Review: Parma Paksa Inter Tunduk di Tardini
Editor Bolanet | 2 November 2014 04:46
- Inter Milan tumbang 0-2 saat menghadapi di Ennio Tardini pada giornata 10 Serie A 2014/15, Minggu (02/11). Dua gol tuan rumah diborong oleh pemain sayap Paolo De Ceglie.
Inter sejatinya lebih diunggulkan menang. Pasalnya, moral Parma diyakini sedang berada dalam kondisi terburuk menyusul kekalahan beruntun di enam laga terakhir mereka. Namun, gol kilat De Ceglie di lima menit pembuka dan gol keduanya setelah jeda sukses membuat Inter terluka.
Parma pun meraih kemenangan kandang pertama sekaligus kemenangan kedua mereka di Serie A musim ini. Awan gelap sepertinya mulai beranjak pergi dari Tardini. Sementara itu, streak dua kemenangan Inter terputus sampai di sini.
Nahkoda Parma Roberto Donadoni dan pelatih Inter Walter Mazzarri sama-sama menerapkan skema 3-5-2 dalam laga ini. Joel Obi, Gary Medel, Mateo Kovacic, Zdravko Kuzmanovic dan Dodo sanggup menekan lini tengah Parma yang dihuni De Ceglie, Jose Mauri, Francesco Lodi, Afriyie Acquah serta Andrea Rispoli.
Sepanjang babak pertama, Inter menguasai permainan dengan ball possession mencapai 75%. Namun, aliran bola ke lini depan yang ditempati Rodrigo Palacio dan Mauro Icardi selalu terbentur solidnya barisan pertahanan Parma yang digalang kapten Alessandro Lucarelli.
Di lain pihak, meski ditekan habis oleh Inter, Parma ternyata sanggup mengungguli Inter untuk urusan efektivitas serangan. Kalah possession, lewat operan-operan yang lebih direct, terutama kepada Antonio Cassano di depan, Parma membukukan jumlah shots (4) dan shots on target (1) setara dengan milik Inter. Bedanya, shot on target tunggal Parma menghasilkan angka, sedangkan upaya Inter melalui Obi masih mentah.
Gol Parma tercipta ketika laga baru berjalan lima menit. Diawali crossing Rispoli di sektor kanan, bola dilesakkan oleh De Ceglie yang berlari dari sektor kiri dengan sebuah tembakan jarak dekat.
Diwarnai cederanya Massimo Coda, Parma menutup babak pertama dengan keunggulan 1-0.
Babak kedua tidak jauh berbeda dengan paruh pertama. Inter tetap mendominasi permainan lewat kombinasi operan-operannya dan masih saja kesulitan membongkar lini belakang Parma.
Setelah berulang kali mencoba, Inter mendapat peluang emas ketika Kovacic membidik gawang Antonio Mirante dari luar area pada menit 68. Namun, sepakannya hanya membentur mistar.
Di saat Inter semakin gencar menyerang, satu serangan mematikan Parma kembali melukai mereka. Pada menit 76, diawali serangan balik dan tembakan Cassano dari luar area, tercipta scrimmage di dalam kotak penalti Inter. Bola liar disambar oleh De Ceglie dan skor berubah jadi 2-0 untuk Parma.
Parma (3-5-2): Mirante (kuning 70); Felipe (Santacroce 52), Lucarelli (kuning 18), Andrea Costa (kuning 12); De Ceglie (Gobbi 90), Mauri, Lodi, Acquah, Rispoli; Coda (Ghezzal 18), Cassano.
Inter: (3-5-2): Handanovic; Jesus, Vidic, Ranocchia; Dodo (kuning 85), Kuzmanovic (Bonazzoli 73), Kovacic, Medel (Camara 89), Obi (Hernanes 51); Icardi, Palacio.
Statistik Parma - Inter
Inter sejatinya lebih diunggulkan menang. Pasalnya, moral Parma diyakini sedang berada dalam kondisi terburuk menyusul kekalahan beruntun di enam laga terakhir mereka. Namun, gol kilat De Ceglie di lima menit pembuka dan gol keduanya setelah jeda sukses membuat Inter terluka.
Parma pun meraih kemenangan kandang pertama sekaligus kemenangan kedua mereka di Serie A musim ini. Awan gelap sepertinya mulai beranjak pergi dari Tardini. Sementara itu, streak dua kemenangan Inter terputus sampai di sini.
Nahkoda Parma Roberto Donadoni dan pelatih Inter Walter Mazzarri sama-sama menerapkan skema 3-5-2 dalam laga ini. Joel Obi, Gary Medel, Mateo Kovacic, Zdravko Kuzmanovic dan Dodo sanggup menekan lini tengah Parma yang dihuni De Ceglie, Jose Mauri, Francesco Lodi, Afriyie Acquah serta Andrea Rispoli.
