Maurizio Sarri Bertekad Putus Kutukan Juventus di Liga Champions
Yaumil Azis | 20 Juni 2019 23:00
Bola.net - Seperti sebuah kutukan, Juventus kerap kali mengalami kegagalan dalam meraih gelar Liga Champions hampir di setiap musimnya. Maurizio Sarri selaku pelatih anyar pun bertekad untuk memutus kutukan tersebut.
Dalam sejarah, sang juara bertahan Serie A tersebut tercatat meraih trofi Liga Champions sebanyak dua kali. Itu terjadi pada tahun 1985 dan juga 1996.
Namun jika ditotal, Bianconeri sudah mencapai final sebanyak sembilan kali. Itu artinya, mereka kalah tujuh kali pada partai puncak tersebut. Dua di antaranya dicapai saat Juventus masih diasuh oleh Massimiliano Allegri.
Mereka terus berupaya untuk menghentikan torehan buruk itu. Salah satu caranya adalah dengan mendatangkan Cristiano Ronaldo pada tahun 2018 lalu. Sayangnya, di musim 2018-2019, perjalanan mereka dihentikan oleh Ajax Amsterdam pada babak perempat final.
Isu di Liga Champions ini digarisbawahi Sarri, yang pada hari Kamis (20/6) tadi menghadiri konferensi pers perdananya bersama Juventus. Pria berumur 60 tahun itu bertekad ingin mengakhiri kutukan klub di ajang tersebut, namun tetap bersikap realistis.
"Untuk Liga Champions, Juventus akan ke sana untuk menang, tapi juga sadar bahwa ada delapan atau sembilan tim yang berada dalam situasi yang sama," tutur Sarri, seperti yang dikutip dari Football Italia.
Scroll ke bawah untuk membaca informasi selengkapnya.
Hapus Skeptisme
Meski sadar bahwa dirinya harus menghentikan kutukan di Liga Champions, tapi Sarri tetap mengutamakan Serie A. Bagi mantan pelatih Chelsea tersebut, adalah sebuah kewajiban Juventus untuk memenangkan kompetisi tertinggi di Italia itu.
"Saya merasa ada tanggung jawab yang lebih besar untuk menang di Italia. Di Eropa, ada mimpi, hasrat untuk memenangkan sesuatu yang punya koefisien dengan kesulitan luar biasa," lanjutnya.
Sarri juga tahu bahwa ada pemikiran skeptis yang menyelimuti kedatangannya di Juventus. Seeperti yang diketahui, Sarri mendapat kritikan tajam selama mengasuh Chelsea pada musim 2018-2019 kemarin karena filosofi 'Sarriball' miliknya.
Tapi, ia tidak begitu memedulikan itu. Baginya, skeptisme sudah cukup akrab dengannya dan telah dirasakan setiap kali ditunjuk menjadi pelatih sebuah klub.
"Kedatangan saya dikelilingi oleh orang-orang yang skeptis, tetapi saya selalu begitu. Saya merakan hal yang sama di Empoli, Napoli, dan Chelsea," tambahnya.
"Dalam sepak bola, saya hanya tahu satu cara untuk menyingkirkan skeptisme dari pikiran orang-orang: yakni menang dengan cara yang meyakinkan. jadi yang bisa saya lakukan adalah menyuguhkan sebuah pertunjukan," tandasnya.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Prediksi Udinese vs Roma 1 November 2026
Liga Italia 30 Oktober 2026, 11:25
-
Goncalo Ramos Kesulitan di AC Milan: Transfer 73 Juta Euro Belum Mampu jadi Mesin Gol
Liga Italia 29 Oktober 2026, 21:44
-
Reaksi Juventus Usai Kalah dari Genoa: Gelar 'Retreat' Selama 2 Hari!
Liga Italia 29 Oktober 2026, 21:15
-
Luka Modric Akui AC Milan Layak Kalah dari Bologna: Kami Tidak Menduganya
Liga Italia 29 Oktober 2026, 13:10
LATEST UPDATE
-
Prediksi Lazio vs Cagliari 1 November 2026
Liga Italia 31 Oktober 2026, 11:23
-
Prediksi Como vs Venezia 1 November 2026
Liga Italia 31 Oktober 2026, 11:16
-
Hasil Kualifikasi MotoGP Malaysia 2026: Alex Marquez Pole, Marc Marquez Kedua
Otomotif 31 Oktober 2026, 10:47
-
Jadwal Lengkap MotoGP Malaysia 2026 di Sepang, 30 Oktober - 1 November 2026
Otomotif 31 Oktober 2026, 10:32
-
Jadwal Liga Inggris di SCTV Pekan Ini, 31 Oktober - 3 November 2026
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 10:30
-
RESMI: Jorge Martin Mundur dari MotoGP Malaysia 2026
Otomotif 31 Oktober 2026, 10:27
-
Live Streaming Dewa United vs Persija Jakarta: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 10:25
-
Live Streaming Arema FC vs Bali United: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 10:21
-
Live Streaming Persik vs Persita: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 10:16
-
Live Streaming PSM Makssar vs Madura United: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 10:12
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18

