Torino vs Inter: Unggul 2-0 Lebih Dulu Tapi Gagal Menang, Chivu Sebut Nerazzurri Ketakutan

Afdholud Dzikry | 27 April 2026 09:37
Torino vs Inter: Unggul 2-0 Lebih Dulu Tapi Gagal Menang, Chivu Sebut Nerazzurri Ketakutan
Bek Inter Milan, Manuel Akanji saat melawan Torino di lanjutan Serie A, 26 April 2026. (c) Marco Alpozzi/LaPresse via AP

Bola.net - Inter Milan harus puas berbagi satu poin saja saat bertamu ke markas Torino. Hasil imbang 2-2 ini membuat pesta juara Nerazzurri terpaksa sedikit tertunda.

Pasukan Cristian Chivu sempat unggul dua gol lebih dulu pada pertandingan tersebut. Mereka mencetak gol melalui skema serangan yang sangat rapi. Sayangnya, pertahanan tim mendadak rapuh di menit-menit krusial pertandingan.

Advertisement

Skor imbang ini tentu cukup mengecewakan bagi para pendukung setia klub. Walau begitu, posisi mereka di puncak klasemen Serie A masih sangat kokoh.

Jarak dengan peringkat kedua kini terkikis menjadi 10 poin saja. Inter perlu segera bangkit untuk mengunci gelar juara pada pekan depan. Kegagalan meraih poin penuh di Turin menjadi pelajaran berharga bagi Chivu.

1 dari 3 halaman

Drama di Markas Torino

Drama di Markas Torino

Momen selebrasi Marcus Thuram bersama Federico Dimarco setelah mencetak gol dalam laga Liga Italia antara Torino vs Inter Milan, di Stadio Olimpico di Torino, 26 April 2026 (c) Spada/LaPresse via AP

nter sebenarnya memulai laga dengan sangat meyakinkan. Federico Dimarco tampil gemilang dengan mengemas dua assist bagi rekan-rekannya.

Keunggulan dua gol lewat Marcus Thuram dan Yann Bisseck sempat membuat laga terasa mudah. Namun, Torino bangkit melalui aksi Giovanni Simeone dan penalti Nikola Vlasic.

"Ada penyesalan di sini. Kami sempat memegang kendali permainan, namun kami menderita akibat tekanan mereka di menit-menit akhir," ujar Chivu kepada Sky Sport Italia.

"Kredit untuk Torino karena mereka tidak menyerah dan percaya sampai akhir pertandingan," lanjut pelatih asal Rumania tersebut.

2 dari 3 halaman

Kesalahan Fatal dan Tekanan Mental

Kesalahan saat membangun serangan dari lini belakang menjadi titik balik bagi Inter. Gol pertama Torino membuat para pemain mulai merasa cemas dan kehilangan konsentrasi.

Chivu mengakui bahwa timnya kehilangan kontrol setelah lawan memperkecil kedudukan. Situasi tersebut hampir saja membuat mereka pulang dengan tangan kosong tanpa poin sama sekali.

"Gol pertama itu membuat kami takut, dan gol kedua adalah konsekuensinya. Anda juga berisiko kalah dalam laga seperti ini," ungkapnya secara jujur.

"Tampaknya saya tidak melakukan tugas dengan benar saat kami unggul 2-0. Saya bertanggung jawab, tapi itu tidak mengubah banyak hal," tegas Chivu.

3 dari 3 halaman

Menatap Pesta Juara Lawan Parma

Fokus Inter kini beralih sepenuhnya ke laga melawan Parma di San Siro. Kemenangan di depan pendukung sendiri akan memastikan gelar Scudetto jatuh ke tangan mereka.

Chivu menegaskan tidak ada sentimen pribadi meski harus menghadapi mantan klubnya tersebut. Ia hanya ingin pasukannya segera menyelesaikan misi besar yang sudah dirancang sejak awal musim.

"Saya tidak memikirkan emosi. Saya harus mempersiapkan pertandingan sebaik mungkin dan memberikan motivasi yang tepat bagi seluruh pemain," kata sang pelatih kepada DAZN.

"Ini adalah mimpi kami yang dimulai sembilan bulan lalu. Saya harus menularkan ketenangan serta ambisi untuk mengambil target utama musim ini," pungkasnya.

LATEST UPDATE