Review: Debut Gol Laxalt Nyaris Permalukan Milan
Editor Bolanet | 26 September 2013 03:40
- Hasrat AC Milan untuk membawa pulang tiga poin dari kandang Bologna gagal. Alih-alih menang, Rossoneri hanya mampu bermain imbang 3-3 dini hari tadi. (26/09).
Gol Milan dicetak oleh Andrea Poli (12), (89) dan Ignazio Abate di masa injury time. Sedangkan gol Bologna diciptakan oleh Diego Laxalt (33, 52) dan satu gol dari Jonatan Ezequiel Cristaldo.
Milan hampir saja kalah. Hingga 10 menit sebelum pertandingan berakhir, mereka tertinggal 3-1 oleh tuan rumah. Beruntung di detik-detik akhir Rossoneri selamat dari kekalahan.
Dalam pertandingan tersebut, Laxalt mencetak debut gol untuk Bologna. Ia memborong dua gol namun sayang kemenangan yang sudah di depan mata direnggut di detik detik akhir.
Semangat Milan untuk memperbaiki posisi setelah ditekuk Napoli pada pekan lalu membuat mereka tampil langsung menggebrak. Tak perlu menunggu lama bagi Rossoneri untuk mencuri gol di kandang Bologna. Poli mampu memberikan perubahan untuk timnya di menit ke 12. Kerjasamanya dengan berlangsung apik sebelum Poli menuntaskannya dengan sebuah gol.
Tak mau malu di depan pendukungnya sendiri, Bologna berusaha bangkit. Namun usaha mereka belum menunjukkan titik terang. Baru di menit ke 33 tuan rumah mampu menyamakan kedudukan. Mendapatkan assist dari Cristaldo, Laxalt mampu memperdayai Abbiati.
Babak pertama berjalan cukup menarik. Kedua tim bermain terbuka, peluang juga banyak diciptakan kedua kubu. Meski Milan secara ball possession menguasai, 68% berbanding 32%, namun Bologna mampu menahan gempuran Rossoneri.
Sebuah warning pantas diberikan kepada Milan, dimana mereka harus mewaspadai kreatifitas lini tengah tuan rumah yang digalang oleh Alessandro Diamanti. Dan hingga turun minum, kedudukan imbang tak berubah.
Memasuki babak kedua, Bologna berani menyerang. Mengandalkan Diamanti sebagai kreator serangan, tuan rumah mampu merepotkan tamunya. Dan apa yang ditunggu-tunggu suporter Bologna akhirnya tiba. Lagi-lagi melalui Laxalt, Bologna mampu unggul atas Milan.
Unggul satu gol membuat Bologna bersemangat mengembangkan permainan. Ya, usaha tersebut tak percuma. Cristaldo yang berperan atas terjadinya gol pertama kini menjadi aktor. Memanfaatkan umpan dari Diamanti, pemain yang akrab dipanggil Churry tersebut sukses melesakkan bola ke gawang Rossoneri. 3-1 untuk Bologna.
Milan semakin terpuruk dengan ketertinggalan ini. Mereka berupaya menyerang setidaknya untuk menyamakan kedudukan. Namun usaha tersebut seperti membentur tembok tebal. Bologna disiplin bermain menjaga keunggulan.
Sepuluh menit menjelang berakhirnya waktu normal, Rossoneri terlihat mulai frustasi. Terus-menerus menyerang namun tak kunjung berhasil mencetak gol. Akhirnya usaha tim tamu membuahkan hasil. Tepat di menit ke 89, Robinho sukses memperkecil ketertinggalan timnya.
Dan ternyata dewi fortuna masih menaungi Milan. Dua menit waktu tambahan yang diberikan wasit benar-benar dimanfaatkan dengan baik oleh punggawa Rossoneri. Melalui Abate, tim tamu sukses menjebol gawang Curci dan menggagalkan kemenangan Bologna.
Starting line-up kedua tim:
Bologna (4-3-1-2): Curci, Mantovani, Antonsson, Garics, Morleo, Perez (Krhin 85'), Pazienza (Rocca 65'), Christodoulopoulos (Sorensen 78'), Laxalt, Cristaldo, Diamanti.
Milan (4-3-3): Abbiati, Mexes, Zapata, Abate, Constant, Birsa (Niang 64'), De Jong, Nocerino (Muntari 74'), Poli (Emanuelson 90'), Robinho, Matri. (bola/gag)
Gol Milan dicetak oleh Andrea Poli (12), (89) dan Ignazio Abate di masa injury time. Sedangkan gol Bologna diciptakan oleh Diego Laxalt (33, 52) dan satu gol dari Jonatan Ezequiel Cristaldo.
Milan hampir saja kalah. Hingga 10 menit sebelum pertandingan berakhir, mereka tertinggal 3-1 oleh tuan rumah. Beruntung di detik-detik akhir Rossoneri selamat dari kekalahan.
Dalam pertandingan tersebut, Laxalt mencetak debut gol untuk Bologna. Ia memborong dua gol namun sayang kemenangan yang sudah di depan mata direnggut di detik detik akhir.
Semangat Milan untuk memperbaiki posisi setelah ditekuk Napoli pada pekan lalu membuat mereka tampil langsung menggebrak. Tak perlu menunggu lama bagi Rossoneri untuk mencuri gol di kandang Bologna. Poli mampu memberikan perubahan untuk timnya di menit ke 12. Kerjasamanya dengan berlangsung apik sebelum Poli menuntaskannya dengan sebuah gol.
