Shin Guard Pemicu Gelut Paulo Dybala dan Matteo Guendouzi
Asad Arifin | 7 April 2024 03:59
Bola.net - Selalu ada cerita menarik di balik laga derbi, termasuk Derbi della Capitale. Kali ini, duel antara AS Roma dan Lazio itu diwarnai dengan friksi panas antara Paulo Dybala dan Matteo Guendouzi.
AS Roma bertemu Lazio pada laga pekan ke-31 Serie A, Sabtu (6/4/2024) malam WIB. Laga derbi yang digelar di Stadion Olimpico itu berakhir dengan skor 1-0 untuk kemenangan Roma.
Gol kemenangan pasukan Daniele De Rossi itu tercipta pada menit ke-42, dari aksi Gianluca Mancini.
Bagi Roma, ini adalah kemenangan yang sangat penting. Sebab, pada empat derbi sebelumnya, Il Lupi selalu gagal menang atas Lazio. Namun, layaknya derbi, selalu ada tensi panas antara pemain kedua kubu.
Simak ulasan lebih lengkapnya di bawah ini ya Bolaneters.
Shin Guard Pemicu Amarah Guendouzi

Derbi della Capitale berjalan panas. Ada beberapa friksi antarpemain. Lima pemain Roma menerima kartu kuning, plus sang pelatih De Rossi. Dari kubu Lazio, ada tiga pemain yang dapat kartu kuning.
Namun, keributan paling menarik terjadi antara Dybala dan Guendouzi. Kedua pemain dilaporkan beberapa kali terlibat adu mulut, bahkan saling dorong, dan kontak fisik.
Pada satu momen, Dybala melakukan aksi yang memicu amarah Guendouzi. Dybala melepas shin guard-nya. Lalu diarahkan pada Guendouzi. Itu adalah shin guard bergambar momen kemenangan Dybala di Piala Dunia 2022, dengan mengalahkan Prancis dan Guendouzi di final.
Tensi antara Dybala dan Guendouzi sangat panas. Dybala melakukan selebrasi di depan Guendouzi. Lalu, Guendouzi menerobos barisan pemain Roma, mencari keberdaan Dybala di lorong menuju ruang ganti.
Penebusan 'Dosa' De Rossi

De Rossi, pelatih Roma, juga menjalani derbi yang emosional. Bagi De Rossi, derbi kali ini adalah penebusan atas 'dosa' yang dibuatnya pada laga derbi edisi 2019 lalu. Pada derbi terakhirnya sebagai pemain, De Rossi kalah dengan skor 3-0.
"Agak berbeda sebagai pelatih, Anda tahu bahwa kekalahan cenderung lebih membebani pelatih. Kami merasakan tekanan luar biasa," kata De Rossi kepada DAZN.
"Tekanannya lebih buruk sebagai pelatih, karena setidaknya sebagai pemain saya bisa berlarian dan melepaskan tenaga, melakukan sesuatu. Di pinggir lapangan, saya tanya kepada ofisial keempat apakah waktu sudah berhenti, karena rasanya waktu tidak akan pernah berlalu," kata De Rossi.
Sumber: DAZN
Klasemen Serie A 2023/2024
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Resep AC Milan Bekuk Lecce: Ruben Amorim Belajar dari Kesalahan di MU!
Liga Italia 21 September 2026, 11:30
-
Juventus Kembali ke Jalur Kemenangan, Spalletti: Syukurlah!
Liga Italia 21 September 2026, 10:45
-
Man of the Match AC Milan vs Lecce: Christian Pulisic
Liga Italia 21 September 2026, 05:20
LATEST UPDATE
-
Daftar Pelatih FIFA ASEAN Cup 2026: Hanya Malaysia dan Singapura yang Andalkan Pelatih Lokal
Tim Nasional 23 September 2026, 17:44
-
Persija Resmi Rekrut Marselino Ferdinan, Dikontrak 2 Tahun
Bola Indonesia 23 September 2026, 17:09
-
Bekuk Thailand, Tim Beregu Putra Indonesia Lolos ke Final Badminton Asian Games 2026
Bulu Tangkis 23 September 2026, 16:38
-
Fimelahood Playdate Hadirkan Dino Rescue Adventure, Cara Seru Asah Motorik Anak
Lain Lain 23 September 2026, 16:25
-
Manchester United Bakal Impor Bek Baru dari Italia?
Liga Inggris 23 September 2026, 16:20
-
Pengakuan Jujur Tijjani Reijnders: Pindah ke Arab demi Uang!
Liga Inggris 23 September 2026, 16:00
-
Start MU Lambat karena Bruno Fernandes Memble?
Liga Inggris 23 September 2026, 15:40
LATEST EDITORIAL
-
Bukan Cuma Ronaldo, 3 Pemain Ini Juga Pernah Membela Real Madrid dan Inter Milan
Editorial 8 September 2026, 20:58
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33





