Modric Beberkan Misi Rahasia di AC Milan: Rossoneri Harus Setara Real Madrid Lagi!
Richard Andreas | 5 Agustus 2025 11:15
Bola.net - Kepindahan Luka Modric ke AC Milan bukan sekadar langkah penutupan karier untuk pemain veteran. Maestro tengah asal Kroasia ini hadir dengan visi besar untuk merestorasi kejayaan klub yang pernah mendominasi panggung Eropa.
Dalam sesi wawancara terkini, Modric menegaskan bahwa kedatangannya bukan untuk mencari zona nyaman di penghujung karier. Sebaliknya, ia datang dengan tekad kuat untuk meraih kemenangan dan mengangkat trofi bersama Rossoneri.
Kualifikasi Liga Champions memang menjadi target minimum yang ditetapkan Modric untuk Milan. Namun, menurutnya, sebuah institusi dengan sejarah gemilang seperti Rossoneri tidak boleh merasa puas dengan pencapaian standar tersebut.
Meski telah menginjak usia 39 tahun, Modric menunjukkan keyakinan penuh untuk menghadapi tantangan di Serie A. Ia bahkan menyatakan bahwa kompetisi Italia kini telah kembali ke level kompetitif yang tinggi, dan dirinya siap memberikan kontribusi maksimal seperti yang pernah dilakukan di klub sebelumnya.
Ambisi Modric Bangkitkan Milan
Visi utama Modric bersama Milan sangat jelas: mengembalikan posisi klub ke elit sepakbola Eropa. "Kualifikasi Liga Champions adalah target minimum, namun institusi sebesar ini seharusnya memburu trofi."
"Kami tidak dapat merasa puas dengan musim yang biasa-biasa saja," tegasnya dengan penuh keyakinan. Pengalaman 13 tahun bersama Real Madrid menjadi modal berharga yang ia bawa untuk membandingkan standar tertinggi dengan tantangan baru di Milan.
"Saya menghabiskan lebih dari satu dekade di klub terbesar dunia, dan kini bergabung dengan klub yang dulu berada di level yang sama. Milan wajib kembali ke posisi tersebut," ungkapnya.
Modric menegaskan kesiapannya untuk mengorbankan segala upaya demi merealisasikan ambisi tersebut. Kehadirannya di ruang ganti dan kontribusi di lapangan diharapkan dapat mendorong tim untuk berkembang dan tampil konsisten di tingkat elit.
Serie A dan Kenangan Masa Kecil

Pandangan Modric terhadap Serie A sangat positif, dengan menyatakan bahwa kompetisi Italia telah pulih menjadi liga yang menarik. Ia memberikan apresiasi tinggi terhadap aspek taktis yang ketat dan intensitas persaingan antarklub, ditambah dengan banyaknya rekan senegaranya yang kini berkarier di Italia.
"Kompetisi ini sudah pulih ke level semestinya," papar Modric. Karakteristik Serie A dinilainya sangat sesuai untuk pemain berpengalaman seperti dirinya yang mengandalkan visi permainan dan kontrol tempo.
Lebih dari aspek profesional, Modric memiliki koneksi emosional yang mendalam dengan Milan sejak masa kanak-kanak. "Masa kecil saya dihabiskan untuk menyaksikan sepakbola Italia, dan Milan adalah tim kesayangan saya."
"Idola saya, Zvonimir Boban, pernah berseragam di sini. Jadi koneksi dengan warna ini sudah terjalin sejak lama," kenangnya dengan nostalgia.
Siap Ulang Cerita Sukses Ibrahimovic
Faktor usia 39 tahun tidak menjadi hambatan bagi Modric untuk memulai babak baru kariernya. Ia bahkan terinspirasi oleh kisah sukses Zlatan Ibrahimovic yang kembali ke Milan di usia 40 tahun dan berhasil membawa klub meraih Scudetto.
"Semoga pencapaian serupa dapat terwujud. Akan sangat membahagiakan jika saya bisa merasakan pengalaman tersebut," ujar Modric dengan antusiasme tinggi.
Meskipun proses perpisahan dengan Real Madrid berlangsung emosional, Modric tidak ragu ketika tawaran Milan tiba. Ia langsung memandangnya sebagai peluang emas untuk mengakhiri karier dengan tantangan bermakna yang baru.
Berbekal pengalaman luas dan motivasi yang membara, Modric kini berdiri sejajar dengan para legenda yang pernah mengangkat trofi Liga Champions bersama Milan dan Madrid. Kini saatnya bagi sang maestro untuk menoreh sejarah baru di San Siro.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Pesta 5 Gol Inter Milan: Lautaro Martinez Masuk Buku Sejarah, Dimarco Panen Pujian!
Liga Italia 9 Februari 2026, 08:26
-
Man of the Match Valencia vs Real Madrid: Alvaro Carreras
Liga Spanyol 9 Februari 2026, 06:25
-
Man of the Match Juventus vs Lazio: Pierre Kalulu
Liga Italia 9 Februari 2026, 06:18
-
Man of the Match Sassuolo vs Inter: Federico Dimarco
Liga Italia 9 Februari 2026, 06:09
LATEST UPDATE
-
Arne Slot Murka dengan Kekalahan Liverpool: Wasit Standar Ganda!
Liga Inggris 9 Februari 2026, 09:57
-
Juventus vs Lazio: Antara Penyesalan dan Kebanggaan Maurizio Sarri
Liga Italia 9 Februari 2026, 09:50
-
Arne Slot Soroti Insiden Salah vs Guehi, Sebut Liverpool Dirugikan Wasit
Liga Inggris 9 Februari 2026, 09:28
-
Hasil Lengkap, Klasemen, dan Jadwal Pertandingan Proliga 2026
Voli 9 Februari 2026, 09:00
-
Jadwal Lengkap Proliga 2026, 8 Januari-26 April 2026
Voli 9 Februari 2026, 09:00
-
Timnas Indonesia U-17 Dibantai China 0-7, Nova Arianto Akui Tidak Sesuai Ekspektasi
Tim Nasional 9 Februari 2026, 08:59
-
Inter Milan Pesta 5 Gol, Cristian Chivu: Peluang Scudetto Kami Masih Nol!
Liga Italia 9 Februari 2026, 08:44
-
Pesta 5 Gol Inter Milan: Lautaro Martinez Masuk Buku Sejarah, Dimarco Panen Pujian!
Liga Italia 9 Februari 2026, 08:26
LATEST EDITORIAL
-
Gelimang Uang Tak Menjamin Bahagia, 4 Bintang Saudi Pro League Ini Katanya Tak Kerasan
Editorial 5 Februari 2026, 11:49
-
8 Kandidat Klub Baru Cristiano Ronaldo Jika Berpisah dengan Al Nassr, Balik ke MU?
Editorial 4 Februari 2026, 15:31
-
10 Pemain Bebas Transfer yang Masih Bisa Direkrut Klub-Klub Top Eropa
Editorial 4 Februari 2026, 14:57
-
Dari Jeremy Jacquet hingga Alisson: 7 Pemain yang Menolak Chelsea untuk Liverpool
Editorial 3 Februari 2026, 14:14
-
10 Transfer Termahal Januari 2026
Editorial 3 Februari 2026, 11:42







