Conte Mengamuk! Tak Terima Napoli Disebut Mantan Juara oleh Pelatih Juventus, Luciano Spalletti

Conte Mengamuk! Tak Terima Napoli Disebut Mantan Juara oleh Pelatih Juventus, Luciano Spalletti
Pelatih Napoli, Antonio Conte berbicara di konferensi pers jelang lawan Chelsea di Liga Champions. (c) Alessandro Garofalo/LaPresse via AP

Bola.net - Antonio Conte meluapkan kemarahannya terhadap komentar pelatih Juventus, Luciano Spalletti. Ia merasa tersinggung dengan label yang disematkan pada Napoli.

Spalletti sebelumnya menyebut Napoli sebagai "mantan juara" Italia dalam sebuah wawancara. Padahal kompetisi Serie A musim ini masih menyisakan banyak laga.

Conte menilai ucapan tersebut sangat tidak pantas dan kurang menghormati timnya. Ia menegaskan bahwa simbol Scudetto masih melekat di dada pemainnya.

Perang urat saraf ini memanaskan situasi jelang laga krusial di Liga Champions. Conte meminta kompatriotnya itu untuk lebih berhati-hati dalam berbicara.

1 dari 4 halaman

Tersinggung Sebutan Mantan Juara

Conte mengaku tidak habis pikir dengan pemilihan kata yang digunakan oleh Spalletti. Ia menganggap kalimat tersebut sebagai sebuah kesalahan fatal.

Mantan pelatih Chelsea itu menyarankan Spalletti untuk istirahat sejenak daripada berkomentar buruk. Ia merasa Napoli masih berhak menyandang status juara bertahan.

"Mantan juara? Jika dia mengatakan hal seperti itu, itu bukan kalimat yang bagus, itu adalah ungkapan yang sangat disayangkan," ujar Antonio Conte.

"Saya minta maaf, karena Luciano Spalletti adalah pelatih hebat, tapi dia harus sedikit lebih berhati-hati saat berbicara," tegasnya.

Pertandingan Selanjutnya
UEFA Champions League UEFA Champions League | 29 Januari 2026
AS Monaco AS Monaco
03:00 WIB
Juventus Juventus
2 dari 4 halaman

Masih Ada Scudetto di Dada

Conte mengingatkan bahwa musim belum berakhir dan Napoli masih berjuang keras. Ia merasa Spalletti terlalu dini mencoret Napoli dari persaingan.

Pelatih berusia 55 tahun itu menegaskan dirinya tidak akan pernah merendahkan tim lawan. Baginya, lencana juara di jersi Napoli harus dihargai.

"Kami masih mengenakan Scudetto di dada kami dan itu pantas dihormati. Saya tidak akan pernah membiarkan diri saya mengatakan hal seperti itu kepada tim lain," kata Conte.

"Dia (Spalletti) tidak bisa mengatakan bahwa masih ada 16 pertandingan tersisa jika dia pikir kami tampil sangat buruk, dia sudah mengambil Scudetto dari kami!" lanjut Conte dengan nada kesal.

3 dari 4 halaman

Berjuang Sendirian Melawan Badai

Conte merasa timnya sudah melakukan hal luar biasa di tengah badai cedera yang tak masuk akal. Ia menantang siapa pun untuk melihat kondisi skuadnya saat ini.

Prestasi memenangkan Piala Super Italia seolah dilupakan begitu saja oleh para kritikus. Namun, Conte memastikan pasukannya tetap tegak berdiri.

"Saya menantang siapa pun untuk menunjukkan kepada saya tim yang mendapatkan masalah sebanyak ini, dan kami baru menjalani setengah musim!" keluh Conte.

"Sebaliknya, kami bertarung dengan kepala tegak dan memberikan segalanya, termasuk saat di Turin," tambahnya.

4 dari 4 halaman

Alihkan Emosi ke Chelsea

Setelah meluapkan kekesalannya, Conte mencoba kembali fokus ke laga hidup mati melawan Chelsea. Ia membutuhkan dukungan penuh suporter di stadion.

Laga melawan The Blues menjadi penentu nasib Napoli di kompetisi Eropa. Conte berharap atmosfer stadion bisa menjadi senjata tambahan.

"Para penggemar tahu bahwa hasilnya harus menentukan. Kami tahu bagaimana rasanya bermain dengan dukungan penggemar di belakang kami," ucap sang pelatih.

"Akan menyenangkan melihat gelombang biru mendorong kami maju," tutup Conte.