Sepanjang babak pertama, Inter menguasai permainan dengan ball possession mencapai 75%. Namun, aliran bola ke lini depan yang ditempati Rodrigo Palacio dan Mauro Icardi selalu terbentur solidnya barisan pertahanan Parma yang digalang kapten Alessandro Lucarelli.
Di lain pihak, meski ditekan habis oleh Inter, Parma ternyata sanggup mengungguli Inter untuk urusan efektivitas serangan. Kalah possession, lewat operan-operan yang lebih direct, terutama kepada Antonio Cassano di depan, Parma membukukan jumlah shots (4) dan shots on target (1) setara dengan milik Inter. Bedanya, shot on target tunggal Parma menghasilkan angka, sedangkan upaya Inter melalui Obi masih mentah.
Gol Parma tercipta ketika laga baru berjalan lima menit. Diawali crossing Rispoli di sektor kanan, bola dilesakkan oleh De Ceglie yang berlari dari sektor kiri dengan sebuah tembakan jarak dekat.
Diwarnai cederanya Massimo Coda, Parma menutup babak pertama dengan keunggulan 1-0.
Babak kedua tidak jauh berbeda dengan paruh pertama. Inter tetap mendominasi permainan lewat kombinasi operan-operannya dan masih saja kesulitan membongkar lini belakang Parma.
Setelah berulang kali mencoba, Inter mendapat peluang emas ketika Kovacic membidik gawang Antonio Mirante dari luar area pada menit 68. Namun, sepakannya hanya membentur mistar.
Di saat Inter semakin gencar menyerang, satu serangan mematikan Parma kembali melukai mereka. Pada menit 76, diawali serangan balik dan tembakan Cassano dari luar area, tercipta scrimmage di dalam kotak penalti Inter. Bola liar disambar oleh De Ceglie dan skor berubah jadi 2-0 untuk Parma.
Parma (3-5-2): Mirante (kuning 70); Felipe (Santacroce 52), Lucarelli (kuning 18), Andrea Costa (kuning 12); De Ceglie (Gobbi 90), Mauri, Lodi, Acquah, Rispoli; Coda (Ghezzal 18), Cassano.
Inter: (3-5-2): Handanovic; Jesus, Vidic, Ranocchia; Dodo (kuning 85), Kuzmanovic (Bonazzoli 73), Kovacic, Medel (Camara 89), Obi (Hernanes 51); Icardi, Palacio.
Statistik Parma - Inter
Ball possession: 30% - 70%
Shots: 11 - 14
Shots on target: 4 - 1
Offsides: 0 - 0
Corners: 5 - 2
Throw ins: 13 - 20
Pelanggaran: 18 - 19
Kartu kuning: 3 - 1
Kartu merah 0 - 0. (bola/gia)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Kabar Buruk bagi Inter, Lautaro Martinez Terancam Absen di Derby Milan
Liga Italia 27 Oktober 2026, 20:46
-
AC Milan Segera Perpanjang Kontrak Christian Pulisic
Liga Inggris 27 Oktober 2026, 19:13
-
Hasil BRI Super League: Kartu Merah Warnai Kemenangan Borneo FC atas PSS
Bola Indonesia 27 Oktober 2026, 17:30
-
Christian Pulisic Sepakat Perpanjang Kontrak di AC Milan hingga 2031
Liga Italia 27 Oktober 2026, 15:02
-
Jadwal Lengkap Serie A 2026/2027
Liga Italia 27 Oktober 2026, 12:31
LATEST UPDATE
-
Link Streaming Liverpool vs Chelsea 29 Oktober 2026
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 23:00
-
KapanLagi Korea Hadirkan Pengalaman Belajar Hangeul yang Seru Bersama Kkuljaem
Lain Lain 28 Oktober 2026, 22:30
-
Perang Dingin Real Madrid dengan Wasit La Liga Terus Berlanjut
Liga Spanyol 28 Oktober 2026, 22:28
-
Newcastle Siap Beri Diskon Jika MU Mau Pekerjakan Eddie Howe
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 22:19
-
Saingi MU, Chelsea Juga Kejar Bek TImnas Inggris Ini
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 21:55
-
Hasil Sempurna Persib di Asia: 5 Laga, 5 Kemenangan, dan Hanya Kebobolan 1 Kali!
Bola Indonesia 28 Oktober 2026, 21:44
-
Dibuang Liverpool, Real Madrid Siap Tampung Alexis Mac Allister
Liga Spanyol 28 Oktober 2026, 21:21
-
Usai Christian Pulisic, AC Milan Bakal Berikan Kontrak Baru untuk Adrien Rabiot
Liga Italia 28 Oktober 2026, 21:08
-
Hasil Persib vs Melbourne Victory: Maung Bandung Masih Sempurna di Asia
Bola Indonesia 28 Oktober 2026, 21:07
-
Tantang Chelsea, MU Siap Diperkuat Sang Jendral Lini Tengah Mereka
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 20:21
-
Bruno Fernandes Baikan dengan Michael Carrick, Siap Starter Lawan Chelsea
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 20:14
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18



