Mengukur Perubahan Gaya Bermain Ronaldo Sejak Gabung Juventus: Apa yang Berbeda?
Richard Andreas | 10 Juni 2020 07:00
Bola.net - Cristiano Ronaldo diyakini sudah banyak berkembang sejak bergabung dengan Juventus. Dia sempat kesulitan di musim pertamanya, tapi sekarang Ronaldo tampak sudah beradaptasi sepenuhnya dengan gaya sepak bola Serie A.
Musim ini, Ronaldo sudah mencetak 21 gol dalam 22 pertandingan. Angka itu sama banyaknya dengan total torehan gol Ronaldo untuk 31 penampilan di Serie A 2018/19, alias di musim pertamanya.
Artinya, musim ini Ronaldo sudah menemukan cara terbaik untuk menjebol gawang tim-tim Serie A. Ketajamannya sudah kembali, yang berarti Ronaldo sudah siap jadi top scorer.
Kenaikan torehan gol itu pun sudah cukup jadi bukti bahwa Ronaldo terus berkembang dan berubah sejak gabung Juventus. Mengapa? Baca selengkapnya di bawah ini ya, Bolaneters!
Ronaldo dan Serie A
Perkembangan Ronaldo di Serie A ini tidak luput dari pengamatan Nuno Gomes, pemain Portugal yang juga pernah menjajal sulitnya Serie A. Berbagi pengalaman, Gomes mengakui bahwa level Serie a sampat turun drastis beberapa tahun terakhir.
"Untuk waktu yang cukup lama, Serie A tidak berada di level yang sebelumnya. Sebelum tahun 2000 dan sampai tahun 2005, semua pemain terbaik ada di Italia," ungkap Gomes dikutip dari Goal internasional.
"Klub-klub Italia saat itu sangat kuat. Di tahun 90-an, mereka nhampir setiap tahun jadi juara [Eropa]. Pelatih-pelatih yang ada di sana juga level tinggi."
"Sayua menghadapi banyak kesulitan pada awal karier di sana, sebab tidak banyak ruang kosong untuk menyerang," ungkap Gomes.
Sudah Lebih Baik, Sudah Terbiasa
Kesulitan awal itulah yang menurut Gomes juga sempat mengganggu Ronaldo. Bek-bek Italia sangat tangguh, tidak menyisakan banyak ruang kosong. Karena itulah Ronaldo harus beradaptasi dan mengubah gaya bermainnya untuk menyesuaikan dengan pergerakan bek-bek lawan.
"Bek-bek Italia sangat bagus dalam taktik, mereka bisa melakukan apa pun ayng diminta pelatih. Sistem pertahanan mereka menyatu dalam satu tembok kukuh, mereka bergerak bersamaan, bahkan Cristiano sedikit kesulitan ketika pertama tiba," sambung Gomes.
"Dia terbiasa menahan bola, menikmati ruang kosong untuk berpikir. Di Italia, Anda harus lebih cepat membuat keputusan. Cristiano memahami itu dan beradaptasi, dengan demikian dia sudah berkembang."
"Dia tahu bahwa dia harus mengubah gaya bermainnya dengan ruang yang lebih terbatas dari di Spanyol," tandasnya.
Sumber: Goal
Baca ini juga ya!
MU Terdepan untuk Transfer Federico Chiesa
Juventus Rayu Arthur Melo dengan Gaji Selangit
Georgina Rodriguez Memikat dengan Busana Seksi, Ketat, dan Terbuka
Rindu Aksi Cristiano Ronaldo? Yuk Simak Jadwal Lengkap Juventus di Serie A 2019/2020
Sepatu Rugby, Rahasia di Balik Kecepatan Lari Cristiano Ronaldo yang Super
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Jadwal Lengkap Serie A 2026/2027
Liga Italia 31 Oktober 2026, 07:03
-
Pemain Juventus Muak, Luciano Spalletti Dianggap Terlalu Banyak Bicara!
Liga Italia 30 Oktober 2026, 22:58
-
Hitung Mundur Menuju 1000 Gol Cristiano Ronaldo, Kurang Berapa?
Piala Dunia 30 Oktober 2026, 22:20
-
Gokil! Bos Besar Pastikan AC Milan Bakal Jor-joran di Bursa Transfer Januari 2027
Liga Italia 30 Oktober 2026, 17:28
-
AC Milan Mulai Linglung, Apakah Ruben Amorim Bakal Dipecat?
Liga Italia 30 Oktober 2026, 16:48
LATEST UPDATE
-
AC Milan vs Inter Milan: 10 Fakta Menarik Jelang Derby della Madonnina
Liga Italia 31 Oktober 2026, 07:50
-
Chelsea Bisa Percepat Pemecatan Michael Carrick di Man Utd
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 07:36
-
3 Hal yang Patut Diperhatikan Jelang Barcelona vs Alaves
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 07:27
-
Kylian Mbappe Kini Memahami Kekecewaan Vinicius Junior di Ballon d'Or
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 07:23
-
Jadwal Lengkap La Liga 2026/2027
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 07:05
-
Jadwal Lengkap Serie A 2026/2027
Liga Italia 31 Oktober 2026, 07:03
-
Jadwal Lengkap Premier League 2026/2027
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 07:01
-
Lille vs Lens: Giroud Masuk Menit 72, Cetak Gol Kemenangan Menit 86
Liga Eropa Lain 31 Oktober 2026, 06:40
-
Man of the Match Le Havre vs PSG: Achraf Hakimi
Liga Eropa Lain 31 Oktober 2026, 06:27
-
Hasil Le Havre vs PSG: Hakimi Cetak Hat-Trick, Luis Enrique Cetak Sejarah
Liga Eropa Lain 31 Oktober 2026, 06:20
-
Pemain Juventus Muak, Luciano Spalletti Dianggap Terlalu Banyak Bicara!
Liga Italia 30 Oktober 2026, 22:58
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18




