Review: Parma Paksa Seri Inter di Meazza
Editor Bolanet | 9 Desember 2013 04:40
- Memburu tiga angka kala menjamu , hanya mampu mengakhiri laga dengan hasil seri 3-3 dalam lanjutan Serie A giornata ke 15 (9/12).
Ketiga gol Inter dicetak oleh Rodrigo Palacio (44', 54') dan Fredy Guarin (56'). Sedangkan gol Parma berkat aksi Nicola Sansone (11', 59'), dan Marco Parolo (45+1).
Inter mengawali laga dengan misi mempertahankan rekor kemenangan atas Parma. Di awal laga, tujuan tuan rumah hampir saja terwujud saat Palacio mendapatkan peluang di menit ke 3. Sayang, penyerang asal tersebut gagal memanfaatkannya.
Tuan rumah justru kebobolan terlebih dulu saat pertandingan berjalan 11 menit. Sansone menjadi mimpi buruk Nerazzurri. Lepas dari jebakan offside saat menerima umpan dari Marchionni, Sansone mampu menyontek bola dan menjebol gawang Samir Handanovic.
Tertinggal satu gol, Inter meningkatkan intensitas serangan. Mereka pun menguasai jalannya laga. Sepuluh menit setelah gol Sansone, Palacio hampir saja membuat kedudukan menjadi sama imbang. Namun sontekannya masih melambung ke atas mistar gawang. Berkali-kali tuan rumah mendapatkan peluang. Namun usaha mereka selalu menemui kebuntuan. Barulah di akhir babak pertama, Palacio akhirnya berhasil membobol gawang Parma sekaligus menyamakan kedudukan. Sayang, satu menit kemudian, Parolo kembali membawa tim tamu unggul. Hingga turun minum, kedudukan 2-1 untuk Parma.
Memasuki babak kedua, Inter tampaknya tak mau menuai malu di depan pendukungnya sendiri. Usaha mereka untuk menekan semakin ditingkatkan. Di menit ke 54, lagi-lagi Palacio menjadi pahlawan. Tandukannya memanfaatkan umpan dari Ricardo Alvarez sukses menyamakan kedudukan.
Dan dua menit berselang, giliran Guarin yang membawa Inter berada di atas angin. Tendangan kerasnya berhasil membobol gawang tim tamu. Namun, keunggulan tersebut tak bertahan lama. Empat menit setelah Guarin mencetak gol, Sansone lagi-lagi menjadi mimpi buruk Inter. Ia kembali membobol gawang Handanovic dan membuat skor menjadi imbang 3-3.
Dengan kedudukan sama imbang, Inter masih menguasai jalannya laga. Mereka terus menyerang benteng pertahanan Parma. Sebaliknya, tim tamu bermain mengandalkan serangan balik cepat yang cukup membuat para pemain belakang Inter kerepotan. apa yang dilakukan Parma sangat menyulitkan tuan rumah. Mereka begitu efektif melakukan serangan. Beberapa peluang berhasil mereka ciptakan. sayang, keberuntungan masih belum berpihak.
Hingga sepuluh menit menjelang berakhirnya waktu normal, skor 3-3 masih bertahan. Tetapi, tim tamu semakin mengancam tuan rumah. Berkali-kali aksi mereka membuat pertahanan Inter kalang kabut. Serangan mereka bertubi-tubi membuat Nerazzurri bermain bertahan. Namun tak ada gol tercipta. Dan akhirnya peluit panjang tanda berakhirnya laga ditiupkan oleh wasit, pertandinganpun berakhir dengan skor 3-3.
Susunan line-up kedua tim:
Inter (3-5-1-1) Handanovic; Campagnaro, Ranocchia, Juan Jesus; Jonathan (Belfodil 77'), Cambiasso, Kovacic, Alvarez, Zanetti (Nagatomo 70'); Guarin (Taider 88'); Palacio.
Parma (3-4-1-2): Mirante; Cassani, Paletta, Lucarelli; Gobbi, Parolo, Marchionni, Gargano (Acquah 17'), Biabiany, Sansone, Cassano (Amauri 83'). (bola/gag)
Ketiga gol Inter dicetak oleh Rodrigo Palacio (44', 54') dan Fredy Guarin (56'). Sedangkan gol Parma berkat aksi Nicola Sansone (11', 59'), dan Marco Parolo (45+1).
Inter mengawali laga dengan misi mempertahankan rekor kemenangan atas Parma. Di awal laga, tujuan tuan rumah hampir saja terwujud saat Palacio mendapatkan peluang di menit ke 3. Sayang, penyerang asal tersebut gagal memanfaatkannya.
Tuan rumah justru kebobolan terlebih dulu saat pertandingan berjalan 11 menit. Sansone menjadi mimpi buruk Nerazzurri. Lepas dari jebakan offside saat menerima umpan dari Marchionni, Sansone mampu menyontek bola dan menjebol gawang Samir Handanovic.
