Mengenal Moise Kean, Anak Ajaib Juventus yang Berbakti Pada Sang Ibunda
Yaumil Azis | 25 Maret 2019 21:00
Bola.net - - Satu nama yang belakangan ini kerap menarik perhatian publik adalah striker muda Italia serta Juventus, Moise Kean. Sang ibu, Isabelle, bercerita soal latar belakang keluarga serta cerita dibalik penamaan pemain berumur 19 tahun tersebut.
Kean telah menarik perhatian saat melakoni laga debutnya bersama Juventus pada bulan November 2016 silam. Lima bulan berselang, ia kembali mencuri mata penikmat sepak bola dengan gol pertamanya untuk Juventus di laga terakhir Serie A 2016/2017.
Pada musim ini, permainannya semakin matang. Di awal bulan Maret ini, ia diberi kesempatan untuk beraksi sebagai starter kala Juventus menghadapi Udinese di ajang Serie A. Ia membayar kepercayaan tersebut dengan dua gol ciamik.
Scroll ke bawah untuk membaca informasi selengkapnya.
Cerita Dibalik Nama Moise
Torehan kala menghadapi Udinese membuat nama Kean semakin banyak dibicarakan. Namun ia lebih dikenal oleh publik setelah sukses mencetak gol perdananya untuk Timnas Italia, yang membuat Gli Azzurri menang atas Finlandia di laga kualifikasi Piala Eropa 2020.
Tidak banyak yang tahu bahwa torehan Kean ini merupakan hasil kerja keras serta keajaiban. Bahkan kelahirannya sendiri pun adalah sebuah keajaiban. Seperti yang dikisahkan oleh sang ibu, Isabelle, yang mengenang masa-masa waktu dirinya melahirkan Kean.
"Apakah anda tahu mengapa kami memanggilnya Mose [Musa] di rumah? Karena kelahirannya sendiri merupakan keajaiban. Doktor telah memberi tahu bahwa saya tak bisa lagi memiliki anak. Saya menangis dan berdoa," tutur Isabelle kepada Tuttosport.
"Giovanni [kakak Kean] juga meminta saya seorang adik kecil. Pada suatu malam saya memimpikan Moses, dia datang membantu saya dan, empat bulan kemudian, saya hamil lagi," lanjutnya.
Bakti Kean Terhadap Orang Tua
Moise Kean terlahir dalam keluarga yang sederhana. Isabelle sendiri merupakan salah satu pekerja di sebuah fasilitas perawatan dan dibayar dengan nominal gaji yang kecil. Bahkan, tak jarang ia harus bekerja di malam hari.
"Saya bekerja di fasilitas perawatan dan terkadang bekerja di malam hari. Lalu suatu hari, dia menghubungi saya jam 5:30 sore. Saya sedang bersiap pergi bekerja di Nizza Monferrato. Saya ketakutan, saya pikir sesuatu telah terjadi padanya," tambah Isabelle.
"Malah sebaliknya, ia berkata kepada saya, 'Mama, ada kejutan untuk anda.' Saya menjawab, 'Jangan berkata anda tidak bergabung dengan Juve'. Dia berkata 'tidak Ma, saya bergabung. Anda tak perlu bekerja lagi dan anda bisa hidup bersama saya di Turin," sambungnya.
"Kesuksesan Moise telah membayar semua pengorbanan yang saya lakukan di masa lalu,"
Kepuasan Seorang Ibu
Sebagai seorang ibu, Isabelle selalu menyematkan pesan kepada sang anak agar kiprahnya di dunia sepak bola selalu menemui kesuksesan. Katanya, Kean harus selalu mendengar saran dari sang pelatih serta rekan-rekan setimnya yang lebih berpengalaman.
"Saya berkata kepadanya untuk terus seperti ini, selalu mendengar pelatih dan rekan setimnya yang lebih tua," lanjutnya lagi.
"Melihat anaknya bisa berhasil dan mencapai level yang sangat tinggi merupakan sebuah kepuasan bagi seorang ibu. Saya tak pernah membayangkannya, terutama jika mengingat dari mana kami berasal," tandasnya.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Memuji Duo Gabriel Jesus - Viktor Gyokeres, Mengklaim Arsenal Sudah Naik Level
Liga Champions 21 Januari 2026, 08:19
-
Prediksi Juventus vs Benfica 22 Januari 2026
Liga Champions 21 Januari 2026, 03:00
-
Inter Milan Tunda Perekrutan Pemain Besar Hingga Musim Panas
Liga Italia 20 Januari 2026, 15:49
-
Conte Puji Hojlund Setinggi Langit, Tapi Emosi Jiwa Soal Jadwal Liga Champions
Liga Champions 20 Januari 2026, 12:11
LATEST UPDATE
-
Resmi! Vidio Tayangkan UFC di Indonesia
Olahraga Lain-Lain 21 Januari 2026, 14:31
-
Juventus vs Benfica: Spalletti Siap Adu Mekanik dengan Mourinho
Liga Champions 21 Januari 2026, 14:31
-
Juventus vs Benfica: Misi Wajib Menang Bianconeri!
Liga Champions 21 Januari 2026, 14:05
-
Menuju Piala Dunia 2026: Tiga Aturan Baru Disiapkan, VAR dan Timewasting Jadi Fokus
Piala Dunia 21 Januari 2026, 14:02
-
Transformasi Khephren Thuram: Dari Pemuda Naif Jadi 'Monster' Lini Tengah Juventus
Liga Champions 21 Januari 2026, 13:58
-
Atalanta vs Bilbao: Ederson Minta La Dea Berikan 110 Persen!
Liga Champions 21 Januari 2026, 13:42
-
Kontroversi Dalot vs Doku di Derby Manchester, Howard Webb Tegaskan VAR Sudah Tepat
Liga Inggris 21 Januari 2026, 13:30
-
Lupakan Mateta, Juventus Kini Selangkah Lagi Dapatkan Youssef En-Nesyri?
Liga Italia 21 Januari 2026, 13:29
-
Chelsea vs Pafos FC: Estevao Willian Mengejar Rekor Mbappe, Reuni David Luiz
Liga Champions 21 Januari 2026, 13:21
-
Man City Terpuruk di Bodo/Glimt, Guardiola Akui Segala Hal Berjalan Melawan Timnya
Liga Champions 21 Januari 2026, 12:48
-
Setelah 12 Tahun, Ter Stegen Diam-Diam Tinggalkan Barcelona
Liga Spanyol 21 Januari 2026, 12:17
-
Inter Babak Belur di Kandang, Arsenal Terlalu Kejam di Depan Gawang
Liga Champions 21 Januari 2026, 12:17
-
Panduan Membeli Tiket KLBB Festival 2026, Jangan Sampai Nyesel Nggak Nonton Raisa!
Lain Lain 21 Januari 2026, 11:58
-
Kode Keras Arne Slot: Mohamed Salah Siap Starter Lawan Marseille?!
Liga Champions 21 Januari 2026, 11:44
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06


