Tanpa 'Ronaldo Effect', Juventus Harusnya Menempati Puncak Serie A Musim Ini
Yaumil Azis | 2 Maret 2022 03:23
Bola.net - Kepergian Cristiano Ronaldo pada bursa transfer musim panas lalu memberikan dampak yang cukup besar buat Juventus. Klub raksasa Italia itu kehilangan sosok striker penghasil pundi-pundi golnya.
Ronaldo bergabung dengan Juventus pada tahun 2018 lalu dan langsung menyumbang 28 gol di musim perdananya. Meskipun sudah menghasilkan gol sebanyak itu, Ronaldo masih tetap berada di fase perkenalannya dengan sepak bola Italia.
Setelah proses beradaptasi dilalui, Ronaldo membuat sektor serang Juventus semakin mengerikan. Ia menghasilkan lebih dari 35 gol di musim 2019/20 dan 2020/21, dan mengakhiri perjalanannya di Turin dengan torehan 101 gol dari 134 laga.
Ia masih memiliki sisa satu tahun dalam kontraknya ketika memutuskan untuk pindah ke Manchester United tahun lalu. Gajinya terpangkas dengan cukup signifikan di Inggris, tapi Ronaldo tak bisa menolak panggilan mantan klubnya itu.
Scroll ke bawah untuk membaca informasi selengkapnya.
'Ronaldo Effect'
Ronaldo sedang menjalani periode keduanya di Manchester United, sementara Juventus berusaha berpaling. Efeknya cukup terasa, karena striker seperti Alvaro Morata dan Moise Kean tak mampu menggantikan sang bintang.
Hasilnya, Juventus gagal meraih kemenangan pada empat pekan perdananya. Mereka cuma mampu mengantongi dua poin serta kalah dari Napoli dan Empoli.
'Ronaldo effect'. Begitulah sebutan publik terhadap fenomena yang terjadi kepada sebuah klub setelah ditinggal peraih lima trofi Ballon d'Or tersebut. Juventus mengalaminya karena harus beradaptasi dengan masa-masa tanpa Ronaldo di lini depannya.
Andai Tidak Terjadi
Sekarang Juventus sedang menempati peringkat keempat di klasemen sementara Serie A musim ini. Mereka tertinggal tujuh angka dari sang pemuncak klasemen, Napoli. Prestasi mereka seharusnya bisa lebih baik andai 'Ronaldo effect' tak terjadi.
'Ronaldo effect' paling terasa dalam empat pekan perdana Juventus, di mana mereka cuma mampu meraih dua poin saja. Mereka mulai membaik setelah mengalahkan Spezia dengan skor 3-2 pada bulan September lalu.
Andai empat pekan itu dicoret, dan Serie A 2021/22 dimulai dari pekan ke-5, maka saat ini Juventus sudah punya 48 poin dan sedang memuncaki klasemen Serie A. Hanya Inter Milan yang bisa menyamai perolehan poinnya andai menang dalam laga tunda kontra Bologna.
Dan terhitung sejak pergantian tahun, Juventus telah meraih total 16 poin dari delapan pertandingan. Mereka cuma kalah dari Napoli, dan harusnya menempati peringkat kedua dengan jarak dua angka jika Serie A dimulai tahun 2022.
(Calciomercato, Football Italia)
Baca juga:
- Update Cedera Juventus dari Allegri: Dybala Siap Akhir Pekan, Bagaimana dengan Zakaria?
- Fiorentina vs Juventus: Allegri Indikasikan Vlahovic Bakal Absen, Ada Apa?
- Kalau Alex Sandro Pergi, Juventus Ingin Bek Madrid Ini Jadi Penggantinya
- Ternyata, Ada Sedikit Kemiripan Antara Vlahovic Dengan Ronaldo
- Barcelona dan Chelsea Bakal Gigit Jari Dalam Perburuan De Ligt?
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Bekuk Como, Inter Milan Ingin Kawinkan Gelar Coppa Italia dan Serie A
Liga Italia 22 April 2026, 13:46
LATEST UPDATE
-
Prediksi BRI Super League: PSM vs Persik 23 April 2026
Bola Indonesia 22 April 2026, 19:30
-
Prediksi BRI Super League: Persita vs Bali United 23 April 2026
Bola Indonesia 22 April 2026, 19:20
-
Prediksi BRI Super League: Malut United vs Persebaya 23 April 2026
Bola Indonesia 22 April 2026, 19:08
-
Presiden Real Madrid Pasang Badan untuk Vinicius Junior di Tengah Kritik
Liga Spanyol 22 April 2026, 18:45
LATEST EDITORIAL
-
7 Kandidat Pengganti Casemiro di Manchester United, Siapa Paling Ideal?
Editorial 22 April 2026, 15:08
-
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hugo Ekitike Usai Cedera Parah
Editorial 21 April 2026, 11:46
-
9 Kandidat Pengganti Alvaro Arbeloa di Real Madrid
Editorial 16 April 2026, 23:37
















