Tudingan Nepotisme pada Robin van Persie: Debut Eredivisie sang Anak Tuai Pujian dan Kontroversi
Gia Yuda Pradana | 3 Desember 2025 12:16
Bola.net - Robin van Persie menjadi pusat perhatian ketika memberi debut Eredivisie kepada putranya, Shaqueel van Persie, dalam laga Feyenoord melawan Telstar. Keputusan itu langsung memancing perdebatan publik, terutama karena sang ayah baru beberapa hari sebelumnya memberikan kesempatan pertama bagi Shaqueel tampil di level senior Eropa. Meski begitu, sang pelatih menepis anggapan bahwa keputusannya sarat unsur keluarga.
Kehadiran Shaqueel di lapangan terjadi setelah ia sebelumnya hanya menjadi pemain cadangan dalam kekalahan 2-4 dari NEC Nijmegen. Pada laga Liga Europa kontra Celtic, Robin van Persie kembali memberikan menit bermain kepada putranya meskipun Feyenoord sedang terpuruk dengan empat kekalahan beruntun. Situasi itu membuat keputusan sang ayah kian disorot banyak pihak.
Akan tetapi, argumen berbeda muncul dari pakar sepak bola Eropa, Andy Brassell. Ia menyatakan tidak ada tanda-tanda nepotisme dalam keputusan Robin van Persie. Menurutnya, Shaqueel sudah berkembang di akademi Feyenoord sebelum ayahnya menjabat pelatih kepala, dan performanya memang layak diberi kepercayaan.
Tidak Ada Nepotisme: Penjelasan Brassell
Kritik terhadap Robin van Persie mencuat setelah ia memainkan Shaqueel pada menit-menit akhir laga Liga Europa melawan Celtic, yang berakhir 3-1. Namun, Andy Brassell menilai keputusan itu murni teknis. “Untuk Shaqueel masuk dan dipercaya menutup pertandingan, menurut saya, itu cukup menarik,” ujarnya. Brassell menambahkan bahwa tidak ada alasan mengaitkan hal tersebut dengan nepotisme karena Shaqueel telah berkembang baik di akademi Feyenoord sebelum sang ayah kembali ke Rotterdam.
“Dia sudah berada di Feyenoord cukup lama. Tidak ada indikasi nepotisme karena dia berada di akademi dan tampil baik sebelum ayahnya mendapatkan pekerjaan itu," kata Brassell. Ia juga menegaskan bahwa Robin van Persie sebelumnya melatih Heerenveen, jadi promosi Shaqueel bukan konsekuensi keberadaan sang ayah semata. Menurut Brassell, sang pemain muda memang telah mempersiapkan diri untuk momen tersebut.
Itu sebabnya, menurutnya, memberi kesempatan kepada pemain muda berbakat bukanlah tindakan ceroboh, melainkan langkah berani untuk mencari solusi.
Duel Generasi: Shaqueel vs Ronald Koeman Jr.
Debut Eredivisie Shaqueel semakin menarik karena ia berhadapan langsung dengan Ronald Koeman Jr., kiper Telstar. Pada menit ke-83, Shaqueel masuk sebagai pemain pengganti dan langsung menunjukkan naluri kompetitif khas keluarga Van Persie. Dari gestur hingga gaya bermain, ia begitu mengingatkan publik pada ayahnya.
Brassell menjelaskan momen yang menjadi pembicaraan. “Ia benar-benar menarik perhatian dalam penampilan singkat ini karena kecerdikannya. Ia masuk menit 83 dan menit 93 mendapat kartu kuning karena menendang bola ketika lawan ingin mengambil tendangan bebas cepat,” ungkapnya. Koeman Jr. adalah pemain yang hendak mengeksekusi bola, memunculkan adegan bak reuni generasi baru Koeman dan Van Persie di lapangan.
