Lima Pelajaran Inter Milan vs Lazio: Gusur Milan, Inter Kembali ke Puncak
Dimas Ardi Prasetya | 15 Februari 2021 10:59
Bola.net - Inter Milan berhasil menjinakkan Lazio di giornata 22 Serie A 2020-21 di Giuseppe Meazza, Senin (15/02/2021) malam WIB.
Laga ini sebenarnya tak mudah bagi Inter. Sebab Lazio mampu tampil apik. Organisasi permainan mereka lebih solid.
Namun Inter mampu bermain dengan lebih efektif. Inter bisa mencetak gol lebih dahulu pada menit ke-22. Gol itu dicetak oleh Romelu Lukaku dari titik penalti.
Lukaku kemudian mencetak gol lagi pada menit ke-45. Lazio sempat membalas melalui Sergej Milinkovic Savic pada menit ke-61.
Namun harapan Lazio meraih hasil seri atau bahkan berbalik menang pupus pada menit ke 64. Sebab Inter berhasil mencetak gol melalui Lautaro Martinez.
Inter Milan memang kalah telak dalam penguasaan bola. Namun mereka akhirnya bisa menang dengan skor 3-1 atas Lazio.
Dari duel Inter Milan vs Lazio ini, pelajaran apa saja yang bisa dipetik?
Simak ulasannya berikut ini Bolaneters.
Keputusan Penalti yang Kontroversial
Inter Milan mendapatkan penalti pada menit ke-19. Itu tak lepas dari tekel yang dilancarkan oleh Wesley Hoedt pada Lautaro Martinez.
Keputusan itu diprotes para pemain Lazio. Sebab mereka merasa Hoedt memang berhasil melakukan tekel pada bola.
Dari tayangan ulang, terlihat Hoedt memang berhasil mendapatkan bola. Namun wasit tampaknya tak merasa insiden itu layak ditinjau ulang via VAR dan tetap memberikan penalti pada Inter.
Romelu Lukaku mendapatkan tugas untuk melakukan eksekusi seperti biasanya. Ia melakukannya dengan sempurna.
Gol ke 300 Lukaku

Romelu Lukaku memang sempat diragukan kapasitasnya. Terutama saat membela Manchester United.
Namun demikian, ia tetap seorang penyerang yang subur. Ia sudah menunjukkannya di Everton dan kini berlanjut bersama Inter Milan.
Lukaku langsung mencetak banyak gol sejak gabung Inter. Pemain Belgia itu sendiri mencetak dua gol saat melumat Lazio, plus satu assist. Ia pun jadi bintang lapangan hari ini.
Tambahan dua gol itu membuat koleksi gol Lukaku di sepanjang karir sepak bola profesionalnya berada genap di angka 300. Ia pertama kali mencetak gol di level senior bersama Anderlecht pada bulan Agustus 2009 silam. Jadi butuh lebih dari satu dekade baginya untuk mencapai angka tersebut.
Namun bisa dipastikan koleksi itu akan terus bertambah. Sebab usianya masih 27 tahun dan ia berada di bawah asuhan pelatih yang tepat dan rekan-rekan setim yang berkualitas.
Sementara itu dua gol itu membuat Lukaku kini telah mengemas 56 gol bagi Inter di semua ajang kompetisi. Hebatnya, ia baru mencatatkan 80 penampilan bagi Nerrazurri.
Performa Lazio
Lazio tampil solid di laga ini. Tim asuhan Simone Inzaghi itu mendominasi penguasaan bola dengan telak. 65 persen berbanding 35 persen.
Lazio nyaris memaksa Inter bermain di area pertahanannya sendiri di sepanjang laga. Jumlah umpannya juga jomplang.
Lazio mencatatkan 692 operan di sepanjang laga sementara Inter hanya 382 saja. Akurasi umpan juga jauh lebih baik.
Mereka juga agresif mengancam gawang Inter. Tercatat 14 tendangan dilepas Ciro Immobile dkk di sepanjang laga.
Sayangnya mereka tak cukup efektif saat menyerang. Tercatat cuma enam tendangan saja yang tepat sasaran.
Lazio perlu membenahi lini serangnya, terutama saat menghadapi tim-tim yang menumpuk pemainnya di belakang. Jika itu diatasi, mereka punya kans nyata untuk bersaing merebut Scudetto.
Duet Lukaku x Lautaro
Laga ini menjadi panggung bagi Romelu Lukaku dan Lautaro Martinez untuk unjuk gigi. Kerjasama keduanya menjadi makin padu.
Tengok saja terciptanya gol pertama Inter. Lukaku memberikan umpan satu sentuhan yang membuat Martinez bisa leluasa masuk ke kotak penalti meski akhirnya dilanggar Wesley Hoedt.
Wasit pun memberikan penalti. Lukaku kemudian mengeksekusinya dengan sempurna.
Lalu tengok juga gol ketiga Inter. Mereka menjebol gawang Pepe Reina melalui counter attack mematikan.
Itu bermula dari akselerasi Lukaku dari area kanan ke dalam kotak penalti. Ia tak berusaha menendang bola langsung namun memberikan umpan matang ke tiang jauh. Di sana sudah ada Martinez yang tinggal melesakkan bola ke gawang yang kosong.
