Pernah Terpuruk, Marco Giampolo Kini Siap Hadapi Tantangan di Milan
Dimas Ardi Prasetya | 9 Juli 2019 19:29
Bola.net - Pelatih anyar AC Milan Marco Giampaolo menegaskan ia kini siap menghadapi tantangan besar di San Siro meski sebelumnya sempat mengalami keterpurukan dalam karir kepelatihannya.
Giampaolo mulai mengalami karirnya dalam dunia kepelatihan pada tahun 2000. Ia mengawalinya dengan menjadi asisten pelatih di klub Pescara. Jabatan itu terus ia lakoni hingga tahun 2004.
Selepas itu, ia naik pangkat. Ia dipercaya menangani Ascoli hingga tahun 2006. Setelah itu Cagliari memakai jasanya selama satu tahun.
Mulai tahun 2008, Giampaolo dipercaya untuk menangani Siena. Ia bertahan semusim di sana dan kemudian pindah ke Catania pada Mei 2010. Di klub ini ia hanya bertahan hingga Januari 2011.
Pada Juni 2011, Giampaolo diangkat menjadi pelatih kepala Cesena. Namun pada bulan Oktober di tahun yang sama, ia dipecat dari jabatannya.
Pada Juli 2013, Giampaolo mendapat kepercayaan untuk menangani Brescia Namun ia kembali gagal. Per September 2013, ia berpisah dengan klub Serie B tersebut setelah hanya memimpin mereka dalam tujuh laga saja.
Setelah itu ia terjun bebas ke Serie C. Di sana ia menangani Cremonese. Ia menangani klub itu dari September 2014 hingga Juni 2015. Dari 26 laga ia membawa timnya menang sembilan kali, imbang 10 kali dan kalah tujuh kali.
Bangkit
Cremonese sepertinya menjadi awal kebangkitan karir Giampaolo. Setelah itu ia ditunjuk untuk menangani Empoli dan kemudian Sampdoria.
Pelatih yang gemar menggunakan formasi 4-3-1-2 ini menarik banyak perhatian dengan performanya bersama Sampdoria, meski klub itu belum pernah dibawanya meraih trofi juara. Ia pun mengaku senang karena kini kerja kerasnya terbayarkan setelah mendapat kepercayaan untuk menukangi Milan.
Dengan pengalamannya yang panjang dan berliku itu, Giampaolo juga mengaku ia siap menghadapi tantangan besar di Milan.
“Saya memiliki keberanian dan kegilaan untuk memulai lagi di Serie C bersama Cremonese, dengan tujuan untuk kembali ke Serie A," ungkapnya seperti dilansir Football Italia.
“Panggilan Milan telah membuat saya menjadi pria yang bahagia, lima tahun kemudian. Itu hak istimewa bagi saya. Saya siap menerima tantangan ini," tegasnya.
“Ini bukan balas dendam melainkan hasil dari keterikatan yang saya tunjukkan pada pekerjaan saya," sambung pelatih 51 tahun ini.
Layak
Lebih lanjut, Giampaolo mengaku ia merasa senang bisa melatih klub sebesar Milan. Ia juga menegaskan ia memang layak untuk ditunjuk menjadi arsitek Rossoneri.
"Saya benar-benar merasa terhormat untuk bisa melatih Milan, klub yang mulia dengan sejarah yang sangat penting," serunya.
“Bagi saya ini adalah kesempatan besar, saya pikir saya mendapatkannya dengan pengorbanan yang telah saya buat dalam karir saya dan sekarang saya harus membawa semuanya kembali ke lapangan," tegasnya.
“Anda belajar dari kesalahan Anda. Perjalanan ini bak pasang surut bagi saya, saya di sini hari ini dan saya juga percaya saya telah tiba pada usia yang tepat," tandas Giampaolo.
AC Milan meresmikan penunjukan Marco Giampaolo sebagai pelatih pada 20 Juni 2019 kemarin. Ia dikontrak oleh Rossoneri hingga tahun 2021 mendatang.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Luka Modric Akui AC Milan Layak Kalah dari Bologna: Kami Tidak Menduganya
Liga Italia 29 Oktober 2026, 13:10
-
Menang Berkat Dua Gol Bunuh Diri, Cristian Chivu Akui Inter Milan Beruntung
Liga Italia 29 Oktober 2026, 12:45
-
Kalah dari Genoa, Statistik Lini Serang Juventus Kian Mengkhawatirkan
Liga Italia 29 Oktober 2026, 12:23
-
Rapor Pemain Juventus saat Kalah dari Genoa: Kesalahan Pierre Kalulu Berujung Petaka
Liga Italia 29 Oktober 2026, 09:18
LATEST UPDATE
-
Jadwal Liga Inggris di SCTV Pekan Ini, 31 Oktober - 3 November 2026
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 16:32
-
Jadwal Lengkap MotoGP Malaysia 2026 di Sepang, 30 Oktober - 1 November 2026
Otomotif 30 Oktober 2026, 16:06
-
Link Streaming Java United vs Bhayangkara FC di BRI Super League, 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 15:17
-
Prediksi Barcelona vs Alaves 1 November 2026
Liga Spanyol 30 Oktober 2026, 14:26
-
Prediksi Milan vs Inter 1 November 2026
Liga Italia 30 Oktober 2026, 13:29
-
Prediksi Bayern vs Dortmund 1 November 2026
Bundesliga 30 Oktober 2026, 12:31
-
Prediksi Udinese vs Roma 1 November 2026
Liga Italia 30 Oktober 2026, 11:25
-
Prediksi Man City vs Brighton 31 Oktober 2026
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 10:38
-
Prediksi Chelsea vs Man Utd 31 Oktober 2026
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 09:38
-
Prediksi Le Havre vs PSG 31 Oktober 2026
Liga Eropa Lain 30 Oktober 2026, 08:15
-
Sesko Cedera, Ini 5 Striker yang Bisa Direkrut Manchester United pada Januari
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 07:02
-
Cristiano Ronaldo Raih B.O.A.T Award, Mengapa Penghargaan Ini Kontroversial?
Liga Champions 30 Oktober 2026, 06:55
-
Mendalami Kebangkitan Ronald Araujo di Liverpool usia Tinggalkan Barcelona
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 06:48
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18



