Sudah Unggul, Nyaris Buyar! 5 Pelajaran Penting AC Milan usai Drama di Kandang Pisa
Dimas Ardi Prasetya | 15 Februari 2026 20:14
Bola.net - AC Milan sukses meraih kemenangan penting saat bertandang ke markas Pisa pada pekan ke-25 Serie A 2025/2026. Dalam duel yang digelar di Stadion Arema Garibaldi, Sabtu (14/02/2026), Rossoneri menang tipis 2-1.
Kemenangan ini tidak diraih dengan mudah meski Milan datang dengan persiapan matang usai jeda sepuluh hari. Gol penentu baru lahir pada menit ke-85 lewat aksi veteran Luka Modric.
Milan sempat unggul lebih dulu melalui sundulan Ruben Loftus-Cheek pada menit ke-39. Namun, Felipe Loyola menyamakan skor di menit ke-71 dan membuat laga kembali terbuka.
Situasi semakin menegangkan ketika Adrien Rabiot mendapat kartu merah pada menit 90+2. Meski harus bermain dengan 10 orang di akhir laga, Milan tetap mampu mengamankan tiga poin penting dalam persaingan Scudetto.
Evaluasi Lini Belakang Milan

Lini belakang Milan menampilkan performa yang tidak sepenuhnya konsisten sepanjang pertandingan. Mereka gagal menjaga clean sheet setelah kehilangan konsentrasi di babak kedua.
Zachary Athekame tampil impresif dengan mencatatkan assist untuk gol Loftus-Cheek. Strahinja Pavlovic juga solid dan bahkan memenangkan penalti yang sayangnya gagal dimaksimalkan.
Di sisi lain, Matteo Gabbia dan Davide Bartesaghi bermain cukup stabil meski kontribusi ofensifnya terbatas. Posisi Gabbia saat proses gol penyama kedudukan menjadi salah satu sorotan dalam evaluasi.
Fikayo Tomori juga dinilai kurang optimal dalam mengantisipasi bola lambung yang berujung gol Pisa. Jika Milan gagal menang, kesalahan tersebut bisa menjadi titik kritik utama bagi pertahanan Rossoneri.
Duet Nkunku dan Loftus-Cheek Kembali Bisa Diandalkan

Massimiliano Allegri memberi kepercayaan kepada Christopher Nkunku dan Ruben Loftus-Cheek sebagai starter di lini depan. Keputusan ini diambil untuk menjaga kebugaran Rafael Leao dan Christian Pulisic jelang laga berikutnya.
Loftus-Cheek membayar kepercayaan itu dengan mencetak gol pembuka lewat sundulan akurat. Itu menjadi gol keduanya dalam dua laga sebagai starter musim ini.
Nkunku memang hanya bermain selama 45 menit, namun pergerakannya cukup merepotkan lini belakang Pisa. Ia aktif membuka ruang dan terlibat dalam kombinasi serangan meski tanpa kontribusi gol.
Kombinasi keduanya menunjukkan bahwa Milan memiliki kedalaman skuad yang memadai. Dalam jadwal padat, opsi rotasi seperti ini menjadi aset penting bagi Allegri.
Efek Pemain Cadangan

Perubahan dari bangku cadangan memberikan dampak signifikan bagi Milan di babak kedua. Samuele Ricci menjadi salah satu pembeda dengan energi dan kreativitasnya di lini tengah.
Ricci mencatatkan assist untuk gol kemenangan Modric. Ia juga beberapa kali melakukan penetrasi berbahaya ke kotak penalti Pisa.
Rafael Leao dan Christian Pulisic turut memberikan tekanan tambahan meski tidak mencetak gol. Kehadiran mereka membuat pertahanan Pisa terus berada dalam tekanan hingga menit-menit akhir.
Meski Niclas Fullkrug gagal mengeksekusi penalti, secara keseluruhan kontribusi pemain pengganti membantu Milan mengontrol jalannya laga. Kedalaman skuad kembali terbukti menjadi faktor penting.
Acungan Jempol untuk Luka Modric

