Thohir: Italia Tidak Rasis
Editor Bolanet | 10 November 2014 23:12
- Presiden Inter Milan, Erick Thohir, mengaku tak percaya Italia adalah negara yang rasis. Pernyataan itu juatru ia lontarkan setelah baru-baru ini dirinya mendapat ejekan berbau rasisme.
Ejekan itu dilontarkan oleh Presiden , Massimo Ferrero dan Mantan Presiden Komite Olimpiade Turin 2006 , Evelina Christillin. Ferrero menyebut Thohir sebagai orang Filipina sementara Christillin menyebutnya sebagai si Indonesia yang gemuk.
Serangan terhadap Thohir itu kemudian coba dihentikan oleh Presiden Serie A, Maurizio Beretta. Ia meminta semua pihak untuk lebih memberikan respek para Thohir.
Namun, Thohir sendiri tampaknya tak mempermasalahkan ejekan kedua orang tersebut. Ia mengaku tak yakin Italia adalah negara yang penduduknya suka bertindak rasis.
Saya bisa menerima ejekan tersebut sebagai sebuah candaan, atau tidak. Saya tidak tinggi, dan saya tak akan pernah bisa tinggi. Saya tak kurus. Bagi kebanyakan orang saya bahkan tak terlihat tampan. Ini adalah fakta dan saya tak akan menyangkalnya, tutur Thohir pada La Republica.
Namun saya adalah seorang pekerja keras, dan saya bekerja untuk mengembalikan pamor Inter dan Serie A ke tempat tertinggi. Ayah saya mengajarkan bahwa untuk mendapatkan respek, Anda harus memberikan respek. Kritik adalah hal yang bagus, hal itu memaksa kami untuk bertanya pada diri kami sendiri, apa yang salah. Saya tak berpikir orang Italia rasis. Kebanyakan dari mereka penuh semangat dan kasih sayang, namun saya tak bisa menyangkal bahwa ada beberapa kasus individu di mana mereka kehilangan rasa respek, tandasnya. [initial]
(lr/dim)
Ejekan itu dilontarkan oleh Presiden , Massimo Ferrero dan Mantan Presiden Komite Olimpiade Turin 2006 , Evelina Christillin. Ferrero menyebut Thohir sebagai orang Filipina sementara Christillin menyebutnya sebagai si Indonesia yang gemuk.
Serangan terhadap Thohir itu kemudian coba dihentikan oleh Presiden Serie A, Maurizio Beretta. Ia meminta semua pihak untuk lebih memberikan respek para Thohir.
Namun, Thohir sendiri tampaknya tak mempermasalahkan ejekan kedua orang tersebut. Ia mengaku tak yakin Italia adalah negara yang penduduknya suka bertindak rasis.
Saya bisa menerima ejekan tersebut sebagai sebuah candaan, atau tidak. Saya tidak tinggi, dan saya tak akan pernah bisa tinggi. Saya tak kurus. Bagi kebanyakan orang saya bahkan tak terlihat tampan. Ini adalah fakta dan saya tak akan menyangkalnya, tutur Thohir pada La Republica.
Namun saya adalah seorang pekerja keras, dan saya bekerja untuk mengembalikan pamor Inter dan Serie A ke tempat tertinggi. Ayah saya mengajarkan bahwa untuk mendapatkan respek, Anda harus memberikan respek. Kritik adalah hal yang bagus, hal itu memaksa kami untuk bertanya pada diri kami sendiri, apa yang salah. Saya tak berpikir orang Italia rasis. Kebanyakan dari mereka penuh semangat dan kasih sayang, namun saya tak bisa menyangkal bahwa ada beberapa kasus individu di mana mereka kehilangan rasa respek, tandasnya. [initial]
Baca Juga:
Bahas Mazzarri, Thohir Temui Moratti
Inter Terganjal, Mazzarri Ogah Panik
Dicibir Tifosi Inter, Icardi Balik 'Mencakar'
Gelar Rapat Darurat, Thohir Segera Pecat Mazzarri?
Kembali Gagal Menang, Ini Kata Mazzarri
Mihajlovic Tak Mau Terus Dikaitkan Dengan Inter
Lini Belakang MU Bobrok, Vidic Dipulangkan ke Old Trafford?
Mancini Tak Tutup Peluang Kembali Tangani Inter
Juve dan Inter Berlomba Gaet Chiriches
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Cari Pengganti Rafael Leao, AC Milan Ikut Berebut Winger West Ham
Liga Italia 4 Juni 2026, 21:50
LATEST UPDATE
-
Lamine Yamal Raih Pemain Terbaik La Liga 2025/2026
Liga Spanyol 6 Juni 2026, 16:05
-
Agen Jurgen Klopp Buka Suara soal Rumor ke Real Madrid
Liga Spanyol 6 Juni 2026, 16:00
LATEST EDITORIAL
-
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
Editorial 4 Juni 2026, 13:59
-
4 Striker Incaran Barcelona untuk Era Baru Hansi Flick
Editorial 3 Juni 2026, 16:19
-
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraola ke Liverpool
Editorial 3 Juni 2026, 16:05
-
6 Transfer yang Bisa Membawa Manchester United Juara Liga Champions
Editorial 3 Juni 2026, 15:47

















