Mazzarri: Serie A Atau Eropa
Editor Bolanet | 26 Oktober 2012 17:30
- Pelatih , Walter Mazzarri dihadapkan pada dua pilihan sulit musim ini. Kekalahan dari Dnipro di Liga Europa membuat dirinya harus memilih antara berprestasi di Serie A atau Eropa sebagai fokus timnya.
Kekalahan ini membuat posisi Napoli semakin sulit di klasemen grup F. Kini Napoli tertinggal enam poin dari pemuncak klasemen. Bila ingin lolos Napoli harus menyapu tiga laga sisa di grup F.
Ini sangat memalukan dan kami tidak beruntung kebobolan di menit pertama dari tendangan bebas meski menciptakan banyak peluang di babak kedua, ujar Mazzarri.
Pada pertandingan tersebut, Mazzarri memang tidak menggunakan skuad terbaiknya. Ia beralasan dirinya harus membuat prioritas sebagai konsekuensi bermain di dua kompetisi.
Kami harus membuat pilihan. Dulu kami dikritik ketika tetap memainkan skuad terbaik di Liga Champions namun berakhir di posisi kelima Serie-A, sekarang kami mendapatkan kritik karena kami melakukan rotasi pada skuad, jelasnya.
Mazzarri pun menjelaskan mengenai pilihannya merotasi pemain. Menurutnya, beberapa pemain memang sengaja ia istirahatkan agar mampu tampil lebih bugar di kompetisi domestik. Ini bukan seolah-olah memainkan anak kecil. Tapi kami memiliki pemain seperti Blerim Dzemali dan Camilo Zuniga. Sementara kami harus memberi Christian Maggio istirahat, tambahnya.
“Orang-orang juga mengkritik mengapa kami tak memainkan Lorenzo Insigne dan Eduardo Vargas, tapi kini kita bisa lihat sendiri perbedaan Serie B atau Liga Chile dengan kompetisi Eropa,” kata Mazzarri. (foti/dzi)
Kekalahan ini membuat posisi Napoli semakin sulit di klasemen grup F. Kini Napoli tertinggal enam poin dari pemuncak klasemen. Bila ingin lolos Napoli harus menyapu tiga laga sisa di grup F.
Ini sangat memalukan dan kami tidak beruntung kebobolan di menit pertama dari tendangan bebas meski menciptakan banyak peluang di babak kedua, ujar Mazzarri.
Pada pertandingan tersebut, Mazzarri memang tidak menggunakan skuad terbaiknya. Ia beralasan dirinya harus membuat prioritas sebagai konsekuensi bermain di dua kompetisi.
Kami harus membuat pilihan. Dulu kami dikritik ketika tetap memainkan skuad terbaik di Liga Champions namun berakhir di posisi kelima Serie-A, sekarang kami mendapatkan kritik karena kami melakukan rotasi pada skuad, jelasnya.
Mazzarri pun menjelaskan mengenai pilihannya merotasi pemain. Menurutnya, beberapa pemain memang sengaja ia istirahatkan agar mampu tampil lebih bugar di kompetisi domestik. Ini bukan seolah-olah memainkan anak kecil. Tapi kami memiliki pemain seperti Blerim Dzemali dan Camilo Zuniga. Sementara kami harus memberi Christian Maggio istirahat, tambahnya.
“Orang-orang juga mengkritik mengapa kami tak memainkan Lorenzo Insigne dan Eduardo Vargas, tapi kini kita bisa lihat sendiri perbedaan Serie B atau Liga Chile dengan kompetisi Eropa,” kata Mazzarri. (foti/dzi)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Napoli Cari Pelatih Anyar, Andoni Iraola Masuk Radar
Liga Italia 25 Mei 2026, 17:00
-
Ratapan Akhir Musim Chelsea yang Pahit
Liga Inggris 25 Mei 2026, 08:24
-
Dongeng Sunderland: Dari League One ke Liga Europa
Liga Inggris 25 Mei 2026, 07:36
-
Wakil Serie A di Liga Champions, Liga Europa dan UECL Musim 2026/2027
Liga Italia 25 Mei 2026, 06:45
LATEST UPDATE
-
Elkan Baggott, Pejuang di Lini Belakang Timnas Indonesia
Tim Nasional 10 Juni 2026, 09:06
-
Timnas Indonesia Naik 4 Peringkat FIFA Usai Taklukkan Oman dan Mozambik
Tim Nasional 10 Juni 2026, 08:55
-
Indonesia Atasi Perlawanan Mozambique, Namun Ole Romeny Kurang Puas
Tim Nasional 10 Juni 2026, 04:57
-
Indonesia vs Mozambique: John Herdman Akui Garuda Sempat Tertekan
Tim Nasional 10 Juni 2026, 01:10
LATEST EDITORIAL
-
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
Editorial 4 Juni 2026, 13:59
-
4 Striker Incaran Barcelona untuk Era Baru Hansi Flick
Editorial 3 Juni 2026, 16:19













