Sudah Unggul, Nyaris Buyar! 5 Pelajaran Penting AC Milan usai Drama di Kandang Pisa

Dimas Ardi Prasetya | 15 Februari 2026 20:14
Sudah Unggul, Nyaris Buyar! 5 Pelajaran Penting AC Milan usai Drama di Kandang Pisa
Selebrasi para pemain AC Milan pada laga Serie A/Liga Italia antara Pisa vs Milan, Jumat, 13 Februari 2026 (c) Instagram/acmilan

Bola.net - AC Milan sukses meraih kemenangan penting saat bertandang ke markas Pisa pada pekan ke-25 Serie A 2025/2026. Dalam duel yang digelar di Stadion Arema Garibaldi, Sabtu (14/02/2026), Rossoneri menang tipis 2-1.

Kemenangan ini tidak diraih dengan mudah meski Milan datang dengan persiapan matang usai jeda sepuluh hari. Gol penentu baru lahir pada menit ke-85 lewat aksi veteran Luka Modric.

Advertisement

Milan sempat unggul lebih dulu melalui sundulan Ruben Loftus-Cheek pada menit ke-39. Namun, Felipe Loyola menyamakan skor di menit ke-71 dan membuat laga kembali terbuka.

Situasi semakin menegangkan ketika Adrien Rabiot mendapat kartu merah pada menit 90+2. Meski harus bermain dengan 10 orang di akhir laga, Milan tetap mampu mengamankan tiga poin penting dalam persaingan Scudetto.

1 dari 6 halaman

Evaluasi Lini Belakang Milan

Evaluasi Lini Belakang Milan

Selebrasi pemain AC Milan Davide Bartesaghi pada akhir laga laga Serie A/Liga Italia antara Pisa vs Milan, Jumat, 13 Februari 2026 (c) Instagram/acmilan

Lini belakang Milan menampilkan performa yang tidak sepenuhnya konsisten sepanjang pertandingan. Mereka gagal menjaga clean sheet setelah kehilangan konsentrasi di babak kedua.

Zachary Athekame tampil impresif dengan mencatatkan assist untuk gol Loftus-Cheek. Strahinja Pavlovic juga solid dan bahkan memenangkan penalti yang sayangnya gagal dimaksimalkan.

Di sisi lain, Matteo Gabbia dan Davide Bartesaghi bermain cukup stabil meski kontribusi ofensifnya terbatas. Posisi Gabbia saat proses gol penyama kedudukan menjadi salah satu sorotan dalam evaluasi.

Fikayo Tomori juga dinilai kurang optimal dalam mengantisipasi bola lambung yang berujung gol Pisa. Jika Milan gagal menang, kesalahan tersebut bisa menjadi titik kritik utama bagi pertahanan Rossoneri.

2 dari 6 halaman

Duet Nkunku dan Loftus-Cheek Kembali Bisa Diandalkan

Duet Nkunku dan Loftus-Cheek Kembali Bisa Diandalkan

Aksi penyerang AC Milan, Christopher Nkunku saat menghadapi pemain Pisa, Simone Canestrelli. (c) Alessandro La Rocca/LaPresse via AP

Massimiliano Allegri memberi kepercayaan kepada Christopher Nkunku dan Ruben Loftus-Cheek sebagai starter di lini depan. Keputusan ini diambil untuk menjaga kebugaran Rafael Leao dan Christian Pulisic jelang laga berikutnya.

Loftus-Cheek membayar kepercayaan itu dengan mencetak gol pembuka lewat sundulan akurat. Itu menjadi gol keduanya dalam dua laga sebagai starter musim ini.

Nkunku memang hanya bermain selama 45 menit, namun pergerakannya cukup merepotkan lini belakang Pisa. Ia aktif membuka ruang dan terlibat dalam kombinasi serangan meski tanpa kontribusi gol.

Kombinasi keduanya menunjukkan bahwa Milan memiliki kedalaman skuad yang memadai. Dalam jadwal padat, opsi rotasi seperti ini menjadi aset penting bagi Allegri.

3 dari 6 halaman

Efek Pemain Cadangan

Efek Pemain Cadangan

Pemain AC Milan Luka Modric (kiri) dan Rafael Leao pada laga Serie A/Liga Italia antara Pisa vs Milan, Jumat, 13 Februari 2026 (c) Instagram/acmilan

Perubahan dari bangku cadangan memberikan dampak signifikan bagi Milan di babak kedua. Samuele Ricci menjadi salah satu pembeda dengan energi dan kreativitasnya di lini tengah.

Ricci mencatatkan assist untuk gol kemenangan Modric. Ia juga beberapa kali melakukan penetrasi berbahaya ke kotak penalti Pisa.

Rafael Leao dan Christian Pulisic turut memberikan tekanan tambahan meski tidak mencetak gol. Kehadiran mereka membuat pertahanan Pisa terus berada dalam tekanan hingga menit-menit akhir.

Meski Niclas Fullkrug gagal mengeksekusi penalti, secara keseluruhan kontribusi pemain pengganti membantu Milan mengontrol jalannya laga. Kedalaman skuad kembali terbukti menjadi faktor penting.

4 dari 6 halaman

Acungan Jempol untuk Luka Modric

Acungan Jempol untuk Luka Modric

Pemain AC Milan Luka Modric merayakan gol pada laga Serie A/Liga Italia antara Pisa vs Milan, Jumat, 13 Februari 2026 (c) Instagram/acmilan

Di usia 40 tahun, Luka Modric kembali menunjukkan kelasnya sebagai pemimpin sejati. Golnya pada menit ke-85 menjadi penentu kemenangan sekaligus penyelamat Milan.

Secara keseluruhan, performanya memang tidak sepenuhnya sempurna karena beberapa kali kehilangan bola. Namun mentalitasnya untuk terus berjuang hingga akhir menjadi contoh nyata bagi rekan setimnya.

Energinya saat masuk ke kotak penalti untuk mencetak gol memperlihatkan determinasi luar biasa. Dalam persaingan gelar yang ketat, kontribusi pemain berpengalaman seperti Modric bisa menjadi pembeda.

Selebrasinya usai mencetak gol juga menggambarkan semangat yang masih menyala. Milan jelas mendapatkan lebih dari sekadar kualitas teknis dari sosoknya.

5 dari 6 halaman

Keputusan Jitu Allegri

Keputusan Jitu Allegri

Massimiliano Allegri memberikan instruksi pada skuad AC Milan di laga kontra AS Roma, Senin (26/1/2026). (c) Alfredo Falcone/LaPresse via AP

Allegri mengambil keputusan berani dengan mengistirahatkan beberapa pemain kunci sejak awal laga. Ia juga tidak memainkan Koni De Winter sebagai starter dalam duel ini.

Keputusan itu terbukti efektif karena Milan tetap mampu mengamankan tiga poin. Leao dan Pulisic bisa tampil tanpa harus menguras energi secara berlebihan.

Selain itu, fleksibilitas taktik Allegri menjadi kunci penting dalam fase krusial laga. Ia sempat mengubah formasi menjadi 4-3-3 sebelum kembali ke 3-5-2 setelah unggul.

Langkah-langkah tersebut menunjukkan kematangan strategi sang pelatih. Dengan kondisi skuad yang semakin prima, Milan kini menatap laga berikutnya dengan kepercayaan diri tinggi.

LATEST UPDATE