Setelah Newcastle, Arab Saudi Bakal Beli Inter Milan?
Asad Arifin | 4 Maret 2022 10:21
Bola.net - Arab Saudi Public Investment Fund [PIF] disebut membuka kemungkinan untuk membeli Inter Milan. Jika kabar itu benar, maka Inter Milan akan menjadi klub kedua yang dimiliki PIF setelah Newcastle United.
Inter Milan di bawah kendali Suning Grup mampu mencapai prestasi bagus. Musim 2020/2021 lalu, Inter sukses mengakhiri dominasi Juventus di Serie A. Tapi, di balik itu, ada kondisi yang sulit.
Inter mengalami krisis finansial yang cukup akut. Gaji pemain sempat telat dibayarkan musim lalu. Lalu, saat bursa transfer dibuka, Inter melepas dua aset penting yakni Romelu Lukaku dan Achraf Hakimi.
Kondisi Inter saat ini sedikit lebih baik dibanding akhir musim lalu. Lantas, apakah benar Inter Milan akan dijual Suning Grup ke PIF? Simak artikel lengkapnya di bawah ini ya Bolaneters.
PIF Bakal Beli Inter Milan?
Suning Grup sulit melakukan investasi ke Inter Milan secara maksimal. Sebab, lantaran pandemi Covid-19, pemerintah China punya aturan ketat tentang investasi ke luar negeri. Hal inilah yang menjadi salah satu alasan mengapa Suning Grup disebut akan melepas Inter Milan.
Di sisi lain, PIF baru saja mendapat sukses besar di Inggris. Manuver untuk membela Newcastle sempat terhambat dan mendapat penolakan pada musim 2020/2021. Tapi, kini PIF resmi menjadi pemilih utama Newcastle.
Setelah Newcastle, PIF disebut akan meluncurkan investasi lain di sepak bola. Mereka dilaporkan siap mengambil alih saham mayoritas Inter Milan yang kini dipegang Suning Grup.
"Saya tidak tahu rumor itu datang dari mana, tapi Anda bisa menanyakan itu pada PIF," ucap Amanda Staveley, co-owner Newcastle yang sekaligus salah satu orang penting di balik sukses PIF.
Benarkah Inter Milan Bakal Dijual?

Krisis finansial di Inter Milan memang cukup pelik. Tapi, pihak Suning Grup beberapa kali memberi bantahan bakal akan melepas klub. Tapi, Suning Grup juga diyakini tidak menutup pintu bagi investor baru.
Sementara itu, ketika klub melepas Lukaku ke Chelsea, fans Inter sangat kesal. Mereka membentangkan spanduk 'Zhang: The Times is Over' dan meminta pihak Suning Grup untuk melepaskan kepemilikan saham saham mayoritas mereka.
Sementara, kehadiran PIF membuat Newcastle sebagai klub yang mulai diperhitungkan. Pada bursa transfer Januari 2022 lalu, Newcastle menjadi klub dengan pengeluaran tertinggi di Premier League.
Klasemen Premier League
Sumber: Football Italia
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Cristiano Ronaldo Menang Telak di Meja Hijau: Juventus Harus Bayar Rp165 Miliar
Liga Italia 19 Januari 2026, 21:54
-
Update Saga Mike Maignan: Ada Kabar Positif dari AC Milan
Liga Italia 19 Januari 2026, 21:53
-
Debut Sempurna Donyell Malen di AS Roma: Gol, 3 Poin, dan Pujian Gasperini
Liga Italia 19 Januari 2026, 14:57
-
Alexis Saelemaekers: Bikin Assist Mahal untuk Fullkrug, Keluar Lapangan Pincang
Liga Italia 19 Januari 2026, 14:39
-
Niclas Fullkrug: Gol Debut, Assist Mimpi, dan Pengakuan 100 Persen Bahagia di Milan
Liga Italia 19 Januari 2026, 14:29
LATEST UPDATE
-
Conte Puji Hojlund Setinggi Langit, Tapi Emosi Jiwa Soal Jadwal Liga Champions
Liga Champions 20 Januari 2026, 12:11
-
Daftar Transfer Resmi Premier League Januari 2026
Liga Inggris 20 Januari 2026, 12:09
-
Ingat 2 Trofi UCL! Arbeloa Semprot Fans Madrid yang Hobi Cemooh Vinicius Jr
Liga Champions 20 Januari 2026, 11:17
-
Siulan Suporter di Bernabeu Cuma Bikin Real Madrid Lemah
Liga Spanyol 20 Januari 2026, 11:03
-
Bersama Michael Carrick, MU Diyakino Sanggup Tembus Liga Champions
Liga Inggris 20 Januari 2026, 10:40
-
Rahasia Carrick Bisa Bawa MU Kalahkan Manchester City: Ubah Pola Latihan Setan Merah
Liga Inggris 20 Januari 2026, 10:30
LATEST EDITORIAL
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06
-
5 Kekalahan Terburuk Real Madrid di Copa del Rey Abad Ini
Editorial 16 Januari 2026, 10:19
-
5 Kandidat Pelatih Real Madrid Musim Depan: Zidane, Klopp, Siapa Lagi?
Editorial 15 Januari 2026, 07:26









