Lagi-Lagi Ada Kontroversi VAR di Liga Champions

Lagi-Lagi Ada Kontroversi VAR di Liga Champions
Declan Rice meloloskan diri dari adangan Johnny Cardoso di laga Atletico Madrid vs Arsenal di UCL, Kamis (30/4/2026. (c) AP Photo/Jose Breton

Bola.net - Laga semifinal Liga Champions antara Atletico Madrid dan Arsenal berubah panas di menit-menit akhir akibat keputusan kontroversial wasit. Penalti yang sempat diberikan kepada Arsenal justru dibatalkan setelah tinjauan VAR yang panjang.

Insiden ini terjadi saat pertandingan memasuki 10 menit terakhir, ketika tensi laga sudah berada di titik tertinggi. Keputusan tersebut bukan hanya memicu protes di lapangan, tetapi juga memantik kritik keras setelah peluit akhir dibunyikan.

Momen tersebut kemudian menjadi pusat perhatian, menggeser fokus dari jalannya pertandingan ke perdebatan soal konsistensi penggunaan VAR.

Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.

Kronologi Insiden Eze vs Hancko

Kronologi Insiden Eze vs Hancko

Eberechi Eze dijegal David Hancko di laga Atletico Madrid vs Arsenal di Liga Champions, Kamis (30/04/2026). (c) AP Photo/Jose Breton

Situasi bermula dari skema serangan rapi Arsenal yang melibatkan beberapa pemain kunci. Umpan akhirnya mengarah kepada Eberechi Eze yang berada di dalam kotak penalti.

Bola sedikit terlalu jauh dari jangkauan Eze, sehingga ia harus berebut dengan bek Atletico, David Hancko. Dalam upaya menguasai bola, Eze lebih dulu menyentuhnya sebelum kontak terjadi.

Kaki Hancko kemudian mengenai kaki Eze, membuat pemain Arsenal itu terjatuh. Setelah sempat menilai situasi, wasit Danny Makkelie menunjuk titik putih, menandakan penalti untuk tim tamu.

Protes Atletico dan Intervensi VAR

Protes Atletico dan Intervensi VAR

Pemain Atletico Madrid memprotes keputusan wasit Danny Makkelie di laga melawan Arsenal pada leg pertama semifinal Liga Champions, 30 April 2026. (c) AP Photo/Jose Breton

Keputusan tersebut langsung memicu reaksi keras dari para pemain Atletico. Hancko menjadi yang paling vokal, bahkan menerima kartu kuning akibat protes berlebihan.

Beberapa pemain lain seperti Koke dan Jan Oblak ikut melayangkan keberatan. Di sisi lapangan, pelatih Diego Simeone berulang kali meminta tinjauan VAR.

Tekanan terus meningkat hingga akhirnya VAR yang dipimpin Dennis Higler meminta Makkelie untuk meninjau ulang insiden di monitor pinggir lapangan.

Keputusan Akhir: Penalti Dibatalkan

Keputusan Akhir: Penalti Dibatalkan

Pemain Arsenal, Bukayo Saka (kiri), berduel dengan pemain Atletico Madrid, Johnny Cardoso, dalam laga leg pertama semifinal Liga Champions, Kamis (30/4/2026). (c) AP Photo/Manu Fernandez

Setelah melihat tayangan ulang sebanyak 13 kali dari dua sudut kamera berbeda, Makkelie membuat keputusan mengejutkan. Ia membatalkan penalti yang sebelumnya sudah diberikan.

Keputusan ini diambil setelah proses yang berlangsung sekitar tiga menit lebih. Reaksi pun bermunculan, termasuk dari Eze yang tampak tidak percaya dengan hasil akhir tersebut.

Simeone bahkan terlihat meminta wasit memberikan kartu kepada Eze karena dianggap melakukan simulasi, menambah panas suasana di lapangan.

Reaksi Arteta dan Kritik yang Mencuat

Manajer Arsenal, Mikel Arteta, tidak menyembunyikan kekecewaannya. Ia menilai keputusan tersebut tidak seharusnya diubah.

“Setelah kembali ke ruang ganti, berbicara dengan para pemain dan melihat insiden penalti itu, saya sangat kecewa dan kesal. Itu bertentangan dengan aturan dan mengubah jalannya pertandingan,” ujar Arteta.

Ia menambahkan bahwa kontak yang terjadi sudah cukup jelas dan tidak pantas dibatalkan setelah ditinjau berulang kali.

“Saya sangat marah. Ada kontak yang jelas. Anda tidak bisa membatalkan keputusan seperti itu setelah melihatnya 13 kali. Di level ini, itu benar-benar tidak bisa diterima,” tegasnya.

Sikap Diego Simeone

Di sisi lain, Simeone memberikan pandangannya terkait beberapa keputusan penalti sepanjang laga. Ia meragukan keabsahan penalti pertama yang didapat Arsenal melalui Viktor Gyokeres.

Ia juga memuji VAR yang dianggap jeli dalam mendeteksi handball Ben White sebelum gol penyeimbang dari Julian Alvarez.

Bagi Simeone, rangkaian keputusan tersebut menunjukkan bahwa pertandingan berjalan penuh dinamika dan interpretasi, terutama dalam situasi krusial di kotak penalti.