Ragam Bahan Makanan yang Bisa Kurangi Risiko Serangan Kanker
Anindhya Danartikanya | 17 April 2020 18:10
Bola.net - Kanker merupakan satu di antara penyakit yang paling dihindari. Menurut data, kanker merupakan penyakit penyebab kematian terbesar di dunia. Hal ini karena banyak pengidapnya, baru mengetahui terkena setelah dalam stadium lanjut.
Kanker adalah penyakit di mana pertumbuhan sel abnormal tidak terkendali dalam tubuh. Ada beberapa jenis penyakit kanker. Tentu, seluruhnya wajib dicegah. Seperti dilansir dari Alo Dokter, penyebab utama kanker adalah mutasi genetik pada sel.
Sementara untuk gejala-gejalanya, beberapa di antaranya seperti muncul benjolan, penurunan berat badan secara drastis, pucat, lemas, hingga memar dan adanya pendarahan secara spontan.
Penting bagi kita untuk memahami gejala-gejala kanker, sehingga bisa segera melakukan tindakan penanganan untuk mencegah kondisi makin parah. Di sisi lain, penting pula bagi kita untuk memiliki gaya hidup sehat, sebagai bagian dari upaya pencegahan agar tidak terkena penyakit kanker.
Pola hidup sehat tersebut, semisal tidak merokok, tidak minum minuman beralkohol, rutin berolahraga, dan mengonsumsi makanan sehat. Ada beberapa makanan yang dapat mengurangi risiko kita terkena penyakit kanker, contohnya brokoli, wortel, kayu manis, dan berbagai macam makanan penuh nutrisi lainnya.
Berikut rangkuman dari Healthline, lima jenis makanan yang dapat menurunkan risiko terkena penyakit kanker.
Brokoli
Brokoli kerap disajikan sebagai campuran membuat sup, tumis, atau dibuat sebagai smoothie. Brokoli mengandung sulforaphane, sebuah senyawa yang dipercaya sebagai antikanker.
Ada beberapa penelitian yang mengatakan bahwa mengonsumsi brokoli secara rutin dapat mengurangi ukuran dan jumlah sel kanker payudara hingga 75 persen. Selain itu, brokoli dapat menurunkan risiko terkena kanker kolorektal.
Brokoli juga mengandung banyak vitamin B dan magnesium yang dapat bekerja secara efektif untuk memperlambat pertumbuhan sel-sel kanker.
Wortel
Wortel mengandung senyawa falcarinol dan falcarindiol, yang dipercaya dapat menghambat pertumbuhan sel kanker. Mengonsumsi wortel dalam segala bentuk, dipercaya dapat mengurangi risiko terkena kanker, seperti kanker payudara dan paru-paru.
Mulailah memasukkan wortel ke makanan yang sering Anda konsumsi setiap hari, atau Anda dapat menjadikan wortel sebagai camilan yang renyah dan menyegarkan di pagi hari.
Kayu Manis
Kayu manis merupakan rempah-rempah alami yang sering dijadikan sebagai bahan dasar pembuatan ramuan kesehatan atau obat penangkal berbagai macam penyakit.
Hal tersebut karena kayu manis dikenal dengan manfaat kesehatannya, yang dipercaya dapat mengurangi gula darah pada orang yang terkena diabetes dan juga mengurangi peradangan.
Beberapa penelitian juga mengatakan, bahwa mengonsumsi kayu manis dapat membunuh beberapa sel kanker secara efektif.
Campurkan bubuk kayu manis ke dalam secangkir teh untuk mendapatkan beberapa khasiatnya.
Beri
Buah beri memiliki berbagai macam jenis seperti, stroberi, blueberi, dan redberi. Buah beri mengandung senyawa antosianin yang cukup tinggi, sebuah pigmen tanaman yang memiliki sifat antioksidan dan dapat menurunkan risiko terkena kanker.
Dalam sejumlah penelitian yang dilakukan pada beberapa orang terkena kanker, mereka diberi obat yang mengandung ekstrak blueberi, dan hasilnya dapat mengurangi pertumbuhan sel kanker sebesar 7 persen.
Konsumsilah buah beri secara rutin sebagai camilan saat bersantai atau dapat membuatnya sebagai smoothie yang segar.
Kunyit
Kunyit merupakan satu di antara rempah-rempah yang sangat terkenal karena memiliki berbagai macam manfaat untuk kesehatan. Kunyit biasanya dibuat sebagai bahan campuran ramuan pengobatan untuk meredakan atau menangkal berbagai macam penyakit.
Rempah ini mengandung bahan aktif, seperti efek anti-inflamasi, antioksidan, dan bahkan antikanker yang cukup ampuh. Kunyit telah terbukti dapat menurunkan pertumbuhan sel kanker paru-paru, kanker payudara, dan kanker prostat.
Untuk mendapatkan manfaat terbaik dari kunyit, carilah kunyit yang segar dan tidak layu, atau bubuk kunyit organik, dan minumlah secangkir teh kunyit setiap pagi hari.
Disadur dari: Bolacom/Penulis: Rheza Aditya Gradianto/Editor: Aning Jati/Dipublikasi: 17 April 2020
Video: 4 Tips Menjaga Kebersihan Lingkungan Di Dalam Rumah
Baca Juga:
'Tim Satelit MotoGP Takkan Bisa Rebut Gelar Akibat Permainan Politik'
Tekad Pertahankan Rins-Mir, Suzuki Tetap Pantau 6 Rider Moto2
Zarco Soal MotoGP Virtual Race: Main PlayStation Buang-Buang Waktu
Petronas Puji Sikap Dewasa Franco Morbidelli Meski Dibayangi Fabio Quartararo
Aleix Espargaro Bingung Andrea Iannone Dilarang Balapan 18 Bulan
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Timnas Indonesia Naik 4 Peringkat FIFA Usai Taklukkan Oman dan Mozambik
Tim Nasional 10 Juni 2026, 08:55
-
Indonesia Atasi Perlawanan Mozambique, Namun Ole Romeny Kurang Puas
Tim Nasional 10 Juni 2026, 04:57
-
Indonesia vs Mozambique: John Herdman Akui Garuda Sempat Tertekan
Tim Nasional 10 Juni 2026, 01:10
-
Timnas Indonesia Diingatkan Tetap Waspada Saat Hadapi Mozambik
Tim Nasional 9 Juni 2026, 16:22
LATEST UPDATE
-
Emi Martinez Pertimbangkan Mundur dari Timnas Argentina
Piala Dunia 22 Juli 2026, 01:18
-
Kejutan Bursa Transfer: Real Madrid Pantau Ferran Torres!
Liga Spanyol 22 Juli 2026, 00:15
-
Arda Guler Jadi Pilar Proyek Baru Jose Mourinho di Real Madrid
Liga Spanyol 21 Juli 2026, 23:59
-
FIFA Hapus Kartu Merah Leandro Paredes di Final Piala Dunia 2026
Piala Dunia 21 Juli 2026, 22:29
-
Real Madrid dan Seragam Putih yang Lahir dari Sebuah Mimpi di Inggris
Liga Spanyol 21 Juli 2026, 22:10
-
Pemain PSG di Piala Dunia 2026: Fabian Ruiz Juara, Dembele Bersinar
Piala Dunia 21 Juli 2026, 21:21
-
Marcos Santos Bangun Identitas Baru untuk Arema FC Musim 2026/2027
Bola Indonesia 21 Juli 2026, 21:07
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55