Tertinggal satu gol, Inter meningkatkan intensitas serangan. Mereka pun menguasai jalannya laga. Sepuluh menit setelah gol Sansone, Palacio hampir saja membuat kedudukan menjadi sama imbang. Namun sontekannya masih melambung ke atas mistar gawang. Berkali-kali tuan rumah mendapatkan peluang. Namun usaha mereka selalu menemui kebuntuan. Barulah di akhir babak pertama, Palacio akhirnya berhasil membobol gawang Parma sekaligus menyamakan kedudukan. Sayang, satu menit kemudian, Parolo kembali membawa tim tamu unggul. Hingga turun minum, kedudukan 2-1 untuk Parma.
Memasuki babak kedua, Inter tampaknya tak mau menuai malu di depan pendukungnya sendiri. Usaha mereka untuk menekan semakin ditingkatkan. Di menit ke 54, lagi-lagi Palacio menjadi pahlawan. Tandukannya memanfaatkan umpan dari Ricardo Alvarez sukses menyamakan kedudukan.
Dan dua menit berselang, giliran Guarin yang membawa Inter berada di atas angin. Tendangan kerasnya berhasil membobol gawang tim tamu. Namun, keunggulan tersebut tak bertahan lama. Empat menit setelah Guarin mencetak gol, Sansone lagi-lagi menjadi mimpi buruk Inter. Ia kembali membobol gawang Handanovic dan membuat skor menjadi imbang 3-3.
Dengan kedudukan sama imbang, Inter masih menguasai jalannya laga. Mereka terus menyerang benteng pertahanan Parma. Sebaliknya, tim tamu bermain mengandalkan serangan balik cepat yang cukup membuat para pemain belakang Inter kerepotan. apa yang dilakukan Parma sangat menyulitkan tuan rumah. Mereka begitu efektif melakukan serangan. Beberapa peluang berhasil mereka ciptakan. sayang, keberuntungan masih belum berpihak.
Hingga sepuluh menit menjelang berakhirnya waktu normal, skor 3-3 masih bertahan. Tetapi, tim tamu semakin mengancam tuan rumah. Berkali-kali aksi mereka membuat pertahanan Inter kalang kabut. Serangan mereka bertubi-tubi membuat Nerazzurri bermain bertahan. Namun tak ada gol tercipta. Dan akhirnya peluit panjang tanda berakhirnya laga ditiupkan oleh wasit, pertandinganpun berakhir dengan skor 3-3.
Susunan line-up kedua tim:
Inter (3-5-1-1) Handanovic; Campagnaro, Ranocchia, Juan Jesus; Jonathan (Belfodil 77'), Cambiasso, Kovacic, Alvarez, Zanetti (Nagatomo 70'); Guarin (Taider 88'); Palacio.
Parma (3-4-1-2): Mirante; Cassani, Paletta, Lucarelli; Gobbi, Parolo, Marchionni, Gargano (Acquah 17'), Biabiany, Sansone, Cassano (Amauri 83'). (bola/gag)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Prediksi Inter vs Napoli 5 September 2026
Liga Italia 4 September 2026, 10:01
-
Sebelum Gabung Juventus, Nick Woltemade Hampir Gabung Barcelona?
Liga Italia 3 September 2026, 22:02
-
Matteo Gabbia Diragukan Tampil Saat AC Milan Hadapi Juventus
Liga Italia 3 September 2026, 11:09
-
Lautaro Martinez Benarkan Minat Barcelona, tetapi Ia Bertahan di Inter Milan
Liga Italia 3 September 2026, 11:03
LATEST UPDATE
-
Tinggalkan Al Hilal, Karim Benzema Tak Akan Gabung Barcelona
Liga Spanyol 5 September 2026, 18:10
-
Link Live Streaming Borneo FC vs Persija Jakarta di BRI Super League 2026/2027
Bola Indonesia 5 September 2026, 17:00
-
Prediksi BRI Super League: Persib vs PSM Makassar 6 September 2026
Bola Indonesia 5 September 2026, 16:00
-
Perasaan Alexander Isak Usai Liverpool Menang Perdana di Premier League
Liga Inggris 5 September 2026, 16:00
-
Prediksi BRI Super League: Java United vs Garudayaksa 6 September 2026
Bola Indonesia 5 September 2026, 15:33
-
Prediksi BRI Super League: Madura United vs Persijap Jepara 6 September 2026
Bola Indonesia 5 September 2026, 15:25
-
Link Live Streaming PSIM vs Persita di BRI Super League 2026/2027
Bola Indonesia 5 September 2026, 15:19
-
Link Live Streaming Persik Kediri vs Dewa United di BRI Super League 2026/2027
Bola Indonesia 5 September 2026, 15:13
-
Link Live Streaming Bhayangkara FC vs Persebaya di BRI Super League 2026/2027
Bola Indonesia 5 September 2026, 15:07
-
Prediksi Juventus vs Milan 7 September 2026
Liga Italia 5 September 2026, 13:44
-
Prediksi Arsenal vs Chelsea 6 September 2026
Liga Inggris 5 September 2026, 13:13
-
Prediksi Valencia vs Barcelona 6 September 2026
Liga Spanyol 5 September 2026, 13:03
LATEST EDITORIAL
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51



