Reaksi Berkelas McKennie Usai Juventus Gagal Kalahkan Lecce: Tak Perlu Takut, Tak Perlu Minta Maaf
Afdholud Dzikry | 4 Januari 2026 13:24
Bola.net - Juventus pulang dengan satu poin, tapi rasanya seperti menelan kekalahan pahit. Hasil imbang 1-1 kontra Lecce di lanjutan Liga Italia, Minggu (4/1/2026) menyisakan drama kegagalan penalti yang menyesakkan dada di menit akhir.
Rasa frustrasi sempat menyelimuti ruang ganti Bianconeri pasca-peluit panjang dibunyikan. Namun, Weston McKennie menolak membiarkan rekan-rekannya tenggelam dalam penyesalan yang berlarut-larut.
Gelandang asal Amerika Serikat ini menegaskan bahwa satu hasil minor tidak boleh meruntuhkan mentalitas tim yang sedang dibangun. Ia meminta seluruh skuad untuk segera menghapus memori buruk ini dan mengalihkan fokus ke depan.
McKennie juga menyoroti peran barunya di lapangan serta memberikan pembelaan mutlak bagi rekannya, Jonathan David, yang gagal menjadi eksekutor penalti.
Menolak Panik dan Frustrasi

McKennie menyadari sepenuhnya bahwa hasil imbang ini mengecewakan bagi para pendukung. Namun, ia melihat sisi positif dari performa tim secara keseluruhan yang dinilainya cukup solid meski penyelesaian akhir menjadi kendala.
Bagi pemain berusia 26 tahun tersebut, ketakutan adalah musuh terbesar saat ini. Ia menekankan bahwa performa Juventus di laga tersebut seharusnya memberikan dorongan semangat, bukan keraguan.
"Saya tidak berpikir pertandingan ini harus membuat kami takut," tegas McKennie dalam konferensi pers pasca-laga, dilansir dari TuttoJuve.
"Kami memainkan permainan yang bagus. Kami kehilangan umpan terakhir dan penalti bisa gagal dilakukan oleh siapa saja. Itulah sepak bola, Anda harus bangkit dan fokus pada pertandingan berikutnya," tambahnya mencoba menenangkan situasi.
Antara Peluang Hilang dan Langkah Maju

Ketika ditanya awak media apakah hasil imbang ini terasa sebagai peluang emas yang terbuang, McKennie memberikan jawaban yang diplomatis namun jujur. Ada rasa kesal yang tak bisa disembunyikan, tetapi juga kesadaran realistis bahwa kompetisi masih panjang.
"Ya dan tidak," jawabnya mencoba menyeimbangkan perspektif antara kecewa dan optimisme.
"Pertandingan seperti ini bisa membantu Anda naik ke papan atas, jadi tentu saja Anda merasa sedikit frustrasi. Tapi Anda tidak bisa memikirkan peluang yang terlewat. Anda harus terus maju," lanjut gelandang energik tersebut.
Nyaman Perankan Trequartista
Tak hanya soal mentalitas tim, McKennie juga berbicara mengenai peran taktisnya yang lebih ofensif dalam laga tersebut. Ia ditempatkan di posisi yang lebih maju, beroperasi di belakang para penyerang.
Ternyata, peran sebagai trequartista atau penyerang lubang ini sangat dinikmatinya. Ia merasa bisa berkontribusi lebih luas bagi permainan Si Nyonya Tua.
"Ini bukan posisi baru bagi saya," ungkapnya dengan nada percaya diri.
"Saya selalu tersedia untuk pelatih dan tim, dan saya mencoba memberikan 100 persen di mana pun saya bermain. Saya suka peran trequartista karena Anda bisa membantu baik secara defensif maupun ofensif," jelas McKennie.
Pembelaan untuk David
Sorotan paling tajam tentu mengarah pada David yang gagal menuntaskan tugasnya sebagai algojo penalti. Kegagalan itu menjadi kambing hitam di mata banyak pihak atas hilangnya dua poin Juventus.
Namun, McKennie dengan cepat mematikan segala potensi perpecahan di dalam tim. Ia melindungi rekannya itu dan menegaskan bahwa tidak ada satu pun pemain yang perlu merasa bersalah sendirian.
"Dia tidak perlu meminta maaf kepada tim," ujar McKennie membela rekannya.
"Inilah sepak bola. Kami harus mendukungnya dan membuatnya tetap tegak kepala. Dia tidak boleh memikirkannya lagi, mudah-mudahan dia akan mencetak gol di pertandingan berikutnya," pungkasnya penuh harap.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Drama di San Siro: Rafael Leao Disoraki Lagi Meski Milan Tahan Juventus
Liga Italia 27 April 2026, 10:50
-
Pemandu Bakat MU Nonton Laga Juventus vs AC Milan, Siapa yang Diincar?
Liga Inggris 27 April 2026, 10:45
-
Digoyang Isu Skandal Wasit, Inter Milan Hanya Fokus Juara Liga Italia
Liga Italia 27 April 2026, 10:31
LATEST UPDATE
-
Luka Modric Cedera Patah Tulang Pipi, Musim Bersama AC Milan Berakhir
Liga Italia 28 April 2026, 12:24
-
Harry Maguire Akui Laga Lawan Brentford Tidak Mudah
Liga Inggris 28 April 2026, 12:03
-
Harry Maguire Kagum dengan Agresivitas dan Teknik Casemiro
Liga Inggris 28 April 2026, 11:47
LATEST EDITORIAL
-
9 Pelatih Terbaik Chelsea Sejak 2000-an
Editorial 24 April 2026, 15:46
-
7 Kandidat Pengganti Casemiro di Manchester United, Siapa Paling Ideal?
Editorial 22 April 2026, 15:08
















