Mario Gila Langsung Tak Tergantikan di AC Milan, tapi Ketergantungan Bisa Jadi Masalah

Gia Yuda Pradana | 26 Agustus 2026 11:50
Mario Gila Langsung Tak Tergantikan di AC Milan, tapi Ketergantungan Bisa Jadi Masalah
Pemain AC Milan, Mario Gila (c) Instagram/acmilan

Bola.net - Mario Gila langsung menunjukkan alasan AC Milan merekrutnya setelah tampil impresif dalam kemenangan 2-1 atas Torino pada pekan pertama Serie A 2026-27. Bek asal Spanyol itu tampil agresif, cepat, dan berani membantu Milan mempertahankan garis pertahanan tinggi.

Penampilan tersebut menjadi debut yang sangat menjanjikan dalam skema tiga bek Ruben Amorim. Gila mampu menjalankan tuntutan permainan yang mengutamakan intensitas, perebutan bola, serta keberanian menguasai area pertahanan lebih jauh dari kotak penalti.

Advertisement

Namun, ada satu persoalan yang muncul dari laga tersebut. Ketika Gila harus meninggalkan lapangan karena kram pada menit ke-75, Milan terlihat kesulitan menjaga kestabilan di sisi kanan pertahanan.

1 dari 3 halaman

Gila Langsung Jadi Pilar Penting

Gila sebenarnya bukan pemain yang minim pengalaman. Selama dua musim bersama Lazio, ia telah menunjukkan kemampuan bertahan agresif dan keberanian bermain dalam garis tinggi, tetapi perannya bersama Milan memberikan gambaran baru mengenai potensinya.

Dalam sistem tiga bek Amorim, Gila terlihat mampu menjadi pemain yang mengatur tempo pertahanan. Kecepatan dan agresivitasnya memungkinkan Milan menekan lawan lebih tinggi sekaligus berusaha merebut kembali bola dengan cepat.

Kehadirannya bahkan terasa semakin penting ketika Torino mulai meningkatkan tekanan pada fase akhir pertandingan. Alieu Njie yang masuk sebagai pemain pengganti membuat sektor kanan Milan lebih sibuk, sementara Gila mengalami kram dan Samuel Chukwueze mulai kehilangan tenaga.

2 dari 3 halaman

Ketergantungan Berlebih Bisa Jadi Masalah

Setelah Gila keluar, Milan kesulitan mengatasi tekanan dari sisi kanan. Alexis Saelemaekers akhirnya digeser menjadi wing-back kanan untuk memberikan perlindungan tambahan kepada Koni De Winter, sedangkan Matteo Gabbia masuk untuk memperkuat area tengah.

Situasi tersebut memperlihatkan betapa cepat Gila bisa menjadi pemain penting dalam sistem baru Milan. Meski demikian, menjadikan satu bek sebagai sosok yang sulit digantikan setelah baru menjalani satu pertandingan Serie A tentu membawa risiko tersendiri.

Milan membutuhkan kedalaman pertahanan yang lebih baik agar kualitas permainan tidak turun drastis ketika Gila absen. Amorim memang telah menemukan profil bek yang sangat cocok dengan idenya, tetapi ketergantungan berlebihan kepada satu pemain dapat menjadi masalah ketika jadwal pertandingan semakin padat.

Kemenangan atas Torino tetap menjadi awal positif bagi proyek baru Milan. Namun, performa pada akhir laga memberikan pesan bahwa Gila mungkin sudah menjadi bagian penting dari fondasi tim, sementara Milan masih perlu memastikan ada pemain lain yang mampu menjaga level tersebut ketika sang bek tidak tersedia.

Sumber: Sempre Milan

3 dari 3 halaman

Klasemen

LATEST UPDATE