Ada Iklan di Tengah Laga, Tayangan Piala Dunia 2026 Langsung Tuai Kritik

Ada Iklan di Tengah Laga, Tayangan Piala Dunia 2026 Langsung Tuai Kritik
Seorang fan menonton pertandingan Piala Dunia 2026 melalui HP. (c) AP Photo/Misper Apawu

Bola.net - Piala Dunia 2026 akhirnya resmi bergulir pada Kamis dengan atmosfer meriah di Mexico City. Setelah berbulan-bulan diwarnai perdebatan mengenai harga tiket, pendanaan, visa, dan berbagai isu lain, turnamen sepak bola terbesar di dunia akhirnya kembali menjadi pusat perhatian.

Laga pembuka menghadirkan kemenangan 2-0 Meksiko atas Afrika Selatan. Pada pertandingan berikutnya, Korea Selatan bangkit untuk mengalahkan Republik Ceko dengan skor 2-1.

Hari pertama turnamen menghadirkan kombinasi yang menjadi ciri khas Piala Dunia, ada cerita emosional di lapangan, kegembiraan para suporter, dan perdebatan yang langsung muncul di luar aspek olahraga.

Meksiko Beri Awal yang Dibutuhkan FIFA

Meksiko Beri Awal yang Dibutuhkan FIFA

Pemandangan Estadio Azteca menjelang pertandingan Grup A Piala Dunia 2026 antara Meksiko vs Afrika Selatan 12 Juni 2026 (c) AP Photo/Antonio Felix

Selama berbulan-bulan, sebagian besar perhatian menjelang turnamen tertuju pada Amerika Serikat sebagai tuan rumah utama. Namun, pertandingan pembuka justru menjadi milik Meksiko yang sukses menghadirkan suasana sepak bola yang diharapkan FIFA.

Sebagai negara yang pernah menjadi tuan rumah Piala Dunia pada 1970 dan 1986, Meksiko kembali menghentikan rutinitas sehari-hari untuk menyambut turnamen ini. Jalanan menjadi lebih lengang, ruang keluarga dipenuhi penonton, dan Estadio Azteca bergemuruh oleh harapan puluhan ribu suporter.

Ketegangan itu pecah pada menit kesembilan ketika Julian Quinones mencetak gol pertama Piala Dunia 2026. Gol tersebut memicu ledakan kegembiraan di stadion dan di berbagai kota yang mengikuti pertandingan.

Momen itu juga menjadi pencapaian pribadi bagi Quinones. Penyerang kelahiran Kolombia tersebut sebelumnya sempat menghadapi kritik xenofobia dari sebagian suporter yang menganggap dirinya tidak cukup mewakili identitas Meksiko. Kini, ia justru menjadi salah satu pahlawan di negara yang dipilihnya untuk dibela.

Kisah Raul Jimenez di Meksiko

Kisah Raul Jimenez di Meksiko

Pemain Meksiko Raul Jimenez merayakan gol yang dicetaknya pada laga Grup A Piala Dunia 2026 antara Meksiko vs Afrika Selatan di Mexico City, Kamis, 11 Juni 2026 (c) AP Photo/Natacha Pisarenko

Meski unggul lebih dulu, ketegangan sempat kembali menyelimuti Stadion Azteca. Meksiko kesulitan menambah gol meskipun Afrika Selatan harus bermain dengan 10 orang setelah Yaya Sithole menerima kartu merah.

Pertandingan itu akhirnya menghasilkan tiga kartu merah, dua untuk Afrika Selatan dan satu untuk Meksiko. Jumlah tersebut menjadikannya laga pembuka dengan kartu merah terbanyak dalam sejarah Piala Dunia.

Pada menit ke-67, Raul Jimenez memastikan kemenangan sekaligus menghadirkan salah satu kisah paling emosional di hari pertama turnamen. Enam tahun setelah mengalami retak tengkorak yang sempat mengancam kariernya, penyerang berusia 35 tahun itu akhirnya mencetak gol pertamanya di Piala Dunia.

Ekspresi Jimenez menunjukkan arti gol tersebut. Selebrasi penuh emosi, pelukan rekan-rekan setim, dan sorak sorai di seluruh stadion menjadi bagian dari momen yang akan lama dikenang oleh publik Meksiko.

Kontroversi Iklan di Jeda Minum

Kontroversi Iklan di Jeda Minum

Piala Dunia 2026 (c) AP Photo/Dolores Ochoa

Meski begitu, tidak semua sorotan pada hari pertama bernada positif. FIFA mendapat kritik atas kebijakan baru yang mewajibkan jeda minum selama tiga menit di pertengahan setiap babak, terlepas dari kondisi cuaca atau lokasi pertandingan.

Saat mengumumkan aturan tersebut, FIFA menyebut alasan utamanya adalah kesejahteraan pemain. Namun, banyak suporter menduga jeda itu akan dimanfaatkan penyiar untuk menayangkan iklan.

Kekhawatiran tersebut langsung muncul pada pertandingan pembuka. Siaran Fox di Amerika Serikat menayangkan iklan selama jeda berlangsung, bahkan pada babak kedua iklan tersebut berjalan terlalu lama hingga penonton kehilangan beberapa detik permainan setelah laga kembali dimulai.

Aturan baru itu dinilai mengubah ritme tradisional sepak bola yang selama ini dimainkan dalam dua babak tanpa gangguan. Selain membuka ruang iklan tambahan, jeda tersebut juga memberi kesempatan lebih besar bagi pelatih untuk menyampaikan instruksi taktik kepada pemain selama pertandingan berlangsung.