Striker Juventus Mandul, tapi Mereka Tak Sendirian di Serie A
Aga Deta | 29 Oktober 2025 14:40
Bola.net - Juventus kembali kesulitan menemukan konsistensi di lini serang musim ini. Meskipun memiliki deretan penyerang berbakat, produktivitas gol mereka tetap rendah.
Di bawah asuhan Igor Tudor, Bianconeri melakukan banyak eksperimen untuk memperbaiki efektivitas serangan. Pelatih asal Kroasia itu kerap merotasi penyerangnya demi menemukan kombinasi terbaik.
Namun, upaya tersebut tidak memberikan hasil yang diharapkan. Juventus bahkan mengakhiri era Tudor dengan catatan empat laga tanpa satu pun gol tercipta.
Kemandulan ini membuat klub berada dalam tekanan besar untuk segera bangkit. Kini, tantangan mereka adalah menemukan sosok yang bisa memimpin lini depan dengan konsisten.
Tantangan Menemukan Pencetak Gol Andal

Sebelum jendela transfer ditutup, Juventus mendatangkan Lois Openda untuk memperkuat serangan. Ia bergabung dengan Dusan Vlahovic dan Jonathan David dalam trio yang dianggap menjanjikan di atas kertas.
Kombinasi ketiganya sempat menimbulkan harapan besar di kalangan pendukung. Namun, hingga kini mereka belum mampu menampilkan kolaborasi yang produktif di lapangan.
Minimnya gol membuat banyak pendukung mulai bertanya-tanya soal efektivitas sistem permainan. Juventus sering menciptakan peluang, tetapi kurang tajam dalam penyelesaian akhir.
Kondisi ini menjadi penyebab utama menurunnya performa klub dalam beberapa pertandingan terakhir. Tanpa ketajaman di lini depan, kemenangan pun semakin sulit diraih.
Tren Striker Mandul di Serie A

Krisis gol ternyata bukan hanya terjadi di Juventus. Menurut Tuttomercatoweb, daftar pencetak gol terbanyak Serie A musim ini menunjukkan fenomena yang tidak biasa.
Riccardo Orsolini memimpin daftar top skor dengan lima gol, padahal ia bukan seorang striker murni. Christian Pulisic dan Kevin De Bruyne, dua pemain yang berposisi sebagai gelandang serang, justru mengikuti di bawahnya.
Situasi ini menandakan adanya tren melemahnya peran penyerang tradisional di Serie A. Banyak klub kini mengandalkan kreativitas dari pemain tengah atau sayap untuk mencetak gol.
Bagi Juventus, hal ini menjadi sinyal bahwa mereka perlu beradaptasi. Berbagi tanggung jawab mencetak gol dengan lini tengah bisa menjadi solusi untuk mengakhiri tren negatif ini.
Sumber: juvefc.com
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Selain Mateus Fernandes, MU Juga Kejar Gelandang Premier League Ini?
Liga Inggris 17 Juni 2026, 20:53
-
Manchester United Hidupkan Lagi Minat Pada Pemain Everton Ini
Liga Inggris 17 Juni 2026, 20:00
LATEST UPDATE
-
Tempat Menonton Inggris vs Kroasia di Piala Dunia 2026, 17 Juni 2026
Piala Dunia 18 Juni 2026, 02:00
-
Alasan Banyak Pemain Memakai Sepatu Pink di Piala Dunia 2026
Piala Dunia 17 Juni 2026, 23:57
-
Bruno Fernandes dan Alasan Namanya Diucapkan Berbeda di Piala Dunia 2026
Piala Dunia 17 Juni 2026, 23:49
-
Piala Dunia 2026: Suporter Skotlandia Jadi yang Paling Menonjol
Piala Dunia 17 Juni 2026, 23:03
-
Tempat Menonton Portugal vs Kongo di Piala Dunia 2026, 18 Juni 2026
Piala Dunia 17 Juni 2026, 23:00
-
Link Streaming Piala Dunia 2026: Ghana vs Panama, 18 Juni 2026
Piala Dunia 17 Juni 2026, 22:41
-
Link Streaming Piala Dunia 2026: Inggris vs Kroasia, 17 Juni 2026
Piala Dunia 17 Juni 2026, 22:30
-
Link Streaming Piala Dunia 2026: Portugal vs Kongo 18 Juni 2026
Piala Dunia 17 Juni 2026, 22:18
-
Selain Mateus Fernandes, MU Juga Kejar Gelandang Premier League Ini?
Liga Inggris 17 Juni 2026, 20:53
-
Manchester United Hidupkan Lagi Minat Pada Pemain Everton Ini
Liga Inggris 17 Juni 2026, 20:00
LATEST EDITORIAL
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55
-
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di Piala Dunia 2026
Editorial 12 Juni 2026, 14:41
-
10 Negara dengan Koleksi Trofi Mayor Terbanyak, Argentina Ungguli Brasil
Editorial 11 Juni 2026, 14:28






