
Inter Milan Comeback Lawan Como, Marcus Thuram: Mantap Betul Cuy!
Liga Italia 22 April 2026, 13:31
LATEST UPDATE
-
Timnas Argentina: Siapa Saja yang Hampir Pasti Masuk Skuad Piala Dunia 2026?
Piala Dunia 23 April 2026, 01:00
-
106 Hari yang Berujung Pemecatan: Kisah Singkat Liam Rosenior di Chelsea
Liga Inggris 23 April 2026, 00:24
-
Calum McFarlane Kembali Jadi Pelatih Sementara Chelsea
Liga Inggris 23 April 2026, 00:17
-
Juventus Cari Alternatif: Alisson Sulit, De Gea Jadi Opsi
Liga Italia 22 April 2026, 23:23
LATEST EDITORIAL
-
7 Kandidat Pengganti Casemiro di Manchester United, Siapa Paling Ideal?
Editorial 22 April 2026, 15:08
-
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hugo Ekitike Usai Cedera Parah
Editorial 21 April 2026, 11:46
-
9 Kandidat Pengganti Alvaro Arbeloa di Real Madrid
Editorial 16 April 2026, 23:37














