Lunturnya Nilai-nilai Dasar Juventus yang Selama Ini Dikenal
Gia Yuda Pradana | 27 April 2025 02:52
Bola.net - Juventus biasanya identik dengan benteng pertahanan yang kokoh. Namun, bagi Claudio Gentile, legenda hidup Bianconeri, momen kekalahan dari Parma baru-baru ini adalah puncak dari rasa frustrasinya. Saking marahnya, dia bahkan memutuskan untuk mematikan televisi sebelum laga berakhir.
Kemarahan Gentile meledak saat melihat cara Lloyd Kelly menjaga Mateo Pellegrino, yang berbuah gol tunggal kemenangan untuk Parma. Bagi Gentile, adegan itu menjadi simbol dari lunturnya nilai-nilai dasar Juventus yang selama ini dia kenal. “Saya menonton setiap pertandingan Juventus, tapi sering kali saya tidak sanggup menyelesaikannya sampai menit ke-90. Saya jadi begitu marah sampai harus mematikan televisi,” ungkapnya kepada La Gazzetta dello Sport.
Kekecewaan itu berpuncak di laga melawan Parma. “Terakhir kali itu terjadi adalah hari Rabu, saat melawan Parma. Ketika saya melihat bagaimana Kelly menjaga Pellegrino saat gol itu tercipta, saya tidak tahan lagi,” tambah Gentile.
Kekalahan yang Menyakitkan

Kekalahan dari Parma membuat Juventus terlempar ke posisi kelima klasemen Serie A. Lebih buruk lagi, mereka kini disalip Bologna dan disamai oleh Lazio, hingga bahkan tiket Liga Europa mulai terancam.
Bagi Gentile, yang mengangkat trofi Piala Dunia 1982 bersama Italia dan meraih enam gelar Serie A bersama Juventus, situasi ini sungguh memilukan. “Saya melihat sangat sedikit dari Juventus yang saya kenal. Mungkin hanya Kenan Yildiz, seorang talenta sejati yang saya rasa akan disukai oleh l'Avvocato (Gianni Agnelli), tapi dia saja tidak cukup,” tuturnya.
Sisanya, lanjut Gentile, hanya menyisakan kepahitan. “Sisanya hanya membuat pahit, seperti hasil-hasil yang didapatkan. Di zaman saya, ada figur-figur yang sejak awal mengingatkan para pemain muda: ini Juventus, ada hal-hal tertentu yang tidak boleh dilakukan. Sekarang, ini klub yang berbeda,” tegasnya.
Mentalitas Juara yang Luntur

Gentile menyoroti bagaimana mentalitas Juventus saat ini jauh dari standar kejayaan masa lalu. “Juventus adalah tim yang unik karena mentalitas kemenangannya. Ketika saya di sana, finis di posisi kedua saja sudah dianggap tragedi. Sekarang, mereka berusaha bertahan di posisi keempat,” katanya getir.
Menurutnya, Juventus seharusnya menjadi penantang Scudetto, bukan justru tertinggal jauh dari puncak klasemen. Kondisi ini memperlihatkan bagaimana ambisi klub seolah mengendur dalam beberapa tahun terakhir.
Tak heran, kekecewaan ini tak hanya dirasakan oleh Gentile. Dia menuturkan, “Ada ekspektasi besar musim panas lalu, tapi itu perlahan menghilang. Saya bukan satu-satunya yang berpikir begitu. Banyak fans yang saya temui sehari-hari merasakan hal yang sama.”
Salah Langkah di Bursa Transfer

Kedatangan Igor Tudor menggantikan Thiago Motta sejauh ini belum membuahkan perubahan besar. Gentile menilai, masalah Juventus bukan hanya soal pelatih, melainkan juga soal pilihan pemain di bursa transfer.
“Pelatih memang selalu jadi pihak pertama yang kena imbas, jadi wajar saja Thiago Motta dipecat. Dia mampu memadukan sepak bola yang bagus dengan hasil di Bologna, tapi Juventus adalah klub yang berbeda. Di sini, Anda harus menang,” tegas Gentile.
Dia juga menyoroti kesalahan dalam rekrutmen pemain. “Ada banyak kesalahan di pasar transfer. Saya tidak suka menyebut nama, tapi beberapa jelas terlihat oleh semua orang,” imbuhnya.
Harapan Baru: Conte dan Chiellini

Di tengah kekacauan ini, Gentile percaya bahwa kunci untuk mengembalikan identitas Juventus adalah menghadirkan orang-orang yang memahami jiwa klub. “Antonio (Conte) adalah seorang pemenang dan dia mengenal Juventus seperti sedikit orang lain, jadi kembalinya dia akan sangat positif. Selalu berguna memiliki orang yang tahu cara menjelaskan kepada para pemain di mana mereka berada dan jersey apa yang mereka kenakan,” ujarnya.
Bukan hanya Conte, Gentile juga menyebut nama lain yang layak kembali ke Juventus. “Giorgio Chiellini juga memiliki DNA Juventus dan pantas menjadi bagian dari klub ini sekarang. Dia adalah salah satu bek hebat terakhir. Sekarang, Anda tidak lagi melihat orang menjaga lawan dengan benar. Semua hanya ingin bek tengah yang memulai serangan,” pungkas Gentile.
Sumber: Football Italia
Klasemen Serie A/Liga Italia
Baca Artikel-artikel Menarik Lainnya:
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Jadwal Lengkap Serie A 2026/2027
Liga Italia 5 September 2026, 08:09
-
Dusan Vlahovic Akhirnya Ungkap Alasan di Balik Kepergiannya dari Juventus
Liga Italia 4 September 2026, 13:20
-
Ruben Amorim Berpeluang Cetak Sejarah di Laga Juventus vs Milan
Liga Italia 4 September 2026, 13:12
LATEST UPDATE
-
Man of the Match Inter vs Napoli: Lautaro Martinez
Liga Italia 6 September 2026, 01:27
-
5 Pelajaran Manchester City vs Coventry City: Debut Enzo Fernandez Jadi Sorotan
Liga Inggris 6 September 2026, 00:05
-
Erling Haaland Pecahkan Rekor Sergio Aguero di Manchester City
Liga Inggris 5 September 2026, 23:36
-
Rapor Pemain Manchester City vs Coventry City: Cherki Bersinar, Haaland Tetap Berbahaya
Liga Inggris 5 September 2026, 23:25
-
Man of the Match Man City vs Coventry City: Erling Haaland
Liga Inggris 5 September 2026, 23:16
-
Hasil Man City vs Coventry City: Haaland Jadi Penentu, The Citizens Sapu Bersih 3 Laga
Liga Inggris 5 September 2026, 22:54
-
Dikabarkan Cedera, Hansi Flick Ungkap Kondisi Terbaru Lamine Yamal
Liga Spanyol 5 September 2026, 20:30
-
Link Live Streaming Inter vs Napoli di Serie A 2026/2027
Liga Italia 5 September 2026, 20:00
-
Luka Modric Lanjut Bela Kroasia di Usia 41 Tahun
Piala Dunia 5 September 2026, 19:30
-
Link Live Streaming Man City vs Coventry City di Premier League 2026/2027
Liga Inggris 5 September 2026, 19:00
-
Tinggalkan Al Hilal, Karim Benzema Tak Akan Gabung Barcelona
Liga Spanyol 5 September 2026, 18:10
LATEST EDITORIAL
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51






