Tensi Leao dan Pulisic Memanas di AC Milan, Allegri Turun Tangan

Richard Andreas | 17 Maret 2026 11:43
Tensi Leao dan Pulisic Memanas di AC Milan, Allegri Turun Tangan
Rafael Leao berebut bola dengan Oliver Provstgaard dan Mario Gila dalam laga Serie A antara Lazio vs AC Milan di Stadio Olimpico, 16 Maret 2026 (c) AP Photo/Andrew Medichini

Bola.net - Suasana di kubu AC Milan memanas setelah pertandingan melawan Lazio di ibu kota Italia. Dua bintang tim, Rafael Leao dan Christian Pulisic, menjadi pusat perhatian setelah terlihat bersitegang di lapangan.

Kamera televisi menangkap reaksi emosional Leao yang beberapa kali meluapkan kekesalan kepada Pulisic selama pertandingan. Ketegangan tersebut ternyata tidak berhenti saat laga usai.

Advertisement

Laporan media Italia menyebutkan bahwa konflik antara keduanya bahkan berlanjut hingga ruang ganti. Situasi itu memaksa pelatih Massimiliano Allegri turun tangan untuk meredakan ketegangan.

1 dari 3 halaman

Ketegangan Berlanjut Hingga Ruang Ganti

Ketegangan Berlanjut Hingga Ruang Ganti

Christian Pulisic dan Piotr Zielinski berebut bola dalam laga Liga Italia antara AC Milan vs Inter Milan di San Siro, 9 Maret 2026 (c) AP Photo/Antonio Calanni

Menurut laporan La Gazzetta dello Sport, drama antara Rafael Leao dan Christian Pulisic tidak berakhir ketika para pemain meninggalkan lapangan. Pertikaian mereka justru berlanjut di dalam ruang ganti tim.

Situasi tersebut membuat suasana di ruang ganti AC Milan disebut lebih panas dari biasanya. Kedua pemain dilaporkan saling menuntut penjelasan terkait situasi yang terjadi di lapangan.

Massimiliano Allegri akhirnya harus turun langsung untuk menjaga situasi tetap terkendali. Sang pelatih berusaha memastikan konflik antara dua pemain andalannya itu tidak berkembang lebih jauh.

2 dari 3 halaman

Kesempatan Terlewat Picu Kemarahan Leao

Kesempatan Terlewat Picu Kemarahan Leao

Rafael Leao (kanan) dari AC Milan berebut bola dengan pemain Inter Milan, Yann Bisseck, dalam laga Serie A, Minggu (8/3/2026). (c) AP Photo/Luca Bruno

Ketegangan tersebut berawal dari dua momen pada babak kedua pertandingan. Dalam situasi itu, Leao melakukan dua kali lari menembus lini pertahanan Lazio yang dikawal Adam Marusic.

Pada kedua kesempatan tersebut, Pulisic memegang bola dan memiliki peluang untuk mengirim umpan vertikal yang bisa membuat Leao berhadapan langsung dengan penjaga gawang. Meski umpan tersebut tidak mudah, peluang itu dinilai masih dalam jangkauan kemampuan pemain seperti Pulisic.

Bahasa tubuh Leao memperlihatkan dengan jelas rasa frustrasinya. Gesturnya seolah menyampaikan bahwa ia berada dalam posisi terbuka dan meminta bola untuk dikirim kepadanya.

Kemarahan itu bukan kali pertama terjadi dalam pertandingan tersebut. Pada babak pertama, Leao juga sempat menunjukkan kekesalan kepada Strahinja Pavlovic setelah bek tersebut memilih menembak daripada mengirim umpan kepadanya yang berada dalam posisi bebas.

3 dari 3 halaman

Allegri Coba Redam Ketegangan

Massimiliano Allegri mencoba meredakan situasi setelah pertandingan. Ia mengakui ada beberapa peluang yang terlewat, tetapi tidak ingin memperbesar isu konflik di dalam tim.

“Ketika Anda kalah dalam pertandingan, dengan melihat ke belakang Anda akan menemukan banyak hal," ujar Allegri.

“Saya percaya Pulisic sedang berkembang dalam hal kondisi, sementara Leao memiliki dua atau tiga situasi di mana dia bisa saja berada di depan penjaga gawang.”

Hubungan Leao dan Pulisic juga mendapat sorotan karena statistik kerja sama mereka musim ini. Meski keduanya merupakan ancaman utama di lini serang Milan, mereka jarang menjadi starter bersama di Serie A.

Dalam pertandingan ketika keduanya tampil bersama, termasuk derby pertama musim ini serta laga melawan Parma, Inter, dan Lazio, kontribusi mereka relatif terbatas.

Dari pertandingan-pertandingan tersebut, duet ini hanya menghasilkan dua gol, yaitu satu dari Pulisic di derby dan satu dari Leao saat menghadapi Genoa.

LATEST UPDATE