Tak Cuma Jadi Penyedap Makanan, Serai Baik untuk Kesehatan Tubuh
Anindhya Danartikanya | 10 Maret 2020 15:58
Bola.net - Serai atau dikenal sereh adalah tanaman yang populer di Asia, termasuk Indonesia. Serai biasa dimanfaatkan sebagai penyedap bahan masakan, tapi juga sudah lama digunakan untuk pengobatan tradisional. Serai memiliki rasa dan aroma yang khas dan menyegarkan.
Tak hanya digunakan sebagai penyedap bahan masakan, serai juga memiliki manfaat bagi kesehatan tubuh Anda. Dilansir dari laman DokterSehat, serai memiliki sifat antijamur, antibakteri, antiinflamasi, antidepresan, diuretik, analgesik, antipiretik, dan antioksidan.
Serai memiliki kandungan yang kaya nutrisi seperti vitamin A, vitamin C, folat, zat besi, magnesium, tembaga, potasium, kalsium, dan mangan. Serai juga diproduksi masal di kalangan industri dan dimanfaatkan untuk diambil minyaknya.
Minyak atsiri yang dihasilkan dari serai bermanfaat mengusir nyamuk karena kandungan zat sitronela. Selain digunakan sebagai bahan olahan obat pengusir nyamuk, serai mampu menjadi aromaterapi untuk menghilangkan stres.
Banyak manfaat yang diberikan dari serai atau Cymbopogon citratus. Berikut rangkuman manfaat serai bagi kesehatan tubuh Anda.
Mengatasi Depresi
Serai dipercaya mampu mengatasi masalah depresi karena memiliki sifat antidepresan. Antidepresan yang ada di dalam serai mampu menurunkan berbagai gejala depresi seperti cemas, dan gangguan tidur (insomnia).
Serai memiliki aroma yang khas berguna untuk merelaksasi otot dan juga saraf di tubuh Anda. Aroma yang dihasilkan dapat membuat tidur Anda lebih nyenyak. Anda bisa mendapatkan manfaat dari serai dengan mengonsumsi olahan teh serai agar tidur Anda lebih nyenyak.
Mengusir Gangguan Nyamuk
Serai memiliki aroma yang memberikan efek menenangkan untuk manusia. Aroma serai dipercaya mampu menghalau gangguan serangan hewan, terutama nyamuk.
Aroma yang dihasilkan serai mampu menangkal gigitan nyamuk. Nyamuk membenci aroma tersebut. Gigitan nyamuk berpotensi menimbulkan risiko penyakit berbahaya seperti demam berdarah dan malaria.
Dengan cara mengoleskan cairan minyak sereh ke seluruh tubuh Anda mampu melindungi tubuh dari gigitan nyamuk.
Mengatur Tekanan Darah
Manfaat serai selanjutnya adalah mampu menurunkan tekanan darah di tubuh Anda. Sifat diuretik yang ada di dalam serai mampu membantu membuang kelebihan garam dan air di dalam tubuh Anda melalui urine.
Jika Anda kelebihan kandungan kadar garam di dalam tubuh Anda memiliki risiko penyakit hipertensi. Mengonsumsi serai secara rutin menurunkan tekanan darah dan menurunkan kadar garam di dalam tubuh Anda.
Mengonsumsi serai dapat meningkatkan kadar hemoglobin, volume sel, dan jumlah sel darah merah di dalam tubuh Anda. Penelitian menyatakan bahwa mengonsumsi teh serai meningkatkan pembentukan sel darah merah di tubuh Anda.
Serai punya kandungan kalium yang bisa meningkatkan produksi urin. Kalium di dalam serai membantu merangsang sirkulasi darah dan menurunkan tekanan darah. Mengonsumsi serai secara rutin mampu membersihkan hati dan meningkatkan kesehatan jantung secara keseluruhan.
Mengatasi Kolesterol
Serai mampu mencegah kadar kolesterol jahat (LDL) di dalam tubuh Anda. Mengonsumsi serai mampu menaikkan kadar kolesterol baik (HDL) di dalam tubuh Anda. Serai mencegah penyerapan kolesterol jahat ke dalam pencernaan tubuh Anda.
Menjaga Kesehatan Sistem Pencernaan
Serai mampu memelihara sistem pencernaan di dalam tubuh Anda. Mengonsumsi serai secara rutin mampu melindungi sistem pencernaan di tubuh Anda dari gangguan bakteri yang masuk ke dalam sistem pencernaan.
Serai dipercaya bisa mencegah infeksi pada saluran pencernaan, serta mampu meredakan gejala berbagai masalah penyakit pencernaan seperti diare dan sembelit. Sifat analgesik yang ada di dalam serai bisa mengatasi nyeri di perut Anda.
Mengatasi Nyeri Otot dan Sendi
Serai memiliki sifat analgesik. Sifat analgesik pada serai mampu meredakan sakit perut, nyeri pada otot, dan juga nyeri sendi. Mengonsumsi serai secara rutin mampu meredakan nyeri otot dan sendi. Minyak sereh juga bisa digunakan sebagai alat pijat untuk mengatasi masalah nyeri otot dan sendi Anda.
Menurunkan Berat Badan
Mengonsumsi serai yang direbus menjadi detoksifikasi untuk melancarkan metabolisme di tubuh Anda. Serai dipercaya mampu menurunkan berat badan karena sifat diuretik.
Serai memiliki kandungan polifenol di dalamnya yang mampu meningkatkan pengeluaran energi dan oksidasi lemak yang membantu menurunkan berat badan.
Olahan serai yang dikombinasikan dengan jeruk nipis sangat membantu meluruhkan lemak pada tubuh Anda. Serai yang juga dipercaya mampu melancarkan sistem pencernaan di tubuh Anda.
Disadur dari: Bolacom/Penulis: Alfi Yuda/Editor: Yus Mei Sawitri/Dipublikasi: 10 Maret 2020
Baca Juga:
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Timnas Indonesia Juara, Anggun C Sasmi Terharu Nyanyikan Tanah Airku
Tim Nasional 6 Oktober 2026, 06:21
-
Rapor Timnas Indonesia vs Thailand: Mental Baja Sang Juara!
Tim Nasional 6 Oktober 2026, 06:16
LATEST UPDATE
-
Mimpi-mimpi Mitchell Baker: Bermain di Piala Dunia dan Premier League
Tim Nasional 31 Oktober 2026, 23:47
-
Kata-kata Michael Carrick Usai Manchester United Dihajar Chelsea
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:39
-
Lisandro Martinez yang Konyol!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:02
-
Halloween untuk MU: Kalah dari Chelsea, Setan Merah Ukir Rekor Terburuk Sejak 1988!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 21:47
-
Ketika Vinicius Junior Justru Dianggap Masalah bagi Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 20:19
-
Statistik Ini Jadi Bukti Nyata Bernardo Silva Ubah Permainan Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 19:45
-
Strategi Cerdas Marc Marquez Sprint Race MotoGP Malaysia 2026: Pantang Memimpin Balapan!
Otomotif 31 Oktober 2026, 19:14
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18





