Reaksi Pelatih Parma Usai Pecundangi AC Milan: Bukan Selebrasi, Pilih Doakan Pemain Rossoneri
Afdholud Dzikry | 23 Februari 2026 06:23
Bola.net - Parma sukses membuat kejutan besar di San Siro. Mereka menaklukkan tuan rumah AC Milan dengan skor 1-0, Minggu (22/2/2026) pada lanjutan Liga Italia.
Hasil ini jadi salah satu kejutan terbesar di Serie A akhir pekan ini. Namun pelatih Parma, Carlos Cuesta, punya sikap yang justru lebih mengejutkan.
Di tengah euforia kemenangan bersejarah, ia memilih bicara soal pemain lawan. Bukan tentang strategi atau gol kemenangan timnya.
Cuesta membuka konferensi pers dengan nada yang sangat rendah hati. Ia meminta semua orang mendoakan Ruben Loftus-Cheek.
Cuesta Utamakan Doa untuk Ruben Loftus-Cheek
Ruben Loftus-Cheek harus ditarik keluar di babak pertama karena cedera. Momen itu jelas terlihat mengkhawatirkan bagi semua yang menyaksikan.
Carlos Cuesta langsung teringat pada situasi tersebut. Ia tak ingin euforia kemenangan melupakan sisi kemanusiaan.
"Saya ingin bicara tentang Loftus-Cheek terlebih dahulu. Saya harap dia baik-baik saja dan pikiran kami tertuju padanya," ujar Carlos Cuesta.
Ucapan itu langsung menjadi pembuka konferensi pers yang penuh kelas. Pelatih asal Spanyol itu menunjukkan sisi sangat terpuji.
Ia juga langsung mengapresiasi kerja keras pemainnya. Menurutnya, hasil ini lahir dari disiplin luar biasa.
Kerja Keras Tanpa Bola Jadi Kunci di San Siro
Meredam gempuran Milan di San Siro bukan perkara mudah. Apalagi selama 90 menit penuh tanpa kebobolan.
Cuesta mengakui betapa sulitnya tugas yang dihadapi timnya. Ia menekankan pentingnya konsentrasi dan organisasi permainan.
"Tidak mudah berkonsentrasi selama menit sebanyak itu melawan tim sekuat ini, di stadion seperti ini," kata Carlos Cuesta.
Timnya sadar akan dominasi penguasaan bola Milan. Namun mentalitas luar biasa ditunjukkan para pemain Parma.
"Mereka pasti akan mendominasi penguasaan bola, jadi kami harus tetap terorganisir. Dan mentalitas yang ditunjukkan skuat ini luar biasa," tambah Carlos Cuesta.
Bola Mati Jadi Senjata Mematikan Parma
Gol kemenangan Parma lahir dari situasi bola mati. Valenti sukses menanduk masuk bola ke gawang Milan.
Cuesta mengonfirmasi bahwa ini bukan kebetulan semata. Timnya memang bekerja keras pada skema bola mati.
"Saat kami bekerja pada bola mati, kami berusaha menyiapkan pemain untuk mencetak gol," jelas Carlos Cuesta.
Pernyataan itu mengindikasikan persiapan matang sebelum laga. Posisi Valenti saat mencetak gol sudah direncanakan.
Hasilnya, satu momen bola mati cukup untuk membungkam San Siro. Efektivitas jadi kunci utama Parma.
Kemenangan Bukan Segalanya bagi Cuesta
Tiga kemenangan beruntun diraih Parma di Serie A. Namun Cuesta tak mau terbawa euforia berlebihan.
Ia ingat betul timnya baru kalah dari Juventus dan Atalanta. Dua pekan lalu, situasi terasa sangat berbeda.
"Permainan berubah dengan cepat. Kami adalah tim yang sama," ujar Carlos Cuesta.
Kekalahan dulu dan kemenangan sekarang tidak mendefinisikan mereka. Yang terpenting adalah konsistensi dalam bekerja.
"Apa yang tergantung pada kami adalah kualitas kerja kami. Kami harus melakukannya lebih banyak dan lebih baik," pungkas Carlos Cuesta.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Hasil Udinese vs Roma: Mengamuk di Babak Pertama, Giallorossi Menang Telak 5-2
Liga Italia 1 November 2026, 05:43
-
Live Streaming AC Milan vs Inter Milan: Jadwal dan Link Nonton
Liga Italia 31 Oktober 2026, 15:16
-
Live Streaming Udinese vs Roma: Jadwal dan Link Nonton
Liga Italia 31 Oktober 2026, 15:11
-
Prediksi Juventus vs Napoli 2 November 2026
Liga Italia 31 Oktober 2026, 14:16
LATEST UPDATE
-
Live Streaming Juventus vs Napoli: Jadwal dan Link Nonton
Liga Italia 1 November 2026, 14:30
-
Live Streaming Liverpool vs Arsenal: Jadwal dan Link Nonton
Liga Inggris 1 November 2026, 13:17
-
Keluarga Hadir di Sepang, Veda Ega Pratama Sukses Raih Podium Kedua
Otomotif 1 November 2026, 12:51
-
Runner Up di Sepang, Veda Ega Pratama Ukir Pencapaian Terbaik di Moto3
Otomotif 1 November 2026, 12:46
-
Klasemen Moto3 2026: Veda Ega Pratama Naik ke Posisi 7
Otomotif 1 November 2026, 12:41
-
Live Streaming Racing Santander vs Madrid: Jadwal dan Link Nonton
Liga Spanyol 1 November 2026, 12:13
-
Hasil Moto3 Malaysia 2026: Maximo Quiles Juara, Veda Ega Pratama Finis Kedua!
Otomotif 1 November 2026, 11:43
-
Live Streaming PSIM vs Borneo FC: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 1 November 2026, 11:18
-
Live Streaming Persib Bandung vs Isenmulang FC: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 1 November 2026, 10:14
-
Batas Waktu untuk Michael Carrick di Manchester United
Liga Inggris 1 November 2026, 09:10
-
Memprediksi Peluang Manchester United Terdegradasi
Liga Inggris 1 November 2026, 09:00
-
Rating Pemain Barcelona vs Alaves: Raphinha dan Yamal 9, Fermin Lopez Tertinggi
Liga Spanyol 1 November 2026, 08:51
-
Rating Pemain Inter Milan usai Kalah 1-3 dari AC Milan: Kebanyakan 6
Liga Italia 1 November 2026, 08:28
-
Rating Pemain AC Milan usai Hajar Inter Milan: Moreira Tertinggi, Maignan Krusial
Liga Italia 1 November 2026, 08:21
-
Man of the Match Milan vs Inter: Diego Moreira
Liga Italia 1 November 2026, 08:03
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18

