Roma vs Juventus: Pertunjukan Mentalitas Baja dan Kembalinya DNA Si Nyonya Tua
Afdholud Dzikry | 2 Maret 2026 08:30
Bola.net - Pertarungan krusial memperebutkan tiket Liga Champions antara AS Roma dan Juventus, Senin (2/3/2026) dini hari tadi berjalan sangat dramatis.
Laga sengit ini berakhir imbang dengan skor ketat 3-3. Hasil ini berhasil memperpanjang napas Si Nyonya Tua.
Juventus sempat tertinggal jauh 1-3 dari skuad tuan rumah. Namun, mereka menolak menyerah begitu saja di ibu kota.
Pasukan Turin kembali menunjukkan mentalitas baja yang luar biasa. Semangat pantang menyerah ini langsung menjadi sorotan utama.
Drama Enam Gol di Kandang Serigala

Giallorossi sempat di atas angin lewat gol Wesley dan Evan Ndicka. Donyell Malen juga ikut menjebol gawang tim tamu.
Juventus hanya membalas satu kali melalui tendangan voli Francisco Conceicao. Situasi ini jelas sangat mengancam posisi klasemen mereka.
Namun, keajaiban sungguh terjadi menjelang akhir pertandingan. Dua pemain pengganti, Jeremie Boga dan Federico Gatti sukses mencetak gol penyeimbang.
Gatti menyambut assist matang di area tiang jauh gawang lawan. Gol krusial tersebut sukses mengunci skor akhir menjadi 3-3.
"Saya sempat khawatir berada dalam posisi offside," ungkap Gatti kepada DAZN Italia.
"Itu benar-benar gol yang sangat penting. Gol ini menjaga harapan kami tetap hidup," tegas bek andalan tersebut.
Situasi Klasemen Sementara Liga Italia

Hasil imbang ini membuat posisi kedua tim di klasemen sementara sedikit merosot. Perebutan posisi empat besar kini semakin memanas.
AS Roma kini harus rela turun ke peringkat keempat. Sementara itu, Juventus tertahan di posisi keenam klasemen sementara Liga Italia.
Gatti menyadari bahwa ancaman gagal ke Liga Champions sangatlah nyata. Apalagi masih banyak sisa laga penting pada musim ini.
"Masih ada 11 pertandingan tersisa dan kami masih dalam perlombaan," ucap Gatti penuh keyakinan.
"Kekalahan di sini akan membuat Roma unggul tujuh poin," jelasnya menganalisis situasi.
"Jika hal itu terjadi, langkah kami akan menjadi sangat sulit. Bukan hanya Roma, Atalanta dan Como juga ikut bersaing ketat," ingatnya kepada tim.
Karakter Militan yang Anti Kritik
DNA comeback Juventus musim ini memang pantas mendapat apresiasi tinggi. Sebelumnya, mereka juga tampil heroik melawan raksasa Galatasaray.
Meski akhirnya tersingkir, perlawanan militan sepuluh pemain tersebut sangat membanggakan. Mattia Perin sangat memahami keunggulan mentalitas timnya ini.
Perin merasa chemistry dan karakter pantang menyerah adalah aset berharga. Mereka hanya dituntut tampil lebih rapi sejak awal.
"Kami jelas membuktikan bahwa kami memiliki hati, jiwa, dan karakter," tegas kiper Mattia Perin.
"Jika kami lebih efektif saat mendominasi, kami tidak akan butuh banyak comeback ini," jujur Perin.
"Orang-orang boleh mengkritik apa saja tentang taktik kami. Tetapi tidak ada yang bisa mengatakan kami tidak punya karakter," tutupnya dengan sangat bangga.
TAG TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Jadwal Lengkap Balapan Formula 1 2026
Otomotif 2 Maret 2026, 11:25
-
Daftar Lengkap Pembalap Formula 1 2026
Otomotif 2 Maret 2026, 11:25
-
Ditarik Keluar Lawan Crystal Palace, Dua Bek MU ini Alami Cedera?
Liga Inggris 2 Maret 2026, 11:15
-
Bos Crystal Palace Sebut MU Bisa Menang karena Pemain ini Licik!
Liga Inggris 2 Maret 2026, 10:23
LATEST EDITORIAL
-
Boros Tanpa Hasil, 5 Kesalahan Transfer Terbesar Manchester United
Editorial 27 Februari 2026, 16:12
-
10 Kiper Terhebat dalam Sejarah Premier League Menurut Jamie Carragher
Editorial 25 Februari 2026, 16:24
-
5 Klub MLS yang Paling Mungkin Mendatangkan Casemiro
Editorial 25 Februari 2026, 14:47
-
6 Pemain Arsenal yang Kontraknya Habis pada 2027, Siapa Bertahan dan Siapa Dijual?
Editorial 24 Februari 2026, 14:21