Di usia 40 tahun, Luka Modric kembali menunjukkan kelasnya sebagai pemimpin sejati. Golnya pada menit ke-85 menjadi penentu kemenangan sekaligus penyelamat Milan.
Secara keseluruhan, performanya memang tidak sepenuhnya sempurna karena beberapa kali kehilangan bola. Namun mentalitasnya untuk terus berjuang hingga akhir menjadi contoh nyata bagi rekan setimnya.
Energinya saat masuk ke kotak penalti untuk mencetak gol memperlihatkan determinasi luar biasa. Dalam persaingan gelar yang ketat, kontribusi pemain berpengalaman seperti Modric bisa menjadi pembeda.
Selebrasinya usai mencetak gol juga menggambarkan semangat yang masih menyala. Milan jelas mendapatkan lebih dari sekadar kualitas teknis dari sosoknya.
Keputusan Jitu Allegri

Allegri mengambil keputusan berani dengan mengistirahatkan beberapa pemain kunci sejak awal laga. Ia juga tidak memainkan Koni De Winter sebagai starter dalam duel ini.
Keputusan itu terbukti efektif karena Milan tetap mampu mengamankan tiga poin. Leao dan Pulisic bisa tampil tanpa harus menguras energi secara berlebihan.
Selain itu, fleksibilitas taktik Allegri menjadi kunci penting dalam fase krusial laga. Ia sempat mengubah formasi menjadi 4-3-3 sebelum kembali ke 3-5-2 setelah unggul.
Langkah-langkah tersebut menunjukkan kematangan strategi sang pelatih. Dengan kondisi skuad yang semakin prima, Milan kini menatap laga berikutnya dengan kepercayaan diri tinggi.
Klasemen Liga Italia
(Bola/SempreMilan)
Baca Juga:
Rekor dan Nyanyian untuk Luka Modric
Penegasan Daya Saing AC Milan dalam Perburuan Scudetto Serie A
Pisa 2 Kali Lengah dan Milan Menghukum Mereka
Semua Pemain AC Milan Perlu Belajar dari Karakter Luar Biasa Luka Modric
Rating Pemain Pisa vs Milan: Luka Modric sang Pembeda
Man of the Match Pisa vs Milan: Luka Modric
Hasil Pisa vs AC Milan: Gol Luka Modric Pastikan Rossoneri Raih Poin Penuh Lawan Juru Kunci Klasemen
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Diogo Dalot Berharap Rafael Leao Bertahan di AC Milan
Liga Italia 19 Agustus 2026, 13:01
-
Diego Moreira, Amunisi Serbaguna untuk AC Milan
Liga Italia 19 Agustus 2026, 10:27
-
Guglielmo Vicario Jadi Kiper Juventus, Impian Seumur Hidup pun Terwujud
Liga Italia 19 Agustus 2026, 08:24
-
Kalah tapi Menang Agrgegat, Timnas Thailand ke Final Piala AFF 2026
Tim Nasional 18 Agustus 2026, 21:59
LATEST UPDATE
-
Manchester United Terancam Gagal Dapatkan Pengganti Luke Shaw
Liga Inggris 19 Agustus 2026, 20:06
-
Barcelona Sempat Hubungi Inter Milan soal Lautaro Martinez
Liga Spanyol 19 Agustus 2026, 19:36
-
6 Transfer Besar yang Bisa Meledak Sepekan Jelang Premier League 2026/2027 Dimulai
Liga Inggris 19 Agustus 2026, 19:21
-
Barcelona Siap Dengarkan Tawaran untuk Raphinha, Al-Hilal Mengintai
Liga Spanyol 19 Agustus 2026, 19:06
-
Arsenal Selangkah Lagi Dapatkan Ezri Konsa dari Aston Villa
Liga Inggris 19 Agustus 2026, 18:36
-
Aston Villa Boyong Zion Suzuki dan Matteo Ruggeri: Transfer Ganda Pasukan Unai Emery
Liga Inggris 19 Agustus 2026, 18:33
-
Emil Audero Masuk Radar Juventus: Bali ke Turin, Bakal jadi Kiper Pelapis?
Tim Nasional 19 Agustus 2026, 17:48
-
Paul Pogba Resmi Tinggalkan AS Monaco, Kini Berstatus Tanpa Klub
Liga Eropa Lain 19 Agustus 2026, 17:36
LATEST EDITORIAL
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51
-
6 Pemain yang Bisa Dijual Real Madrid demi Datangkan Rekrutan Baru
Editorial 5 Agustus 2026, 10:59
-
5 Pemain yang Masih Bisa Direkrut Manchester United Sebelum Bursa Transfer Ditutup
Editorial 4 Agustus 2026, 13:00
-
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United Pekan Ini
Editorial 3 Agustus 2026, 10:59