Tak mau malu di depan pendukungnya sendiri, Bologna berusaha bangkit. Namun usaha mereka belum menunjukkan titik terang. Baru di menit ke 33 tuan rumah mampu menyamakan kedudukan. Mendapatkan assist dari Cristaldo, Laxalt mampu memperdayai Abbiati.
Babak pertama berjalan cukup menarik. Kedua tim bermain terbuka, peluang juga banyak diciptakan kedua kubu. Meski Milan secara ball possession menguasai, 68% berbanding 32%, namun Bologna mampu menahan gempuran Rossoneri.
Sebuah warning pantas diberikan kepada Milan, dimana mereka harus mewaspadai kreatifitas lini tengah tuan rumah yang digalang oleh Alessandro Diamanti. Dan hingga turun minum, kedudukan imbang tak berubah.
Memasuki babak kedua, Bologna berani menyerang. Mengandalkan Diamanti sebagai kreator serangan, tuan rumah mampu merepotkan tamunya. Dan apa yang ditunggu-tunggu suporter Bologna akhirnya tiba. Lagi-lagi melalui Laxalt, Bologna mampu unggul atas Milan.
Unggul satu gol membuat Bologna bersemangat mengembangkan permainan. Ya, usaha tersebut tak percuma. Cristaldo yang berperan atas terjadinya gol pertama kini menjadi aktor. Memanfaatkan umpan dari Diamanti, pemain yang akrab dipanggil Churry tersebut sukses melesakkan bola ke gawang Rossoneri. 3-1 untuk Bologna.
Milan semakin terpuruk dengan ketertinggalan ini. Mereka berupaya menyerang setidaknya untuk menyamakan kedudukan. Namun usaha tersebut seperti membentur tembok tebal. Bologna disiplin bermain menjaga keunggulan.
Sepuluh menit menjelang berakhirnya waktu normal, Rossoneri terlihat mulai frustasi. Terus-menerus menyerang namun tak kunjung berhasil mencetak gol. Akhirnya usaha tim tamu membuahkan hasil. Tepat di menit ke 89, Robinho sukses memperkecil ketertinggalan timnya.
Dan ternyata dewi fortuna masih menaungi Milan. Dua menit waktu tambahan yang diberikan wasit benar-benar dimanfaatkan dengan baik oleh punggawa Rossoneri. Melalui Abate, tim tamu sukses menjebol gawang Curci dan menggagalkan kemenangan Bologna.
Starting line-up kedua tim:
Bologna (4-3-1-2): Curci, Mantovani, Antonsson, Garics, Morleo, Perez (Krhin 85'), Pazienza (Rocca 65'), Christodoulopoulos (Sorensen 78'), Laxalt, Cristaldo, Diamanti.
Milan (4-3-3): Abbiati, Mexes, Zapata, Abate, Constant, Birsa (Niang 64'), De Jong, Nocerino (Muntari 74'), Poli (Emanuelson 90'), Robinho, Matri. (bola/gag)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Resmi! AC Milan Perkenalkan Ruben Amorim Sebagai Pelatih Baru Rossoneri
Liga Italia 16 Juni 2026, 23:31
-
Waduh, Juventus Bakal Ditinggal Sang Bek ke Inggris?
Liga Italia 15 Juni 2026, 23:59
-
Detail Kontrak Ruben Amorim di AC Milan: Gaji Turun Jauh dari di MU?
Liga Italia 15 Juni 2026, 19:05
LATEST UPDATE
-
Piala Dunia 2026: Tampilan Man of the Match Diubah untuk 8 Pemain Muslim
Piala Dunia 21 Juni 2026, 21:48
-
Jude Bellingham Bersinar, Debat Nomor 10 Inggris Mereda
Piala Dunia 21 Juni 2026, 20:49
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Kolombia vs RD Kongo 24 Juni 2026
Piala Dunia 21 Juni 2026, 19:23
-
Laga Ke-1000 Piala Dunia dan Kemenangan Telak Jepang
Piala Dunia 21 Juni 2026, 19:18
-
Piala Dunia 2026: Tiga Tim Tersingkir Lebih Cepat Akibat Aturan Baru FIFA
Piala Dunia 21 Juni 2026, 19:11
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Panama vs Kroasia 24 Juni 2026
Piala Dunia 21 Juni 2026, 18:54
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Inggris vs Ghana 24 Juni 2026
Piala Dunia 21 Juni 2026, 18:28
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Portugal vs Uzbekistan 24 Juni 2026
Piala Dunia 21 Juni 2026, 17:56
-
Selandia Baru dan Mesir Berburu Kemenangan Perdana
Piala Dunia 21 Juni 2026, 17:24
-
Uruguay Berusaha Bangkit, Cape Verde Ingin Melanjutkan Kejutan
Piala Dunia 21 Juni 2026, 16:57
-
Diincar Real Madrid dan Tottenham, Hati Mateus Fernandes Hanya untuk MU
Liga Inggris 21 Juni 2026, 16:30
LATEST EDITORIAL
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55
-
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di Piala Dunia 2026
Editorial 12 Juni 2026, 14:41
-
10 Negara dengan Koleksi Trofi Mayor Terbanyak, Argentina Ungguli Brasil
Editorial 11 Juni 2026, 14:28







