Prandelli: Milan Bukan Tim Individual
Editor Bolanet | 24 Februari 2012 17:30
- Pelatih Italia, Cesare Prandelli yakin jika AC Milan lebih kuat dari yang selama ini dikritik, dan menolak teori jika Rossoneri lebih mengedepankan kualitas individu pemainnya.
Milan saat ini memang menguasai puncak klasemen, unggul satu poin dari Juventus, meski calon lawan mereka akhir pekan ini tersebut masih menyimpan satu laga tunda.
Banyak pihak menyebut jika Milan terlalu bergantung pada sosok Zlatan Ibrahimovic, pemain yang tak akan bisa turun dalam laga krusial di San Siro akhir pekan ini karena menjalani sanksi, namun Prandelli punya anggapan berbeda.
Ada banyak pihak yang mengklaim jika Milan bergantung pada individu - saya tak sependapat karena tim mereka bermain amat baik dalam dua musim terakhir, mengumpulkan hasil bagus, kata mantan pelatih itu.
Itu artinya, bahkan dalam sudut pandang taktik saja, semuanya berjalan dengan baik untuk mereka.
Pertandingan fantastis di Liga Champions (di mana Milan menggebuk 4-0) juga mengindikasikan jika mereka bukan hanya tim yang penuh pemain bagus, namun juga dengan organisasi permainan yang sempurna, tandasnya. (foti/row)
Milan saat ini memang menguasai puncak klasemen, unggul satu poin dari Juventus, meski calon lawan mereka akhir pekan ini tersebut masih menyimpan satu laga tunda.
Banyak pihak menyebut jika Milan terlalu bergantung pada sosok Zlatan Ibrahimovic, pemain yang tak akan bisa turun dalam laga krusial di San Siro akhir pekan ini karena menjalani sanksi, namun Prandelli punya anggapan berbeda.
Ada banyak pihak yang mengklaim jika Milan bergantung pada individu - saya tak sependapat karena tim mereka bermain amat baik dalam dua musim terakhir, mengumpulkan hasil bagus, kata mantan pelatih itu.
Itu artinya, bahkan dalam sudut pandang taktik saja, semuanya berjalan dengan baik untuk mereka.
Pertandingan fantastis di Liga Champions (di mana Milan menggebuk 4-0) juga mengindikasikan jika mereka bukan hanya tim yang penuh pemain bagus, namun juga dengan organisasi permainan yang sempurna, tandasnya. (foti/row)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Douvikas, Nama Baru yang Mengancam Para Predator Gol Eropa
Liga Champions 5 November 2026, 12:21
-
Real Madrid dan Keistimewaan Menang pada Menit-menit Akhir
Liga Champions 5 November 2026, 09:42
-
Liverpool Kebobolan dari 3 Bola Mati
Liga Champions 5 November 2026, 09:30
-
Ismail Yuksek, Motor Lini Tengah di Balik Kemenangan Fenerbahce atas Liverpool
Liga Champions 5 November 2026, 09:17
-
Ketika Konstantinos Karetsas Mengubah Arah Pertandingan
Liga Champions 5 November 2026, 09:04
-
Gabriel Veiga, Kreator Kemenangan Telak Porto atas Napoli
Liga Champions 5 November 2026, 08:56
-
Viktor Gyokeres vs Slavia Praha: Gol, Assist, Man of the Match
Liga Champions 5 November 2026, 08:38
-
Enzo Fernandez, Kunci Permainan Man City Saat Kalahkan Leipzig
Liga Champions 5 November 2026, 08:28
-
Erling Haaland Memang Mimpi Buruk Leipzig
Liga Champions 5 November 2026, 08:16
-
Liverpool, Dirk Kuyt, dan Bagaimana Sakitnya Dilukai Mantan
Liga Champions 5 November 2026, 07:51
-
Jude Bellingham, Katalis Kebangkitan Real Madrid di Athena
Liga Champions 5 November 2026, 07:38
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18




