Rafael Leao Dikritik Habis-habisan: Main Semaunya Sendiri, Marah Saat Ditarik Keluar!
Richard Andreas | 16 Maret 2026 12:17
Bola.net - AC Milan harus menerima kekalahan penting saat bertandang ke markas Lazio (0-1) di Stadion Olimpico. Gol tunggal Gustav Isaksen pada babak pertama menjadi penentu kemenangan tuan rumah.
Hasil tersebut membuat posisi Milan semakin tertinggal dalam persaingan papan atas Serie A. Kekalahan itu juga datang pada saat yang krusial karena Inter sebelumnya hanya bermain imbang melawan Atalanta.
Meski begitu, setelah pertandingan, perhatian tidak hanya tertuju pada hasil akhir. Sikap Rafael Leao saat ditarik keluar lapangan juga menjadi bahan pembicaraan.
Insiden Leao dengan Allegri Jadi Sorotan

Milan kalah 0-1 dari Lazio setelah gol Isaksen pada menit ke-26 babak pertama. Kekalahan ini menghentikan momentum Rossoneri yang sebelumnya meraih dua kemenangan beruntun.
Sebelum pertandingan tersebut, Milan sempat menang melawan Cremonese dan juga meraih kemenangan dalam derby melawan Inter. Namun hasil di Olimpico membuat jarak dengan Inter di puncak klasemen melebar menjadi delapan poin.
Momen yang paling banyak dibicarakan terjadi pada menit ke-67. Massimiliano Allegri memutuskan menarik Leao dan memasukkan Fullkrug sebagai penggantinya.
Saat kembali ke bangku cadangan, penyerang asal Portugal itu terlihat melontarkan beberapa kata kepada pelatihnya. Situasi tersebut kemudian menjadi salah satu topik utama dalam analisis pascalaga.
Graziani Kritik Konsistensi Rafael Leao

Mantan striker Italia, Ciccio Graziani, memberikan komentarnya saat membahas pertandingan tersebut dalam program La Domenica Sportiva di Rai. Ia menyoroti performa dan sikap Leao sepanjang pertandingan.
“Ceritanya selalu sama. Dia mempermainkan pikiran kita," ungkap Graziani.
"Kita dibuat terus berpikir dia memiliki potensi untuk menjadi pemain yang benar-benar hebat, tetapi dia seharusnya lebih konsisten dalam penampilannya, membantu rekan setimnya dan membuat dirinya tersedia untuk menerima bola."
Leao Semaunya Sendiri
Graziani juga membandingkan situasi itu dengan pengalaman pribadinya sebagai pemain.
“Dulu, kadang saya kesal kepada rekan setim yang tidak memberi saya bola karena saya sedang dijaga ketat. Namun, dia justru memberikan kesan bahwa jika tidak diberi bola, dia juga tidak benar-benar memintanya; dia bermain ketika dia mau, dia hidup ketika dia mau," lanjut Graziani
Menurutnya, sikap tersebut membuat kontribusi Leao di lapangan kerap sulit diprediksi.
“Kadang kita bertanya-tanya apakah dia benar-benar berada di lapangan atau tidak, seseorang bahkan bercanda mengatakan dia sedang keluar untuk minum kopi.”
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Man City Ditahan West Ham, Pep Guardiola Akui Salah Pilih Pemain
Liga Inggris 16 Maret 2026, 15:25
-
Sassuolo Dijegal Bologna, Jay Idzez Dapat Kritik dari Media Italia: Lalai!
Tim Nasional 16 Maret 2026, 14:16
-
Jelang Piala Dunia 2026: Neymar Akui Nasibnya di Timnas Brasil Belum Jelas
Piala Dunia 16 Maret 2026, 13:43
LATEST EDITORIAL
-
5 Wonderkid Italia yang Bisa Selamatkan Azzurri dari Kutukan Piala Dunia
Editorial 14 Maret 2026, 06:06
-
Starting XI Gabungan PSG dan Chelsea Sepanjang Masa, Siapa Saja Masuk?
Editorial 11 Maret 2026, 21:05
















