Skandal Layanan 'Pijat' untuk Wasit Asing Guncang Federasi Sepak Bola Korea Selatan

Skandal Layanan 'Pijat' untuk Wasit Asing Guncang Federasi Sepak Bola Korea Selatan
Fans Timnas Korea Selatan di Piala Dunia 2026 (c) AP Photo/Matias Delacroix

Bola.net - Federasi Sepak Bola Korea Selatan (KFA) kembali diterpa kontroversi setelah laporan lama mengenai pembayaran layanan seksual untuk wasit asing mencuat ke publik. Kasus tersebut terjadi pada awal 2010-an dan baru terungkap setelah laporan pemerintah Korea Selatan dipublikasikan.

Laporan Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Korea Selatan pada 2016 itu diperoleh JTBC. Investigasi menemukan penggunaan kartu kredit KFA senilai 5,6 juta won untuk "hiburan se***al" di panti pijat.

Pengeluaran tersebut berkaitan dengan wasit asing yang memimpin pertandingan di Korea Selatan. Di antaranya terdapat wasit untuk laga kualifikasi Piala Dunia 2014 dan Olimpiade London 2012.

KFA kemudian menyampaikan permintaan maaf. Federasi menegaskan penyalahgunaan kartu perusahaan seperti yang terungkap dalam laporan lama tidak terjadi di organisasi saat ini.

Laporan Lama Kembali Mengguncang KFA

Laporan Lama Kembali Mengguncang KFA

Pemain Korea Selatan melakukan huddle jelang kickoff Piala Dunia 2026 melawan Ceko, 12 Juni 2026. (c) AP Photo/Moises Castillo

Laporan tersebut menyebut staf KFA mencatat pengeluaran dengan keterangan yang tidak sesuai. Biaya layanan di panti pijat dilaporkan sebagai pengeluaran makanan, minuman, atau layanan pijat.

JTBC juga mengutip seorang pejabat KFA yang menyebut praktik tersebut umum dilakukan pada masa itu. Namun, pengungkapan kasus tersebut kembali memicu pertanyaan mengenai tata kelola federasi.

"Kami memohon maaf yang sebesar-besarnya atas kekecewaan dan kekhawatiran yang timbul akibat berbagai kontroversi tersebut," tulis KFA dalam pemintaan maaf mereka.

KFA menegaskan kasus tersebut merupakan peristiwa lebih dari satu dekade lalu. Federasi juga menyatakan praktik serupa tidak terjadi di lingkungan organisasi saat ini.

KFA Diterpa Masalah dari Berbagai Arah

KFA Diterpa Masalah dari Berbagai Arah

Starting XI Korea Selatan saat melawan Republik Ceko di laga Piala Dunia 2026, Jumat 12 Juni 2026. (c) AP Photo/Matias Delacroix

Kontroversi tersebut muncul ketika KFA juga menghadapi tekanan setelah Korea Selatan gagal lolos dari fase grup Piala Dunia 2026. Situasi itu menambah panjang persoalan yang harus dihadapi federasi di tengah sorotan publik.

"Kami ingin menegaskan bahwa perilaku tidak pantas atau penyalahgunaan kartu perusahaan semacam itu sama sekali tidak terjadi di asosiasi saat ini."

"Asosiasi kami, yang seharusnya menghadirkan kegembiraan dan antusiasme bagi para penggemar sepak bola melalui perjuangan sengit mencetak gol dan sportivitas yang muncul dalam prosesnya, belakangan ini telah kehilangan tujuan dasarnya dan kini berada dalam situasi yang sangat memprihatinkan."

Kantor pusat KFA juga digerebek polisi dalam penyelidikan terkait proses penunjukan Hong Myung-bo sebagai pelatih pada 2024. Penyelidikan tersebut semakin memperbesar tekanan terhadap federasi.

Sumber: BBC Sport