Scudetto untuk Inter Milan?

Gia Yuda Pradana | 19 Januari 2026 04:00
Scudetto untuk Inter Milan?
Selebrasi Lautaro Martinez di pertandingan Udinese vs Inter Milan, Sabtu (17/01/2026). (c) Andrea Bressanutti/LaPresse via AP Photo

Bola.net - Inter Milan terus melaju dengan ritme tinggi di Serie A/Liga Italia musim ini. Kemenangan tipis 1-0 di markas Udinese mempertebal keyakinan bahwa arah perburuan Scudetto kian menguat ke Milano.

Hasil di Udine mengantar Nerazzurri mengoleksi 49 poin dari 21 pertandingan liga. Catatan itu lahir di tengah konsistensi permainan yang terjaga sejak pekan-pekan awal kompetisi.

Advertisement

Inter Milan kini kembali berada pada jalur statistik yang sangat familiar bagi mereka dalam era tiga poin untuk kemenangan. Angka-angka ini tidak sekadar menghiasi klasemen, tetapi memberi konteks historis yang kuat.

1 dari 3 halaman

Konsistensi Poin yang Berulang

Konsistensi Poin yang Berulang

Pelatih kepala Inter Milan, Cristian Chivu, memberi instruksi saat pertandingan Serie A, Kamis (15/1/2026). (c) AP Photo/Luca Bruno

Raihan 49 poin setelah 21 laga menandai kali keempat dalam lima musim terakhir Inter mencapai angka tersebut. Sebelumnya, konsistensi serupa hanya pernah terjadi satu kali sepanjang era tiga poin untuk kemenangan.

Dalam rentang 27 musim sebelum periode itu, Inter hanya empat kali mampu menyamai capaian ini. Perbandingan tersebut menunjukkan adanya lompatan stabilitas yang nyata dalam beberapa tahun terakhir.

Rangkaian hasil musim ini juga mencerminkan kesinambungan proyek tim. Selain itu, ada pula pertumbuhan performa yang membuat mereka lebih matang menghadapi tekanan papan atas.

2 dari 3 halaman

Kemenangan Awal dan Akhir Musim

Kemenangan Awal dan Akhir Musim

Selebrasi penyerang Inter Milan, Francesco Pio Esposito usai mencetak gol ke gawang Lecce pada lanjutan Serie A, 15 Januari 2026. (c) AP Photo/Luca Bruno

Musim ini, Inter membukukan 16 kemenangan dari 21 laga Serie A pertama. Catatan tersebut memiliki bobot besar dalam sejarah klub.

Pada lima kesempatan sebelumnya saat Inter mencatat minimal 16 kemenangan di 21 laga awal liga, musim selalu berakhir dengan Scudetto. Pola itu menghadirkan preseden yang sulit diabaikan.

Contoh terdekat terjadi pada musim 2023/24 ketika awal serupa berujung gelar liga yang diraih dengan dominasi. Saat itu, keunggulan statistik diterjemahkan menjadi konsistensi hingga pekan terakhir.

Memasuki paruh kedua musim, angka-angka ini mengarah pada satu kesimpulan yang jelas. Namun, perjalanan masih menuntut fokus agar keunggulan tidak tergerus.

Bagi tim yang bertekad menghindari kesalahan masa lalu, statistik musim ini lebih dari sekadar penguat mental. Data tersebut berdiri sebagai preseden kuat bahwa ketika Inter Milan mencapai tolok ukur ini, gelar liga biasanya tidak terlepas dari genggaman.

Sumber: Sempre Inter

LATEST UPDATE