Bocoran dari Mantan Bos! Ancelotti Jelaskan Mengapa Era Baru Real Madrid Butuh Waktu Setelah Ada Mbappe

Bocoran dari Mantan Bos! Ancelotti Jelaskan Mengapa Era Baru Real Madrid Butuh Waktu Setelah Ada Mbappe
Penyerang Real Madrid, Kylian Mbappe. (c) AP Photo/Francisco Macia

Bola.net - Carlo Ancelotti mengenang periode terakhirnya bersama Real Madrid sebelum meninggalkan Santiago Bernabeu. Pelatih asal Italia itu kini menangani tim nasional Brasil, tetapi masih menaruh perhatian besar pada mantan klubnya.

Dalam wawancara dengan Radio MARCA, Ancelotti menyinggung perubahan besar yang terjadi di Real Madrid pada musim panas 2024. Kedatangan Kylian Mbappe dan kepergian sejumlah pemain senior disebutnya menjadi titik awal masa transisi bagi klub.

Menurut Ancelotti, perubahan tersebut tidak hanya berdampak pada taktik di lapangan. Pergantian generasi juga memengaruhi dinamika dan keseimbangan di dalam ruang ganti tim.

Kedatangan Mbappe dan Hilangnya Generasi Lama

Kedatangan Mbappe dan Hilangnya Generasi Lama

Ekspresi Kylian Mbappe dalam laga La Liga antara Real Madrid vs Rayo Vallecano, Minggu (1/2/2026). (c) AP Photo/Manu Fernandez

Kylian Mbappe akhirnya bergabung dengan Real Madrid pada 2024 setelah lama dikaitkan dengan klub tersebut. Meski sempat mengalami awal yang tidak mudah, penyerang asal Prancis itu mampu menutup musim dengan performa impresif.

Sepanjang musim, Mbappe mencatatkan 49 kontribusi gol dalam 58 pertandingan di semua kompetisi. Ia mencetak 44 gol dan menambahkan lima assist untuk Real Madrid.

Performa tersebut membuatnya menjadi pencetak gol terbanyak La Liga dengan 31 gol. Mbappe juga melampaui rekor Cristiano Ronaldo sebagai pemain Real Madrid dengan jumlah gol terbanyak pada musim debut di La Liga.

Ancelotti menjelaskan bahwa perubahan besar dalam skuad terjadi bersamaan dengan kedatangan Mbappe. Selain pensiunnya Toni Kroos, beberapa pemain penting dari generasi lama juga mulai meninggalkan atau berkurang perannya.

“Sepak bola berubah hanya karena beberapa hal kecil dan dengan itu kimia tim juga ikut berubah. Ini bukan hanya soal suasana, bukan sekadar mengganti Kroos dengan Mbappe," kata Ancelotti.

“Pada tahun yang sama Nacho pergi, Carvajal mengalami cedera, dan Modric bermain lebih sedikit. Generasi lama yang menciptakan suasana luar biasa di ruang ganti sudah tidak ada lagi, dan generasi baru harus masuk untuk menunjukkan karakter, kepribadian, dan menjadi contoh.”

“Itu tidak bisa terjadi hanya dengan satu klik, semuanya membutuhkan waktu.”

Mbappe Tetap Bersinar di Real Madrid

Mbappe Tetap Bersinar di Real Madrid

Penyerang Real Madrid, Kylian Mbappe beraksi di laga melawan Rayo Vallecano, 2 Februari 2026 lalu. (c) AP Photo/Manu Fernandez

Meski Mbappe tampil produktif, Real Madrid gagal mempertahankan gelar Liga Champions dan La Liga pada musim tersebut. Klub menutup musim tanpa meraih trofi besar.

Setelah musim berakhir, Ancelotti meninggalkan Real Madrid dan posisinya sempat diisi oleh Xabi Alonso. Namun Alonso hanya bertahan beberapa bulan sebelum digantikan oleh pelatih saat ini, Alvaro Arbeloa.

Ancelotti menegaskan bahwa performa individu Mbappe tidak menjadi masalah. Ia menilai penyerang Prancis itu tetap menunjukkan kontribusi besar meskipun tim mengalami kesulitan secara keseluruhan.

“Mbappe tampil fantastis, mencetak sekitar 50 gol. Tim mengalami kesulitan untuk meraih gelar karena dalam sepak bola segalanya ditentukan oleh detail kecil, dan ketika Anda mengubah sesuatu tidak selalu semuanya berjalan baik," sambung Ancelotti.

Ia juga menegaskan bahwa Real Madrid sedang memasuki fase perubahan generasi yang membutuhkan waktu.

“Generasi baru Real Madrid ini membutuhkan waktu untuk membangun warisannya.”

Hubungan Ancelotti dengan Real Madrid Tetap Dekat

Kini setelah memimpin tim nasional Brasil, Ancelotti tetap mengikuti perkembangan Real Madrid dari jauh. Ia mengaku masih menjaga komunikasi dengan sejumlah pemain dan pihak klub.

Ia bahkan sempat menghubungi beberapa orang di klub setelah kemenangan penting Real Madrid di Liga Champions. Hubungan emosional antara pelatih asal Italia itu dan Los Blancos disebutnya masih sangat kuat.

“Saya juga berbicara dengan para pemain. Beberapa hari lalu saya berbicara dengan Rodrygo untuk menanyakan kabarnya. Jadi ya, saya masih berhubungan," ujar pelatih asal Italia tersebut.

“Saya juga memberi selamat kepada klub dan presiden setelah pertandingan melawan Manchester City. Saya selalu menonton untuk melihat Madrid menang.”