Bedah Statistik Babak Pertama: Timnas Indonesia Dominan Kuasai Bola, tetapi Vietnam Lebih Mematikan!

Bedah Statistik Babak Pertama: Timnas Indonesia Dominan Kuasai Bola, tetapi Vietnam Lebih Mematikan!
Selebrasi Sandy Walsh usai mencetak gol untuk Timnas Indonesia pada laga Piala AFF 2026 lawan Kamboja (c) Budy Santoso/Kapan Lagi

Bola.net - Timnas Indonesia harus mengakhiri babak pertama dengan situasi yang sulit saat menghadapi Vietnam pada matchday ketiga Grup A Piala AFF 2026. Bermain pada Senin (3/8) malam WIB, Skuad Garuda tertinggal 0-2 akibat dua kesalahan di sisi kanan lini pertahanan.

Vietnam membuka keunggulan melalui Nguyen Van Vi pada menit keenam sebelum Nguyen Hai Long menggandakan skor sembilan menit berselang. Kedua gol lahir dari transisi cepat yang gagal diantisipasi lini belakang Indonesia.

Meski tertinggal dua gol, Indonesia perlahan mampu mengambil alih kendali permainan. Tim asuhan Patrick Kluivert lebih banyak menguasai bola dan mulai menekan pertahanan Vietnam, terutama setelah laga memasuki menit ke-30.

Namun, dominasi penguasaan bola belum mampu dikonversi menjadi peluang berbahaya dalam jumlah banyak. Statistik babak pertama menunjukkan Vietnam tampil jauh lebih efektif dalam memanfaatkan setiap kesempatan yang dimiliki.

Indonesia Unggul Penguasaan Bola, Vietnam Lebih Efisien

Secara statistik, Indonesia mendominasi penguasaan bola dengan catatan 62 persen, sedangkan Vietnam hanya menguasai bola sebesar 38 persen. Skuad Garuda juga mencatatkan 268 umpan akurat dengan tingkat akurasi mencapai 87 persen, lebih tinggi dibanding Vietnam yang membukukan 150 umpan akurat dengan akurasi 78 persen.

Dominasi tersebut belum mampu diterjemahkan menjadi ancaman nyata di depan gawang Vietnam. Indonesia hanya mampu melepaskan satu tembakan tepat sasaran dan dua tembakan yang melenceng dari target sepanjang babak pertama.

Sebaliknya, Vietnam tampil lebih efektif saat memperoleh peluang. Dari lima percobaan tembakan, tiga di antaranya mengarah tepat ke gawang dengan tingkat akurasi tembakan mencapai 60 persen, jauh di atas Indonesia yang hanya 25 persen.

Efektivitas itu menjadi pembeda utama sepanjang 45 menit pertama. Vietnam tidak membutuhkan banyak penguasaan bola untuk mencetak dua gol dan mengendalikan jalannya pertandingan.

Lini Belakang Indonesia Jadi Titik Lemah

Dua gol Vietnam lahir dari eksploitasi sisi kanan pertahanan Indonesia. Gol pertama tercipta setelah salah koordinasi yang dimanfaatkan Nguyen Van Vi, sedangkan gol kedua berawal dari umpan panjang Le Pham Thanh Long yang membebaskan Nguyen Hai Long hingga berhadapan langsung dengan kiper.

Meski demikian, Indonesia menunjukkan peningkatan permainan setelah tertinggal dua gol. Thom Haye, Mitchell Baker, dan Eliano Reijnders beberapa kali menjadi motor serangan, termasuk peluang emas Baker melalui sundulan pada masa injury time yang masih melebar tipis.

Dari aspek pertahanan, kedua tim sama-sama mencatat satu penyelamatan kiper dan satu blok tembakan. Indonesia juga hanya melakukan lima pelanggaran, sedangkan Vietnam tiga kali melanggar, dengan satu kartu kuning menjadi catatan disiplin Skuad Garuda.

Memasuki babak kedua, Indonesia harus meningkatkan efektivitas penyelesaian akhir jika ingin bangkit. Di sisi lain, Vietnam hanya perlu mempertahankan disiplin bertahan dan efektivitas serangan balik untuk menjaga keunggulan dua gol yang telah mereka raih.