Waspadai Ragam Efek Negatif Penggunaan Cuka Apel
Anindhya Danartikanya | 6 Januari 2020 12:45
Bola.net - Cuka apel atau cuka sari apel dikenal sebagai obat rumahan untuk masalah kesehatan. Cuka apel adalah bahan umum dalam makanan, perasa, dan pengawet makanan. Menurut beberapa penelitian, cuka apel, punya potensi membantu mengobati berbagai penyakit, termasuk obesitas, penyakit jantung, kanker, dan infeksi bakteri.
Cuka sari apel dibuat dengan menggabungkan apel dan ragi. Ragi kemudian mengubah gula dalam apel menjadi alkohol. Bakteri kemudian ditambahkan ke dalam campuran, yang memfermentasi alkohol menjadi asam asetat.
Asam asetat membentuk sekitar 5-6 persen dari cuka sari apel. Ini diklasifikasikan sebagai asam lemah, tetapi masih memiliki sifat asam yang cukup kuat ketika terkonsentrasi. Mengingat sifat asamnya yang cukup kuat, cuka sari apel telah dilaporkan menyebabkan beberapa efek samping.
Sementara manfaatnya diketahui secara luas oleh banyak orang, hanya sedikit dari mereka yang benar-benar menyadari efek samping dari cuka sari apel. Meskipun jumlah kecil pada umumnya baik dan sehat, terlalu banyak mengonsumsi dapat berbahaya bagi tubuh.
Berikut dampak negatif penggunaan cuka apel, seperti dirangkum dari berbagai sumber.
Masalah Lambung
Banyak orang merekomendasikan cuka sebagai bantuan alami penurunan berat badan. Penelitian cuka apel ini membantu memperlambat laju makanan meninggalkan lambung, yang dapat menekan nafsu makan dengan membuat seseorang merasa lebih kenyang lebih lama.
Namun, menahan makanan dalam perut dapat menyebabkan efek samping yang tidak diinginkan. Dalam sebuah studi yang menyelidiki potensi cuka mengendalikan nafsu makan, banyak peserta melaporkan perasaan mual dan gangguan pencernaan setelah minum cuka sari apel ini.
Karena keasamannya, minum cuka sari apel yang tidak dilarutkan juga dapat memperburuk gejala pada orang dengan masalah lambung, seperti maag atau refluks asam.
Kerusakan Jaringan
Baik dikonsumsi dalam bentuk tablet atau cair, diminum atau diaplikasikan, penggunaan berlebihan dapat merusak kulit, kerongkongan, email gigi, dan lapisan perut karena tingginya kadar asam sitrat di dalamnya. Selain itu, aplikasi langsung cuka sari apel pada kulit dapat menyebabkan iritasi, ruam, dan sensasi terbakar.
Untuk mencegah efek samping cuka sari apel pada kulit, campur dengan air, madu, atau bahan netral lainnya, terutama ketika memiliki kulit sensitif.
Turunkan Kadar Kalium
Kandungan asam asetat yang tinggi dari cuka sari apel menyebabkan kadar kalium yang rendah dalam darah. Kondisi ini disebut hipokalemia.
Situasi ini dapat menyebabkan banyak gejala dan penyakit terkait termasuk kelemahan, mual, keram, sering buang air kecil, tekanan darah rendah, perubahan irama jantung, dan kelumpuhan.
Rusak Gigi
Tingkat asam yang tinggi dari cuka sari apel yang tidak diencerkan dapat menghancurkan enamel gigi jika dikonsumsi secara oral. Selain memberi warna kekuningan pada gigi, menggunakan cuka sari apel juga dapat meningkatkan sensitivitas gigi.
Untuk menghindari kontak langsung dengan gigi, konsumsilah cuka sari apel cair menggunakan sedotan. Juga campur cuka sari apel dengan air atau air sebelum mengonsumsinya. Untuk mengurangi potensi kerusakan pada enamel gigi, gosok gigi segera setelah mengonsumsi cairan ini.
Mengurangi Kepadatan Tulang
Penggunaan cuka sari apel yang berlebihan juga dapat mengurangi kepadatan mineral tulang, yang bisa membuat tulang lemah dan rapuh. Oleh karena itu, orang yang menderita osteoporosis tidak boleh berlebihan dengan bahan ini.
