PSG Tanpa Mbappe: Lebih Menyeramkan di Era Luis Enrique
Aga Deta | 13 Juli 2025 05:51
Bola.net - PSG tampil luar biasa dalam beberapa bulan terakhir. Mereka membuktikan bahwa kekuatan tim bisa mengalahkan individualitas.
Real Madrid menjadi korban terbaru PSG di semifinal Piala Dunia Antarklub. Gol cepat dari Fabian Ruiz dan Ousmane Dembele membuat laga seakan berakhir di delapan menit pertama.
Kemenangan 4-0 atas Madrid memperpanjang daftar korban PSG. Sebelumnya, mereka menaklukkan Arsenal, Inter Milan, Atletico Madrid, dan Bayern Munchen.
Tanpa Kylian Mbappe, PSG justru berkembang lebih baik. Luis Enrique membangun sistem yang memaksimalkan kolektivitas dan kerja sama.
PSG Tak Terbendung di Panggung Eropa

Luis Enrique mengantar PSG ke puncak Liga Champions musim lalu. Mereka mengalahkan Arsenal dengan agregat 3-1 di semifinal.
Kemudian, di final, Inter Milan dihancurkan lima gol tanpa balas. Laga tersebut selesai bahkan sebelum benar-benar dimulai.
Di Piala Dunia Antarklub, PSG membuka turnamen dengan kemenangan 4-0 atas Atletico. Setelah itu, Bayern Munchen disingkirkan 2-0 di semifinal.
Puncaknya adalah kemenangan telak atas Real Madrid. PSG tampil agresif dan mendominasi sejak menit awal.
Gaya Enrique: Tiki-Taka Vertikal dan Tekanan Tinggi

Rahasia sukses PSG adalah gaya bermain khas Luis Enrique. Ia menggabungkan pressing konstan dan tiki-taka vertikal.
Tanpa seorang bintang besar, PSG bermain dengan intensitas tinggi. Semua pemain berlari, menekan, dan bertahan bersama.
Lini depan seperti Kvaratskhelia, Dembele, dan Doue bukan striker murni. Tapi mereka cepat, lincah, dan mampu menembus pertahanan lawan satu lawan satu.
Dari bangku cadangan, Enrique punya banyak opsi seperti Barcola, Lee, dan Ramos. Tim ini dibangun untuk selalu menekan lawan tanpa henti.
PSG Lebih Baik Setelah Ditinggal Mbappe

Luis Enrique pernah meminta Mbappe menekan lebih keras. Tapi sang bintang tak sepenuhnya mengikuti instruksinya.
Setelah Mbappe pindah ke Madrid, Enrique membentuk tim yang sesuai visinya. Ia lebih bebas membangun sistem tanpa harus menyesuaikan dengan satu pemain.
PSG mendatangkan Khvicha Kvaratskhelia pada Januari. Sementara Mbappe mengejar trofi di Madrid, PSG justru mengangkat Liga Champions.
Enrique menekankan pentingnya keluar dari zona nyaman. Ia ingin pemainnya berkembang secara individu agar tim juga tumbuh secara kolektif.
Lini Tengah Dinamis, Serangan Tanpa Henti

Di lini tengah, PSG tak lagi bergantung pada peran tradisional. Tiga gelandang utama, yaitu Joao Neves, Vitinha, dan Fabian Ruiz menjalankan semua peran sekaligus.
Mereka dituntut aktif menekan, mengatur ritme, dan mendistribusi bola. Semua berjalan dalam tempo tinggi.
Tiki-taka vertikal menekankan serangan langsung dengan sentuhan cepat. Ruang diciptakan melalui overload di tengah.
Hasilnya, pertahanan lawan sering kewalahan. PSG menjelma jadi tim yang paling menakutkan di Eropa.
Sumber: Transfermarkt
Jadwal Final Piala Dunia Antarklub 2025

- Pertandingan: Chelsea vs PSG
- Venue: MetLife Stadium, New Jersey
- Waktu: Senin, 14 Juli 2024
- Kick off: 02:00 WIB
- Siaran langsung: -
- Live streaming: DAZN (gratis)
- Link streaming: https://www.dazn.com/en-ID/home
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Inter Milan Aktifkan Klausul Perpanjangan Kontrak Federico Dimarco
Liga Italia 3 November 2026, 22:30
-
Carlos Baleba Yakin Manchester United Bisa Bangkit dari Periode Sulit
Liga Champions 3 November 2026, 21:56
-
Lamine Yamal Berpeluang Lewati Rekor Kylian Mbappe di Liga Champions
Liga Champions 3 November 2026, 21:50
-
Live Streaming Villarreal vs PSG: Jadwal dan Link Nonton Liga Champions
Liga Champions 3 November 2026, 21:21
LATEST UPDATE
-
Tantang Fenerbahce, Liverpool Nostalgia Malam Magis di Istanbul
Liga Champions 4 November 2026, 14:40
-
Jose Mourinho Peringatkan Real Madrid untuk Tidak Jemawa ketika Hadapi AEK Athens
Liga Champions 4 November 2026, 14:20
-
Tempat Menonton Melbourne Victory vs Persib, 4 November 2026
Bola Indonesia 4 November 2026, 14:15
-
Link Streaming Melbourne Victory vs Persib, 4 November 2026
Bola Indonesia 4 November 2026, 14:09
-
Bocah Ajaib Manchester United itu Bernama Shea Lacey
Liga Champions 4 November 2026, 14:00
-
Tumbang Lawan AS Roma, Seberapa Parah Cedera Carlos Baleba?
Liga Inggris 4 November 2026, 13:20
-
Prediksi Celta vs Union Saint-Gilloise 6 November 2026
Liga Eropa UEFA 4 November 2026, 13:10
-
Prediksi Real Sociedad vs Lyon 6 November 2026
Liga Eropa UEFA 4 November 2026, 12:04
-
Gabriel Batistuta dan Kisah Cinta Abadi di Balik Selebrasi Ikonik 'Te Amo, Irina!'
Liga Italia 4 November 2026, 11:21
-
Prediksi AZ vs Juventus 6 November 2026
Liga Eropa UEFA 4 November 2026, 10:09
-
Prediksi Milan vs Ferencvaros 6 November 2026
Liga Eropa UEFA 4 November 2026, 09:50
-
Di Balik Penalti Bruno Fernandes yang Diulang
Liga Champions 4 November 2026, 08:20
-
Mengungkap Penyebab Roma Gagal Bendung Kebangkitan Manchester United
Liga Champions 4 November 2026, 08:14
-
Selalu Ada Keyakinan di Old Trafford
Liga Champions 4 November 2026, 08:03
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18


