Torino vs Inter: Unggul 2-0 Lebih Dulu Tapi Gagal Menang, Chivu Sebut Nerazzurri Ketakutan
Afdholud Dzikry | 27 April 2026 09:37
Bola.net - Inter Milan harus puas berbagi satu poin saja saat bertamu ke markas Torino. Hasil imbang 2-2 ini membuat pesta juara Nerazzurri terpaksa sedikit tertunda.
Pasukan Cristian Chivu sempat unggul dua gol lebih dulu pada pertandingan tersebut. Mereka mencetak gol melalui skema serangan yang sangat rapi. Sayangnya, pertahanan tim mendadak rapuh di menit-menit krusial pertandingan.
Skor imbang ini tentu cukup mengecewakan bagi para pendukung setia klub. Walau begitu, posisi mereka di puncak klasemen Serie A masih sangat kokoh.
Jarak dengan peringkat kedua kini terkikis menjadi 10 poin saja. Inter perlu segera bangkit untuk mengunci gelar juara pada pekan depan. Kegagalan meraih poin penuh di Turin menjadi pelajaran berharga bagi Chivu.
Drama di Markas Torino

nter sebenarnya memulai laga dengan sangat meyakinkan. Federico Dimarco tampil gemilang dengan mengemas dua assist bagi rekan-rekannya.
Keunggulan dua gol lewat Marcus Thuram dan Yann Bisseck sempat membuat laga terasa mudah. Namun, Torino bangkit melalui aksi Giovanni Simeone dan penalti Nikola Vlasic.
"Ada penyesalan di sini. Kami sempat memegang kendali permainan, namun kami menderita akibat tekanan mereka di menit-menit akhir," ujar Chivu kepada Sky Sport Italia.
"Kredit untuk Torino karena mereka tidak menyerah dan percaya sampai akhir pertandingan," lanjut pelatih asal Rumania tersebut.
Kesalahan Fatal dan Tekanan Mental
Kesalahan saat membangun serangan dari lini belakang menjadi titik balik bagi Inter. Gol pertama Torino membuat para pemain mulai merasa cemas dan kehilangan konsentrasi.
Chivu mengakui bahwa timnya kehilangan kontrol setelah lawan memperkecil kedudukan. Situasi tersebut hampir saja membuat mereka pulang dengan tangan kosong tanpa poin sama sekali.
"Gol pertama itu membuat kami takut, dan gol kedua adalah konsekuensinya. Anda juga berisiko kalah dalam laga seperti ini," ungkapnya secara jujur.
"Tampaknya saya tidak melakukan tugas dengan benar saat kami unggul 2-0. Saya bertanggung jawab, tapi itu tidak mengubah banyak hal," tegas Chivu.
Menatap Pesta Juara Lawan Parma
Fokus Inter kini beralih sepenuhnya ke laga melawan Parma di San Siro. Kemenangan di depan pendukung sendiri akan memastikan gelar Scudetto jatuh ke tangan mereka.
Chivu menegaskan tidak ada sentimen pribadi meski harus menghadapi mantan klubnya tersebut. Ia hanya ingin pasukannya segera menyelesaikan misi besar yang sudah dirancang sejak awal musim.
"Saya tidak memikirkan emosi. Saya harus mempersiapkan pertandingan sebaik mungkin dan memberikan motivasi yang tepat bagi seluruh pemain," kata sang pelatih kepada DAZN.
"Ini adalah mimpi kami yang dimulai sembilan bulan lalu. Saya harus menularkan ketenangan serta ambisi untuk mengambil target utama musim ini," pungkasnya.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
AC Milan vs Inter Milan: 10 Fakta Menarik Jelang Derby della Madonnina
Liga Italia 31 Oktober 2026, 07:50
-
Jadwal Lengkap Serie A 2026/2027
Liga Italia 31 Oktober 2026, 07:03
-
Pemain Juventus Muak, Luciano Spalletti Dianggap Terlalu Banyak Bicara!
Liga Italia 30 Oktober 2026, 22:58
-
Gokil! Bos Besar Pastikan AC Milan Bakal Jor-joran di Bursa Transfer Januari 2027
Liga Italia 30 Oktober 2026, 17:28
-
AC Milan Mulai Linglung, Apakah Ruben Amorim Bakal Dipecat?
Liga Italia 30 Oktober 2026, 16:48
LATEST UPDATE
-
Mimpi-mimpi Mitchell Baker: Bermain di Piala Dunia dan Premier League
Tim Nasional 31 Oktober 2026, 23:47
-
Kata-kata Michael Carrick Usai Manchester United Dihajar Chelsea
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:39
-
Lisandro Martinez yang Konyol!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:02
-
Halloween untuk MU: Kalah dari Chelsea, Setan Merah Ukir Rekor Terburuk Sejak 1988!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 21:47
-
Ketika Vinicius Junior Justru Dianggap Masalah bagi Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 20:19
-
Statistik Ini Jadi Bukti Nyata Bernardo Silva Ubah Permainan Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 19:45
-
Strategi Cerdas Marc Marquez Sprint Race MotoGP Malaysia 2026: Pantang Memimpin Balapan!
Otomotif 31 Oktober 2026, 19:14
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18