Musim ini keduanya sudah melesakkan 27 gol bagi Inter di Serie A. Itu separuh dari total jumlah gol yang dihasilkan Nerrazzuri di liga.
Duet Lukaku dan Martinez ini kian membaik dari waktu ke waktu. Inter tak boleh sampai menceraikan keduanya jika ingin meraih banyak gelar juara ke depannya.
Inter Gusur Milan dari Pucuk
Peburuan gelar Scudetto musim ini menjadi sangat seru. AC Milan disebut sebagai kandidat kuat juara musim ini.
Belakangan setelah performanya membaik, Inter Milan makin diperhitungkan sebagai penantang gelar. Mereka terus menguntit Milan di posisi runner up.
Inter sebelumnya sempat menggusur Milan dari pucuk klasemen. Namun itu hanya berhasil dalam waktu singkat saja.
Namun Milan terpeleset di pekan ke-22 ini saat jumpa Spezia. Inter Milan bisa memanfaatkan tersebut dengan maksimal.
Kini usai menjinakkan Lazio, Inter Milan mengoleksi 50 poin dan naik ke pucuk klasemen sementara Serie A. Mereka unggul satu angka dari AC Milan, yang terpaksa turun ke posisi kedua.
Namun Inter Milan tak boleh semringah dahulu. Sebab di pekan ke-23 nanti, mereka akan berhadapan langsung dengan AC Milan.
Jangan Lewatkan:
Hasil Pertandingan Inter Milan vs Lazio: Skor 3-1
Man of the Match Inter Milan vs Lazio: Romelu Lukaku
Suara Fans Usai Inter Milan Jinakkan Lazio: Semoga Awet di Pucuk Sampai Akhir Musim!
Hasil, Klasemen, dan Top Skor Serie A: Inter Milan di Puncak, Lukaku Kejar Ronaldo
Haus Gol! Lukaku Sudah Cetak Gol Ke-300
Inter Rebut Puncak Klasemen, Conte: Ini Baru Permulaan
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Rapor Pemain AC Milan Saat Ditahan Imbang Juventus: Cisse Brillian, De Winter Solid!
Liga Italia 7 September 2026, 08:30
-
Comeback di Menit Akhir, Luciano Spalletti Acungi Jempol Perjuangan Juventus
Liga Italia 7 September 2026, 08:00
-
Rapor Pemain Chelsea Usai Kalah dari Arsenal: Rogers Menjanjikan, Palmer Tenggelam!
Liga Inggris 7 September 2026, 07:45
-
Pengakuan Jujur Ruben Amorim: AC Milan Tidak Layak Menang Lawan Juventus!
Liga Italia 7 September 2026, 07:30
-
Rapor Pemain Arsenal usai Comeback Lawan Chelsea: Saka Mematikan, Odegaard Pembeda!
Liga Inggris 7 September 2026, 07:15
LATEST UPDATE
-
Arti Penting Kemenangan Lawan Chelsea untuk Arsenal
Liga Spanyol 7 September 2026, 14:30
-
Rodri yang Kian Menyatu dengan Denyut Nadi Barcelona
Liga Spanyol 7 September 2026, 14:00
-
Habis Futsal atau Gym? Lakukan 3 Langkah Ini Biar Tetap Bersih dan Wangi
Lain Lain 7 September 2026, 13:23
-
Barcelona Kian Kokoh di Puncak Klasemen, Hansi Flick: Bodo Amat!
Liga Spanyol 7 September 2026, 11:03
-
Kalah dari Arsenal, Xabi Alonso Soroti Rapuhnya Pertahanan Chelsea
Liga Inggris 7 September 2026, 10:37
-
Bukan Main Jelek, MU Gak Hoki Aja Gagal Menang Lawan Everton!
Liga Inggris 7 September 2026, 09:47
-
Wow! Baru Tiga Laga, Fiorentina Pecat Pelatih Kepala Mereka
Liga Italia 7 September 2026, 09:08
-
Rapor Pemain AC Milan Saat Ditahan Imbang Juventus: Cisse Brillian, De Winter Solid!
Liga Italia 7 September 2026, 08:30
-
Comeback di Menit Akhir, Luciano Spalletti Acungi Jempol Perjuangan Juventus
Liga Italia 7 September 2026, 08:00
-
Rapor Pemain Chelsea Usai Kalah dari Arsenal: Rogers Menjanjikan, Palmer Tenggelam!
Liga Inggris 7 September 2026, 07:45
-
Pengakuan Jujur Ruben Amorim: AC Milan Tidak Layak Menang Lawan Juventus!
Liga Italia 7 September 2026, 07:30
-
Rapor Pemain Arsenal usai Comeback Lawan Chelsea: Saka Mematikan, Odegaard Pembeda!
Liga Inggris 7 September 2026, 07:15
-
Cetak Gol Tapi MU Gagal Menang, Perasaan Benjamin Sesko Campur Aduk
Liga Inggris 7 September 2026, 07:00
-
Barcelona Hancurkan Valencia, Hansi Flick Full Senyum!
Liga Spanyol 7 September 2026, 06:30
LATEST EDITORIAL
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51

