
Bola.net - Pertandingan Pisa vs AC Milan pada pekan ke-25 Serie A 2025/2026 berakhir dengan kemenangan tipis 2-1 untuk Rossoneri di Cetilar Arena, Sabtu (14/2/2026) dini hari WIB. Hasil ini menegaskan betapa kelengahan kecil bisa mengubah arah pertandingan.
Pelatih Pisa, Oscar Hiljemark, mengakui timnya kehilangan fokus dalam dua situasi penting. Kesalahan tersebut langsung dimanfaatkan AC Milan untuk mengamankan tiga poin.
Laga Liga Italia ini menjadi ujian besar bagi Hiljemark yang baru menjalani pertandingan keduanya sebagai pelatih Pisa. Performa dinilai berkembang, tetapi hasil akhir kembali belum berpihak pada tuan rumah.
Pisa Kehilangan Fokus di 2 Situasi

Gol pembuka tercipta ketika Ruben Loftus-Cheek mendapat ruang bebas untuk menyundul bola dan memecah kebuntuan. Momen itu menjadi tanda pertama bahwa pertahanan Pisa lengah membaca pergerakan lawan.
Pisa sempat mendapat peluang emas setelah penalti Niclas Fullkrug membentur tiang gawang. Bola muntah langsung dimanfaatkan Felipe Loyola untuk menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
Saat pertandingan terlihat mengarah ke hasil imbang, Milan kembali menghukum tuan rumah lewat kombinasi Luka Modric dan Samuele Ricci. Gol tersebut memastikan kemenangan Rossoneri meski Adrien Rabiot menerima kartu merah pada masa tambahan waktu.
“Taktik kami bekerja sangat baik, tetapi tertidur dalam dua situasi, dan melawan tim seperti Milan, Anda akan membayar mahal,” ujar Hiljemark kepada DAZN Italia. Pernyataan itu mencerminkan kekecewaan atas detail kecil yang berdampak besar pada skor akhir.
“Kami sedikit menderita di babak pertama, lalu tampil lebih baik setelah jeda dan menciptakan situasi positif,” lanjut Hiljemark. “Menelan kekalahan 1-2 saat momentum kami sedang bagus terasa sangat berat.”
Modric Ukir Sejarah, Pisa Tetap Terpuruk

Gol kemenangan Modric juga memiliki makna historis karena ia menjadi pemain tertua ketiga yang mencetak gol di Serie A pada usia 40 tahun 157 hari. Fakta ini mempertegas peran pentingnya di lini tengah Milan pada fase krusial laga.
Hiljemark tetap melihat sisi positif dari permainan timnya, terutama dalam tempo dan keberanian menguasai bola. Ia menilai Pisa harus mempertahankan gaya bermain aktif agar tidak terus tertekan sepanjang pertandingan.
“Kami memiliki kualitas untuk bermain sepak bola, tetapi jika hanya membuang bola, 90 persen waktu akan dihabiskan untuk bertahan,” kata Hiljemark. Pesan itu menegaskan pentingnya transisi positif setiap kali merebut penguasaan bola.
Secara klasemen, Pisa masih terpuruk di zona degradasi dengan satu kemenangan sepanjang musim, yakni atas Cremonese. Namun, performa melawan klub besar menunjukkan potensi yang belum sepenuhnya hilang.
Sebelumnya, Pisa juga mampu menahan Milan 2-2 di San Siro sehingga kekalahan kali ini terasa semakin menyakitkan. Akan tetapi, laga tersebut kembali membuktikan bahwa mereka bisa menaikkan level permainan saat menghadapi tim papan atas.
“Saat ini saya sudah memikirkan pertandingan berikutnya,” ujar Hiljemark. “Perjalanan masih panjang, tetapi saya melihat tim yang ingin bermain dan bisa mengandalkan dukungan suporter.”
Kekalahan ini menjadi pelajaran mahal bagi Pisa tentang arti konsentrasi penuh selama 90 menit. Dalam konteks laga Pisa vs Milan, dua momen lengah cukup untuk meruntuhkan kerja keras sepanjang pertandingan.
Sumber: Football Italia
Advertisement
Berita Terkait
-
Bola Indonesia 31 Maret 2026 20:54BRI Super League: Riyatno Abiyoso yang Makin Bersinar di PSIM
LATEST UPDATE
-
Bola Indonesia 31 Maret 2026 21:22 -
Tim Nasional 31 Maret 2026 20:56 -
Tim Nasional 31 Maret 2026 20:55 -
Bola Indonesia 31 Maret 2026 20:54 -
Tim Nasional 31 Maret 2026 20:48 -
Bola Indonesia 31 Maret 2026 20:28
MOST VIEWED
- Inter Milan Mau 2 Pemain Barcelona dalam Kesepakatan Transfer Bastoni
- Negosiasi Kontrak Dusan Vlahovic di Juventus Alami Hambatan Serius
- Terbongkar! Tahun 2020 Edin Dzeko Sudah Sepakat Pindah Juventus, Tapi Batal Karena Hal Ini
- 5 Opsi Pemain Bebas Transfer untuk AC Milan: Dari Lewandowski, Casemiro, hingga Goretzka
HIGHLIGHT
- 6 Pencetak Gol Termuda Premier League: Dari Magis ...
- 5 Wonderkid Italia yang Bisa Selamatkan Azzurri da...
- 10 Rekor Liga Champions yang Mungkin Tak Akan Pern...
- 5 Pemain Gratis yang Bisa Direkrut Manchester Unit...
- 5 Pemain yang Pernah Membela Galatasaray dan Liver...
- 4 Pemain yang Pernah Membela Arsenal dan Bayer Lev...
- 3 Alasan Malick Diouf Layak Jadi Target MU di 2026...

















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5541986/original/025935800_1774927897-ClipDown.com_491380868_18504143179020007_2541174479257132721_n.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5542829/original/074625200_1774963765-1000023933.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5542826/original/051091800_1774963552-IMG_3852.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5541560/original/039374500_1774867837-Bupati_Lebak_dan_wakilnya.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5542824/original/043634700_1774962933-IMG-20260331-WA0150.jpg)

