Penonton Menurun, Sepak Bola Italia Rugi Besar
Editor Bolanet | 30 Maret 2012 12:45
- Menurunnya jumlah penonton untuk datang ke Stadion menjadi salah satu penyebab kerugian sepak bola Italia. Menurut laporan yang dibuat oleh Federasi Sepak bola Italia ( bersama dengan Pricewaterhousecoopers dan Arel, sepak bola Italia tercatat menderita kerugian sebesar 428 juta euro pada musim lalu.
Kerugian itu mengalami peningkatan sebesar 80 juta euro, atau 23 persen, dari kerugian musim sebelumnya. Hanya 19 dari 70 klub dari empat divisi teratas yang mampu meraih keuntungan.
Secara keseluruhan, pemasukan dari sepak bola mengalami penurunan, dengan hanya meraup 2,8 miliar euro, yang merupakan penurunan 1,2 persen dari musim sebelumnya.
Divisi teratas, Serie A, mencatatkan mayoritas dari kerugian tersebut (82 persen), meski itu berkurang dua persen dari bagian mereka pada musim 2009/2010. Biaya produksi meningkat 1,5 persen menjadi 2,9 juta euro, yang mengakibatkan kerugian sebesar 428 juta euro.
Bagaimanapun, perlu dicatat bahwa tingkat kenaikan biaya produksi telah berkurang secara signifikan dari 6,8 persen pada musim 2009/2010, dan 6,4 persen pada musim 2008/2009, menjadi hanya 1,5 persen pada saat ini.
Salah satu faktor yang menjadi penyebab meningkatnya kerugian adalah penurunan jumlah penonton, yang mencapai empat persen pada keempat divisi. Tercatat hanya 13,3 juta orang yang memasuki stadion pada musim 2010/2011.
Meningkatnya penurunan jumlah penonton paling banyak terjadi pada divisi terbawah, sementara Serie A hanya mengalami penurunan 2,4 persen, sementara pada divisi keempat terjadi penurunan jumlah penonton mencapai hampir 20 persen.
Hasilnya mereka kehilangan 22,4 juta euro dari pemasukan tiket di sepak bola profesional, dari 275,4 juta euro menjadi 253 juta euro. Penerimaan dari tiket hanya merupakan sepuluh persen dari pemasukan klub-klub Italia.
Stadion rata-rata terisi 56 persen dari kapasitasnya pada pertandingan Serie A. Sementara pada pertandingan-pertandingan Liga Champions persentase tersebut meningkat menjadi 67 persen. (afp/mac)
Kerugian itu mengalami peningkatan sebesar 80 juta euro, atau 23 persen, dari kerugian musim sebelumnya. Hanya 19 dari 70 klub dari empat divisi teratas yang mampu meraih keuntungan.
Secara keseluruhan, pemasukan dari sepak bola mengalami penurunan, dengan hanya meraup 2,8 miliar euro, yang merupakan penurunan 1,2 persen dari musim sebelumnya.
Divisi teratas, Serie A, mencatatkan mayoritas dari kerugian tersebut (82 persen), meski itu berkurang dua persen dari bagian mereka pada musim 2009/2010. Biaya produksi meningkat 1,5 persen menjadi 2,9 juta euro, yang mengakibatkan kerugian sebesar 428 juta euro.
Bagaimanapun, perlu dicatat bahwa tingkat kenaikan biaya produksi telah berkurang secara signifikan dari 6,8 persen pada musim 2009/2010, dan 6,4 persen pada musim 2008/2009, menjadi hanya 1,5 persen pada saat ini.
Salah satu faktor yang menjadi penyebab meningkatnya kerugian adalah penurunan jumlah penonton, yang mencapai empat persen pada keempat divisi. Tercatat hanya 13,3 juta orang yang memasuki stadion pada musim 2010/2011.
Meningkatnya penurunan jumlah penonton paling banyak terjadi pada divisi terbawah, sementara Serie A hanya mengalami penurunan 2,4 persen, sementara pada divisi keempat terjadi penurunan jumlah penonton mencapai hampir 20 persen.
Hasilnya mereka kehilangan 22,4 juta euro dari pemasukan tiket di sepak bola profesional, dari 275,4 juta euro menjadi 253 juta euro. Penerimaan dari tiket hanya merupakan sepuluh persen dari pemasukan klub-klub Italia.
Stadion rata-rata terisi 56 persen dari kapasitasnya pada pertandingan Serie A. Sementara pada pertandingan-pertandingan Liga Champions persentase tersebut meningkat menjadi 67 persen. (afp/mac)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Raphinha Ingin Perpanjang Kontrak dan Pensiun di Barcelona
Liga Spanyol 19 September 2026, 00:15
-
Link Live Streaming Brentford vs Chelsea 19 September 2026
Liga Inggris 18 September 2026, 23:40
-
MU Terpuruk, Michael Carrick Tegaskan Tak Pikirkan Masa Depannya
Liga Inggris 18 September 2026, 23:25
-
Mikel Arteta Bicara Kontrak Baru di Arsenal: Tidak Perlu Khawatir
Liga Inggris 18 September 2026, 22:50
-
Persaingan Asian Games 2026 Womens Basketball: Jepang Mendominasi Grup B Saksikan di Vidio
Basket 18 September 2026, 22:38
-
Dibandingkan Sir Alex Ferguson, Begini Respons Mikel Arteta
Liga Inggris 18 September 2026, 21:40
-
Prediksi BRI Super League: Bhayangkara FC vs Isenmulang 19 September 2026
Bola Indonesia 18 September 2026, 21:14
-
Hasil Madura United vs PSIM: Laskar Sape Kerrab Comeback dan Menang 2-1
Bola Indonesia 18 September 2026, 21:02
-
Wajah Baru Timnas Belanda di Era Xavi Hernandez, Memphis Depay Tidak Dipanggil
Piala Eropa 18 September 2026, 20:34
-
Cristiano Ronaldo Kembali Dipanggil Portugal untuk Nations League
Piala Eropa 18 September 2026, 20:26
-
Daftar Pemain Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Jay Idzes Absen
Tim Nasional 18 September 2026, 20:18
-
Link Live Streaming Opening Ceremony Asian Games 2026 di Vidio
Olahraga Lain-Lain 18 September 2026, 19:42
-
Hasil Voli Putri Asian Games 2026: Indonesia Tunduk dari Jepang, Lolos sebagai Runner-up
Voli 18 September 2026, 19:33
-
Cole Palmer Bangkit di Bawah Xabi Alonso, Kini Kembali ke Timnas Inggris
Liga Inggris 18 September 2026, 19:07
LATEST EDITORIAL
-
Bukan Cuma Ronaldo, 3 Pemain Ini Juga Pernah Membela Real Madrid dan Inter Milan
Editorial 8 September 2026, 20:58
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33

