Setelah 135 Hari, Cerita Jonathan David Cetak Gol Pertamanya untuk Juventus di Serie A
Asad Arifin | 7 Januari 2026 18:37
Bola.net - Jonathan David akhirnya mengakhiri penantian panjangnya bersama Juventus. Gol yang ia cetak ke gawang Sassuolo menjadi momen pelepas beban besar di Serie A.
Striker asal Kanada itu mencatatkan namanya di papan skor dalam kemenangan 3-0 Juventus atas Sassuolo, Rabu (7/1) dini hari WIB. Gol tersebut mengakhiri catatan 135 laga tanpa gol di kompetisi liga.
Tak hanya mencetak gol, David juga menyumbang satu assist. Kontribusi ini datang di tengah sorotan tajam terhadap performanya dalam beberapa pekan terakhir.
Momen itu terasa istimewa karena lahir di saat David berada dalam tekanan. Respons rekan setim Juventus pun menjadi gambaran kuatnya solidaritas di ruang ganti.
Gol yang Menghapus Tekanan

Jonathan David kembali dipercaya menjadi starter untuk laga kedua beruntun. Kepercayaan itu datang meski ia baru saja mendapat kritik keras usai gagal mengeksekusi penalti saat melawan Lecce.
Namun, kepercayaan tersebut dibayar tuntas. David tampil efektif dan akhirnya mencetak gol ketiga Juventus pada laga tersebut, sekaligus memutus paceklik panjangnya di Serie A.
Reaksi setelah gol itu mencuri perhatian. Seluruh pemain Juventus berlari menghampirinya, termasuk pemain cadangan dan staf pelatih yang ikut masuk ke lapangan.
Momen tersebut menunjukkan bahwa gol David bukan sekadar catatan statistik. Itu adalah pelepasan emosi kolektif dari tim yang berdiri di belakangnya sejak awal.
Perlindungan dari Ruang Ganti

Pelatih Juventus, Luciano Spalletti, menegaskan bahwa skuadnya bersatu melindungi David dari tekanan eksternal. Ia menilai empati tim menjadi faktor penting dalam kebangkitan sang striker.
“Jadi ketika Anda menerima semua hinaan dan komentar itu, saya akan terkejut jika tim tidak bertindak sebagai perisai untuk melindunginya," kata Spalletti.
"Dia merasakan itu selama beberapa hari terakhir, dan menampilkan performa hebat malam ini. Melihat dia juga mencetak gol, itu hanya menegaskan betapa banyak teman yang dia miliki di ruang ganti," sambungnya.
Bagi David, rasa 'terlindungi' itu menjadi fondasi penting. Ia bermain lebih lepas dan mampu mengeksekusi peluang dengan keyakinan penuh.
Momen Kecil yang Jadi Titik Balik

Menariknya, gol David datang tak lama setelah diskusi kecil di pinggir lapangan. Mikrofon menangkap percakapan antara Spalletti dan asistennya, Marco Domenichini. Mereka punya rencana untuk mengganti David.
“Haruskah kita memasukkan Openda untuk David?” terdengar Domenichini bertanya kepada Spalletti dikutip dari Football Italia.
Diskusi itu terjadi beberapa saat sebelum David menciptakan assist brilian untuk Miretti. Kurang dari dua menit kemudian, ia mencetak golnya sendiri.
Momen ini menjadi titik balik simbolis. David menjawab keraguan dengan kontribusi nyata di lapangan. Dia memberi bukti pada rekan satu timnya yang memberikan cinta untuknya.
Sumber: Football Italia
Baca Ini Juga:
- Adrien Rabiot, Rekrutan Rp137 Miliar yang Mengubah Wajah AC Milan
- AC Milan yang Pragmatis, Inter Milan yang Proaktif
- Tolak Chelsea dan MU, Mike Maignan Akhirnya Pilih Gaji Sederhana di AC Milan?
- AC Milan Paksa Cagliari Bertekuk Lutut, Filosofi Permainan Allegri Terlihat Secara Utuh
- AC Milan dan Pola Mencetak Gol dari Shot on Target Pertama
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
AC Milan Kalah, Kenapa Leao dan Pulisic Tidak Jadi Starter?
Liga Italia 7 April 2026, 09:15
-
Juventus Menang Tapi Spalletti Ngamuk: Ini Bukan Versi Terbaik Kami!
Liga Italia 7 April 2026, 09:07
-
Mengapa Dusan Vlahovic Tidak Main Saat Juventus Kalahkan Genoa?
Liga Italia 7 April 2026, 08:53
LATEST UPDATE
-
Real Madrid Serius Kejar Michael Olise
Liga Spanyol 9 April 2026, 21:04
-
Statistik Bicara: Vinicius Junior Lebih Tajam Bersama Arbeloa
Liga Spanyol 9 April 2026, 20:37
LATEST EDITORIAL
-
5 Kandidat Pelatih Baru Real Madrid Jika Alvaro Arbeloa Pergi
Editorial 9 April 2026, 17:45
-
9 Nama Besar yang Pernah Berseragam Real Madrid dan Bayern Munchen
Editorial 7 April 2026, 15:34
-
9 Calon Pengganti Enzo Fernandez Jika Chelsea Melepas Sang Gelandang
Editorial 6 April 2026, 21:25











