Pengakuan Jujur Cristian Chivu: Ada 'Hantu Masa Lalu' di Balik Kekalahan Dramatis Inter dari Juventus
Afdholud Dzikry | 14 September 2025 06:02
Bola.net - Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu, menyoroti masalah mental yang tampaknya masih menghantui skuadnya. Hal ini ia sampaikan usai Nerazzurri takluk secara dramatis 3-4 dari Juventus, Sabtu (13/9/2025) malam WIB.
Meskipun melihat banyak elemen positif dari permainan timnya, Chivu merasa ada "sesuatu dari masa lalu" yang perlu segera dihapus. Beban tak terlihat ini diyakini mengganggu ketenangan dan fokus para pemainnya di momen-momen krusial.
Padahal, Inter sebenarnya tampil sangat baik dan sempat berbalik unggul 3-2 dalam laga panas tersebut. Namun, konsentrasi yang buyar di menit-menit akhir membuat mereka harus pulang dari Turin dengan tangan hampa.
Pengakuan Chivu ini seolah membuka tabir tentang apa yang sebenarnya terjadi di balik layar Inter Milan. Mari kita bedah lebih dalam analisis sang pelatih mengenai kerapuhan timnya.
Tetap Bangga Meski Pulang dengan Tangan Hampa

Cristian Chivu mencoba untuk tetap tegar di tengah kekecewaan akibat kekalahan menyakitkan di Derby d'Italia. Ia menegaskan bahwa secara permainan, timnya sudah menunjukkan performa yang sangat bagus.
Menurutnya, Inter datang ke markas lawan bukan untuk bertahan, melainkan dengan karakter dan inisiatif penuh untuk meraih kemenangan. Sayangnya, semua itu seakan sirna karena ketajaman dan konsentrasi yang menurun drastis di sepuluh menit terakhir.
"Saya pikir kami memiliki performa yang sangat bagus di babak pertama dan kedua," kata Chivu kepada DAZN Italia.
"Sayangnya, ada momen-momen dalam pertandingan, terutama di 10 menit terakhir, di mana kami kurang. Secara keseluruhan, kami datang ke sini untuk mengambil inisiatif, bermain dengan karakter, mencoba untuk menang dan tidak puas dengan yang kurang," lanjutnya.
Kurangnya Pengalaman dan Pragmatisme
Lebih jauh, Chivu menyoroti kurangnya kecerdasan timnya dalam mengelola situasi pertandingan yang krusial. Ia secara tidak langsung membandingkan pendekatan Inter dengan Juventus yang jauh lebih pragmatis.
Ia melihat Juventus tidak pernah ragu untuk sekadar membuang bola ke luar lapangan saat berada dalam tekanan. Sebuah hal sederhana yang seharusnya bisa ditiru oleh para pemainnya untuk mengamankan keunggulan yang sudah susah payah diraih.
"Kami seharusnya menangani momen-momen tertentu dengan lebih baik, karena sejak awal Juve tidak pernah malu untuk menendang bola ke penonton ketika mereka dalam masalah," lanjut Chivu.
"Ini tentang memahami kapan Anda harus dan tidak boleh melakukan hal-hal tertentu selama pertandingan. Jika Anda menggunakan banyak energi untuk membalikkan keadaan, Anda harus mengontrolnya secara berbeda dalam situasi itu. Ini tentang pengalaman, tetapi kami ingin melihat hal-hal positif, bahkan jika kami kembali dengan penyesalan karena pulang dengan tangan hampa," tambahnya.
Sinyal Kebangkitan Hakan Calhanoglu
Di tengah awan mendung hasil negatif, Cristian Chivu masih bisa melihat seberkas cahaya terang. Ia secara khusus memberikan pujian setinggi langit untuk penampilan gemilang gelandang andalannya, Hakan Calhanoglu.
Pemain asal Turki tersebut tampil begitu dominan di lini tengah dan berhasil mencetak dua gol fantastis. Bagi Chivu, performa Calhanoglu adalah cerminan kualitas sesungguhnya dan sesuai dengan ekspektasi tinggi yang disematkan kepadanya.
"Saya pikir performa dan karakter seluruh tim adalah hal yang positif," tegas sang pelatih.
"Hakan melakukan apa yang kami semua harapkan, karena ini adalah kualitasnya, inilah yang ia berikan kepada tim," pujinya.
Hantu Masa Lalu yang Belum Hilang
Puncak analisis Chivu kemudian mengarah pada sebuah masalah psikologis yang tampaknya lebih dalam dari sekadar taktik. Ia memberi sinyal kuat bahwa ada trauma dari masa lalu yang masih membekas di benak para pemain Inter.
Kekalahan menyakitkan di final Liga Champions musim lalu diduga menjadi salah satu penyebab utama beban mental ini. Hal tersebut membuat tim sulit untuk tampil tenang dan fokus, terutama saat berada dalam situasi di bawah tekanan untuk mempertahankan keunggulan.
"Saya melihat hal-hal baik malam ini dan di babak kedua melawan Udinese, meskipun kami tidak meraih poin. Kami terus berjalan," lanjutnya.
"Kami perlu menghapus beberapa hal yang terjadi di masa lalu agar kami bisa memiliki ketenangan dan fokus untuk membawa pulang hasil. Saya tidak bisa mengeluh tentang seberapa keras tim bekerja, itu sudah pasti," pungkasnya.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Hasil Udinese vs Roma: Mengamuk di Babak Pertama, Giallorossi Menang Telak 5-2
Liga Italia 1 November 2026, 05:43
-
Live Streaming AC Milan vs Inter Milan: Jadwal dan Link Nonton
Liga Italia 31 Oktober 2026, 15:16
-
Live Streaming Udinese vs Roma: Jadwal dan Link Nonton
Liga Italia 31 Oktober 2026, 15:11
-
Prediksi Juventus vs Napoli 2 November 2026
Liga Italia 31 Oktober 2026, 14:16
LATEST UPDATE
-
Live Streaming PSIM vs Borneo FC: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 1 November 2026, 11:18
-
Live Streaming Persib Bandung vs Isenmulang FC: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 1 November 2026, 10:14
-
Batas Waktu untuk Michael Carrick di Manchester United
Liga Inggris 1 November 2026, 09:10
-
Memprediksi Peluang Manchester United Terdegradasi
Liga Inggris 1 November 2026, 09:00
-
Rating Pemain Barcelona vs Alaves: Raphinha dan Yamal 9, Fermin Lopez Tertinggi
Liga Spanyol 1 November 2026, 08:51
-
Rating Pemain Inter Milan usai Kalah 1-3 dari AC Milan: Kebanyakan 6
Liga Italia 1 November 2026, 08:28
-
Rating Pemain AC Milan usai Hajar Inter Milan: Moreira Tertinggi, Maignan Krusial
Liga Italia 1 November 2026, 08:21
-
Man of the Match Milan vs Inter: Diego Moreira
Liga Italia 1 November 2026, 08:03
-
Man of the Match Bayern vs Dortmund: Konrad Laimer
Bundesliga 1 November 2026, 07:54
-
Bryan Cristante, Konduktor Sekaligus Finisher di Balik Pesta Gol AS Roma
Liga Italia 1 November 2026, 07:45
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18

