Menang Tapi Tak Sempurna: Lima Pelajaran Penting AC Milan dari Duel Panas di Markas Como
Dimas Ardi Prasetya | 17 Januari 2026 19:15
Bola.net - AC Milan kembali membawa pulang tiga poin penting dari laga tandang Liga Italia 2025/2026. Rossoneri menaklukkan Como di Stadio Giuseppe Sinigaglia pada laga tunda pekan ke-16, Jumat (16/01/2026), dalam pertandingan yang jauh dari kata mudah.
Kemenangan ini datang di tengah tekanan besar, mengingat Como juga sedang memburu posisi Eropa dan tampil impresif di kandang. Milan bahkan sempat tertinggal lebih dulu dan terlihat kesulitan mengembangkan permainan di babak pertama.
Namun, pengalaman dan kualitas individu kembali menjadi pembeda. Penalti di akhir babak pertama serta dua gol di paruh kedua membalikkan keadaan secara dramatis.
Dari laga ini, Milan bukan hanya mendapat poin penuh, tetapi juga banyak catatan penting. Mulai dari celah di lini belakang hingga sosok-sosok kunci yang menjaga asa Rossoneri tetap hidup.
Lubang di Lini Belakang Milan

AC Milan kembali kebobolan dalam laga ini, melanjutkan tren yang sebelumnya juga terjadi saat menghadapi Fiorentina dan Genoa. Bedanya, Como tampil lebih agresif dan konsisten menekan sepanjang laga.
Secara kolektif, barisan pertahanan Milan cukup solid dalam membatasi peluang berbahaya. Matteo Gabbia, Fikayo Tomori, dan Koni De Winter tampil disiplin dalam menjaga area mereka masing-masing.
Namun, satu celah kembali muncul dari sisi kiri pertahanan. Davide Bartesaghi kembali menjadi sorotan setelah terlibat dalam proses gol Como, mengulang kesalahan serupa di laga sebelumnya.
Penurunan performa bek muda ini memang bisa dimaklumi, tetapi Milan jelas membutuhkan solusi cepat. Terlebih, opsi lain seperti Pervis Estupinan juga belum menunjukkan konsistensi yang diharapkan.
Mike Maignan Must Stay!

Peran Mike Maignan kembali tak tergantikan di bawah mistar Milan. Kiper asal Prancis itu menjadi tembok terakhir yang menjaga Milan tetap bernapas di momen-momen krusial.
Beberapa penyelamatan penting berhasil ia catatkan, termasuk saat menggagalkan peluang Paz dan sundulan berbahaya Da Cunha. Refleks dan penempatan posisinya menjadi pembeda.
Di tengah tekanan tuan rumah, Maignan menunjukkan kualitas kepemimpinan yang nyata. Ia tak hanya menyelamatkan gawang, tetapi juga memberi ketenangan bagi rekan-rekannya di lini belakang.
Penampilan ini semakin menegaskan statusnya sebagai salah satu kiper terbaik di liga dan dunia. Maignan juga seolah mengirim pesan kuat bahwa Milan harus sekuat tenaga mempertahankannya di San Siro.
Nkunku Banyak Diam, Tapi Tetap Berkontribusi

Christopher Nkunku nyaris tak terlihat di laga Como vs Milan itu. Ia kerap kesulitan menemukan ruang, terutama karena Como mampu mengontrol tempo dan menekan tinggi.
Meski begitu, kontribusinya tetap terasa di papan skor. Nkunku dengan tenang mengeksekusi penalti di akhir babak pertama untuk menyamakan kedudukan.
Gol ini melanjutkan tren positifnya setelah sebelumnya mencetak gol ke gawang Fiorentina dan dua gol saat melawan Hellas Verona. Ia juga sempat mencatat assist dalam periode tersebut.
Performa Nkunku mungkin belum benar-benar sesuai harapan, tetapi efektivitasnya mulai terlihat. Dalam situasi sulit, kehadirannya tetap memberi dampak nyata bagi Milan.
Adrien Rabiot Layak Dapat Apresiasi Tinggi