Sakit Tenggorokan
Banyak penelitian telah menyimpulkan bahwa penggunaan cuka sari apel secara berlebihan dapat menyebabkan iritasi tenggorokan. Ini terutama disebabkan oleh adanya asam asetat dalam cuka sari apel.
Kulit Terbakar
Karena sifatnya yang sangat asam, cuka sari apel juga dapat menyebabkan luka bakar ketika dioleskan ke kulit. National Capital Poison Center mencantumkan sejumlah laporan medis di mana orang mengalami luka bakar serius yang memerlukan perawatan medis setelah menggunakan cuka, termasuk cuka sari apel, di kulit.
Sakit Kepala dan Mual
Terlalu sering menggunakan cuka sari apel akhirnya dapat menyebabkan sakit kepala disertai dengan rasa mual. Hal ini terjadi karena sifat detoksifikasi yang membuat otak melepaskan racun berbahaya. Penggunaan cuka sari apel berlebihan juga akan mengeluarkan beberapa nutrisi penting untuk tubuh.
Penurunan Gula Darah Drastis
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi cuka dapat memengaruhi cara tubuh mengatur kadar gula darah. Penggunaan cuka sari apel yang berlebihan dapat menurunkan kadar gula darah dalam tubuh karena efek antiglikemiknya terhadap darah.
Dalam beberapa kasus, itu dapat menyebabkan hipoglikemia diabetes, pada gilirannya memotong pasokan glukosa ke otak, dan mengakibatkan ketidaksadaran dan bahkan koma.
Efek Samping Pada Obat
Karena bersifat asam, cuka sari apel dapat dengan mudah bereaksi dengan beberapa obat seperti obat pencahar, diuretik, dan insulin . Cuka sari apel memiliki efek langsung pada kadar insulin dan gula darah, sehingga cuka sari apel terbukti sangat berbahaya ketika dikonsumsi dengan obat tekanan darah dan diabetes.
Disadur dari: Bolacom/Penulis: Yus Mei Sawitri/Editor: Yus Mei Sawitri/Dipublikasi: 6 Januari 2020
Baca Juga:
- Waspadai Deretan Penyakit Akibat Sering Menahan Kencing
- Ragam Makanan Berkalori Tinggi untuk Tambah Berat Badan Secara Sehat
- Mudah Dilakukan, Olahraga Mata yang Bisa Tingkatkan Penglihatan
- Deretan Biji Buah yang Bisa Dimakan, Punya Banyak Manfaat Lho!
- Gejala Stres, Waspadai Tanda-Tanda Kedutan di Mata Kiri Bawah
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
FIFA Series 2026 Jadi Ajang Pembuktian Timnas Indonesia Asuhan John Herdman
Tim Nasional 26 Februari 2026, 01:03
-
4 Bintang BRI Super League yang Pantas Dilirik John Herdman untuk Timnas Indonesia
Tim Nasional 25 Februari 2026, 21:07
-
Persib vs Persita: Eliano Reijnders Ingin Juara Bersama Maung Bandung
Bola Indonesia 23 Februari 2026, 16:37
LATEST UPDATE
-
Man of the Match Athletic Bilbao vs Barcelona: Lamine Yamal
Liga Spanyol 8 Maret 2026, 05:05
-
Kalah dari Chelsea, Wrexham Sesalkan Kartu Merah di Penghujung Laga
Liga Inggris 8 Maret 2026, 04:11
-
Man of the Match Wrexham vs Chelsea: Alejandro Garnacho
Liga Inggris 8 Maret 2026, 03:48
-
Kontingen Belanda Bikin Nyaman Ryan Gravenberch di Liverpool, Tapi...
Liga Inggris 8 Maret 2026, 01:41
-
Usai Mansfield Town, Arsenal Alihkan Fokus ke Bayer Leverkusen
Liga Inggris 8 Maret 2026, 01:37
-
Mikel Arteta akui Mansfield Buat Arsenal Menderita
Liga Inggris 8 Maret 2026, 01:27
-
Maarten Paes Starter, Ajax Kalah Telak dari Groningen
Liga Eropa Lain 8 Maret 2026, 00:30
-
Tempat Menonton Newcastle vs Man City: Tayang di Mana dan Jam Berapa?
Liga Inggris 7 Maret 2026, 23:55