Setelahnya, Shaqueel bahkan hampir mendapatkan kartu kuning kedua karena memperlambat permainan. Momen itu mengingatkan pada insiden terkenal 2011 ketika Robin van Persie dikartu merah di Liga Champions setelah menembak bola sesaat setelah dinyatakan offside. Brassell menyindir dengan nada humor bahwa Shaqueel mungkin terlalu sering menonton video ayahnya. “Pada dasarnya, dia jelas telah menonton video itu beberapa kali dan berpikir, ‘Ayah cukup bodoh menghadap bola. Aku tidak akan melakukan itu’,” katanya.
Mentalitas dan Keberanian Pemain Muda

Meski baru berusia 18 tahun, Shaqueel menunjukkan kepercayaan diri tinggi dalam debutnya. Ia berani mengambil risiko di tengah tekanan besar, terlebih Feyenoord sangat membutuhkan kemenangan. Mentalitas itu mendapat apresiasi, tapi tentu saja akan menjadi bahan evaluasi bagi Robin van Persie dalam memberikan peran lebih besar kepada sang anak.
Situasi panas antara Shaqueel dan Koeman Jr., yang sampai saling dorong, memperlihatkan bahwa sang penyerang muda tidak gentar menghadapi atmosfer Eredivisie. Brassell menilainya sebagai “konfrontasi kecil yang keren” antara dua nama besar sepak bola Belanda dalam versi junior.
Keberanian Shaqueel bisa menjadi modal penting untuk karier jangka panjangnya. Robin van Persie, meskipun harus menghadapi tudingan nepotisme, justru menunjukkan bahwa ia memperlakukan putranya sama seperti pemain muda lainnya—memberi kesempatan ketika layak, menuntut performa, dan membiarkan lapangan menjadi hakimnya.
Sumber: talkSPORT
Klasemen
Baca Artikel-artikel Menarik Lainnya:
Prediksi Leeds United vs Chelsea 4 Desember 2025
Prediksi Liverpool vs Sunderland 4 Desember 2025
Prediksi Inter vs Venezia 4 Desember 2025
Prediksi Union Berlin vs Bayern 4 Desember 2025
Prediksi Arsenal vs Brentford 4 Desember 2025
Prediksi Athletic Club vs Real Madrid 4 Desember 2025
Prediksi Napoli vs Cagliari 4 Desember 2025
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Ditekan Argentina Tanpa Henti, Inggris Perlahan Terkikis
Piala Dunia 16 Juli 2026, 08:39
-
Inggris Tak Mengubah Apa-apa, sedangkan Jalannya Laga Berubah Total
Piala Dunia 16 Juli 2026, 08:33
-
Gol yang Diimpikan Lautaro Martinez
Piala Dunia 16 Juli 2026, 08:28
-
Lionel Scaloni Sampai Tak Bisa Berkata-kata
Piala Dunia 16 Juli 2026, 08:25
LATEST UPDATE
-
Youri Tielemans Bertekad Panen Trofi Juara di Manchester United
Liga Inggris 17 Juli 2026, 22:00
-
Bukan Sekedar Rumor, MU Mulai Bergerak untuk Amankan Jasa Manu Kone
Liga Inggris 17 Juli 2026, 21:00
-
Thomas Tuchel: Gak Ada yang Mau Main di Perebutan Juara 3 Piala Dunia!
Piala Dunia 17 Juli 2026, 20:00
-
Atas Perintah Amorim, AC Milan Coba Bajak Bek MU Ini
Liga Italia 17 Juli 2026, 19:00
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Prancis vs Inggris 19 Juli 2026
Piala Dunia 17 Juli 2026, 18:15
-
Persib Bandung Mulai Cari Pengganti Frans Putros
Bola Indonesia 17 Juli 2026, 18:02
-
Joan Laporta: Jika Wasit Adil, Spanyol akan Juara Piala Dunia 2026!
Piala Dunia 17 Juli 2026, 16:00
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55