Adrien Rabiot kembali menjadi motor permainan Milan di laga ini. Gelandang Prancis itu tampil dominan, baik saat bertahan maupun menyerang.
Ia berperan besar dalam momen krusial sebelum turun minum. Rabiot menggunakan kekuatan fisiknya untuk memenangkan penalti yang kemudian dikonversi oleh Nkunku.
Di babak kedua, kontribusinya semakin nyata. Rabiot mencetak gol kedua Milan lewat penyelesaian dingin di kotak penalti, sebelum menambah gol penentu di menit ke-87.
Dengan harga transfer yang relatif murah, Rabiot terus membuktikan dirinya sebagai rekrutan emas. Performa konsistennya menjadikannya figur sentral dalam kebangkitan Milan musim ini.
Arti Kemenangan Milan di Markas Como

Secara permainan, Milan bukan berada di performa terbaiknya. Mereka lebih banyak tertekan dan kerap kesulitan keluar dari pressing tuan rumah.
Namun, kemampuan untuk bertahan, tetap fokus, dan memanfaatkan peluang menjadi nilai lebih. Ini menunjukkan kematangan mental yang semakin terbentuk di skuad asuhan Massimiliano Allegri.
Figur-figur kunci seperti Maignan dan Rabiot menjadi simbol ketahanan tim. Penyesuaian taktik di babak kedua serta kontribusi pemain pengganti juga patut dicatat.
Kemenangan ini bukan sekadar tambahan tiga poin. Ini adalah bukti bahwa Milan mampu menang bahkan saat tidak tampil dominan, sebuah kualitas penting bagi tim yang ingin terus bersaing di papan atas.
Klasemen Liga Italia
(Bola/SempreMilan)
Baca Juga:
Terungkap! Rasmus Hojlund Ternyata Tolak AC Milan dan Pilih Napoli Gara-Gara Hal Ini
AC Milan Tolak Tawaran Rp588 Miliar dari Galatasaray untuk Youssouf Fofana, Ini Alasannya
Rasmus Hojlund Tolak AC Milan Sebelum Berlabuh di Napoli, Kenapa?
Como vs Milan, Adrien Rabiot Bersinar tapi Tetap Rendah Hati
Gemilang di Laga Como vs Milan, Rabiot Dapat Apresiasi dari Maignan
Mike Maignan Blak-blakan Soal Laga Como vs Milan: Rossoneri Sempat Lemot, Tapi Hasil Akhir Bicara Lain
Galatasaray Ngebet Boyong Youssouf Fofana, Ini Jawaban AC Milan
Nkunku dan Leao Rebutan Penalti di Laga Como vs AC Milan, Begini Kata Allegri
Rapor Pemain Milan vs Como: Maignan Jadi Tembok, Rabiot Mematikan!
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Resmi! Real Madrid Perkenalkan Ibrahima Konate Sebagai Rekrutan Baru
Liga Spanyol 18 Juni 2026, 18:19
LATEST UPDATE
-
Final IBL 2026: Pelita Jaya Bernafsu Rebut Gim Pertama atas Bogor Hornbills
Basket 18 Juni 2026, 22:10
-
Tempat Menonton Ceko vs Afrika Selatan di Piala Dunia 2026, 18 Juni 2026
Piala Dunia 18 Juni 2026, 22:00
-
Bintang Timnas Pantai Gading Ini Masuk Daftar Pantau Manchester United
Liga Inggris 18 Juni 2026, 21:01
-
Link Streaming Piala Dunia 2026: Ceko vs Afrika Selatan, 18 Juni 2026
Piala Dunia 18 Juni 2026, 20:20
-
Wow! FAM Pecat CEO dan Seluruh Staff Kepelatihan Timnas Malaysia
Tim Nasional 18 Juni 2026, 20:11
-
Diincar MU, Berlian Muda Barcelona Ini Siap Cabut ke Old Trafford?
Liga Inggris 18 Juni 2026, 19:30
-
Gagal Latih MU, Ole Gunnar Solskjaer Bakal Latih Klub EPL Ini?
Liga Inggris 18 Juni 2026, 19:00
-
Resmi! Real Madrid Perkenalkan Ibrahima Konate Sebagai Rekrutan Baru
Liga Spanyol 18 Juni 2026, 18:19
-
Piala Dunia 2026: Haruskah Belanda Takut pada Alexander Isak?
Piala Dunia 18 Juni 2026, 15:54
-
Inggris Akhirnya Usir 'Hantu' yang Menempel Selama 24 Tahun!
Piala Dunia 18 Juni 2026, 15:45
LATEST EDITORIAL
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55
-
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di Piala Dunia 2026
Editorial 12 Juni 2026, 14:41
-
10 Negara dengan Koleksi Trofi Mayor Terbanyak, Argentina Ungguli Brasil
Editorial 11 Juni 2026, 14:28







