Tak Cukup Main Cantik, Cristian Chivu Minta Inter Milan Belajar 'Bermain Kotor', Ada Apa?
Editor Bolanet | 1 September 2025 12:27
Bola.net - Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu, memberikan analisis tajam usai timnya takluk 1-2 dari Udinese. Ia memperingatkan bahwa timnya tidak cukup hanya bermain cantik untuk memenangkan pertandingan.
Kekalahan ini menjadi antiklimaks setelah pekan sebelumnya mereka berhasil menang telak 5-0 atas Torino. Gol tunggal Denzel Dumfries gagal membawa Inter meraih poin di kandang sendiri.
Chivu menyoroti bagaimana timnya kehilangan fokus setelah menghadapi kesulitan pertama. Menurutnya, tanda-tanda itu sebenarnya sudah terlihat bahkan saat permainan baru dimulai.
Apa saja evaluasi mendalam dan pesan penting dari sang pelatih untuk skuad Nerazzurri? Simak ulasannya di bawah ini Bolaneters.
Tanda Peringatan Sejak Awal

Cristian Chivu mengakui bahwa sejak awal pertandingan, ia sudah melihat ada yang tidak beres. Meskipun memulai laga dengan baik, permainan Inter tidak mengalir seperti yang diharapkan.
"Pertandingan berada di jalur yang benar, tetapi kami tidak cair. Kami tidak bisa menemukan alur serangan yang tepat untuk menciptakan peluang," kata Chivu kepada DAZN Italia.
Akibatnya, Inter menjadi rapuh ketika menghadapi tekanan pertama dari lawan. Kesalahan Denzel Dumfries yang berujung penalti menjadi titik balik yang merusak mental tim.
"Saat situasi sulit pertama bagi kami, kami memberikan penalti, lalu kehilangan ketajaman dan fokus. Kami bisa melihat bahwa kami sedang kesulitan," lanjutnya.
Permintaan Khusus Saat Jeda
Melihat kebuntuan di babak pertama, Chivu mencoba melakukan intervensi saat jeda. Ia memberikan instruksi khusus kepada para pemainnya untuk mengubah pendekatan di babak kedua.
"Saat jeda, saya meminta para pemain untuk lebih banyak bergerak. Mereka harus membuat pergerakan lari yang berbeda untuk menciptakan ruang," jelas Chivu.
Tujuan dari instruksi tersebut adalah untuk memancing para pemain Udinese keluar dari posisinya. Dengan begitu, umpan-umpan vertikal diharapkan bisa lebih efektif menembus pertahanan mereka.
"Sehingga kami bisa membuka pertahanan Udinese dengan menggerakkan mereka. Namun, seiring berjalannya waktu, itu menjadi semakin sulit," tambahnya.
Upaya Maksimal yang Buntu
Di babak kedua, Chivu melihat adanya peningkatan dari segi determinasi dan semangat juang. Para pemain menunjukkan pergerakan yang lebih baik dibandingkan babak pertama.
"Setelah jeda memang lebih baik, lebih banyak determinasi, lebih banyak kegigihan, pergerakan yang lebih baik. Meskipun kami kehilangan ketajaman lagi seiring waktu dan tidak mampu menyelesaikan peluang," ujar Chivu.
Sebagai upaya terakhir, ia bahkan memasukkan semua penyerang yang ada di bangku cadangan. Inter mengakhiri laga dengan empat striker sekaligus di lapangan.
"Kami memasang empat striker, kami mencoba segalanya, termasuk postur tinggi Pio untuk menyambut umpan silang. Tapi Solet dan Kristensen bertahan dengan sangat baik di udara untuk Udinese malam ini," pujinya.
Filosofi 'Bermain Cantik' dan 'Bermain Kotor'
Kekalahan ini memberikan pelajaran berharga bagi Chivu tentang identitas permainan timnya. Ia menegaskan bahwa Inter harus bisa beradaptasi dengan situasi di lapangan.
"Anda harus mencoba memainkan sepak bola yang indah. Tapi juga harus siap untuk bermain kotor jika diperlukan," tegas Chivu.
Menurutnya, terkadang umpan-umpan pragmatis jauh lebih efektif daripada permainan indah. Sebuah bola lambung ke kotak penalti bisa memberikan kerusakan lebih besar daripada operan yang cantik.
"Kami tidak luar biasa setelah laga pertama, dan kami tidak buruk setelah laga ini. Kami tetap sebuah tim yang dalam proses perkembangan," katanya.
Tatapan Menuju Jeda Internasional
Hasil ini tentu bukan modal yang baik bagi Inter jelang jeda internasional. Apalagi, mereka sudah ditunggu laga berat melawan Juventus setelah jeda nanti.
"Masih ada dua minggu lagi. Kami tidak akan punya banyak pemain yang tersisa di Milan selama jeda, karena mereka semua pergi tugas internasional," ungkap Chivu.
Meski begitu, ia berharap waktu jeda ini bisa dimanfaatkan untuk menyegarkan kembali mental para pemain. Ia ingin melihat timnya kembali dengan semangat yang berbeda.
"Tetapi saya harap waktu istirahat ini bisa membuat mereka kembali dengan determinasi dan semangat yang lebih membara," pungkasnya.
Klasemen Liga Italia
Berikut klasemen sementara Liga Italia selengkapnya. Ada di posisi berapa nih tim favoritmu Bolaneters!
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Dari Penentu ke Korban: Gol Menit Akhir Jadi Musuh Baru Liverpool
Liga Inggris 27 Januari 2026, 18:15
-
Prediksi Club Brugge vs Marseille 29 Januari 2026
Liga Champions 27 Januari 2026, 17:27
-
Depan Loyo Tapi Belakang Kuat, Ini 5 Pelajaran Duel Roma vs Milan
Liga Italia 27 Januari 2026, 17:00
LATEST UPDATE
-
Kalah dari MU, Arsene Wenger: Arsenal Ketergantungan Pada Sepak Pojok!
Liga Inggris 28 Januari 2026, 10:20
-
Prediksi Pafos vs Slavia Praha 29 Januari 2026
Liga Champions 28 Januari 2026, 10:19
-
Wow! Cole Palmer Buka Diri Gabung Manchester United?
Liga Inggris 28 Januari 2026, 10:08
-
Prediksi Ajax vs Olympiacos 29 Januari 2026
Liga Champions 28 Januari 2026, 10:06
-
Resmi! Arema FC Perkenalkan Joel Vinicius Sebagai Penyerang Baru Singo Edan
Bola Indonesia 28 Januari 2026, 09:35
-
Jadwal Liga Champions Hari Ini: 18 Pertandingan Digelar Serentak
Liga Champions 28 Januari 2026, 09:27
-
Liga Champions Matchday Terakhir: Napoli dan Benfica Siaga 1
Liga Champions 28 Januari 2026, 09:13
-
Liga Champions: Menurut Keyakinan Rosenior, Walau Terluka Napoli Masih Berbahaya
Liga Champions 28 Januari 2026, 09:03
-
Napoli vs Chelsea: Rosenior Waspadai Jebakan Antonio Conte
Liga Champions 28 Januari 2026, 08:25
LATEST EDITORIAL
-
5 Pemain yang Pernah Berseragam Borussia Dortmund dan Inter Milan
Editorial 27 Januari 2026, 16:30
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United
Editorial 27 Januari 2026, 10:41
-
5 Bintang Manchester United yang Bisa Bersinar di Bawah Michael Carrick
Editorial 23 Januari 2026, 06:04
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05






