Ini Perang Sungguhan!
Editor Bolanet | 13 Juli 2010 19:00
Bola.net - Perang Sepak Bola (football war) benar-benar pernah terjadi saat kualifikasi Piala Dunia 1970 Zona Amerika Tengah-Utara dan Karibia (CONCACAF) antara Honduras versus El Salvador. Saat itu bukan hanya pertandingan panas yang terjadi tetapi ternyata berlanjut dengan perang. Perang sungguhan yang melibatkan kedua negara yang mengerahkan 40 ribu tentara dan menyebabkan tewasnya 200 jiwa dan pengungsian dari 100 ribu penduduk sipil. Honduras dan El Salvador memang memiliki sejarah hubungan tidak rukun. Kedua negara Amerika Tengah ini punya kondisi geografi dan demografi yang amat berlawanan. Dengan luas negara yang hanya seperlima dari Honduras, El Salvador justru dihuni oleh penduduk yang jumlahnya dua kali lipat dibanding Honduras. Persoalan yang melanda El Salvador, memaksa penduduknya pindah ke negeri tetangga yang lebih longgar dan makmur. Hingga tahun 1969, ada 350 ribu imigran El Salvador di Honduras. Jumlah itu sama dengan 20% dari total jumlah penduduk Honduras. Besarnya jumlah imigran El Salvador di Honduras kemudian menimbulkan dampak politik, ekonomi, dan sosial yang serius bagi warga asli dan pemerintah Honduras. Tanah dari para pemilik tanah dan perkebunan terancam diserobot oleh para imigran ini. Karena itu mereka mendesak pemerintah Honduras untuk menindak para imigran yang tak dikehendaki itu. Akibatnya imigran El Salvador menghadapi banyak tekanan dari pemerintah ditambah dengan tindakan kekerasan dari penduduk asli Honduras di seantero negeri. Pemerintah Honduras kemudian memberlakukan undang-undang pertanahan baru yang intinya memaksa imigran El Salvador harus pulang kembali ke kampung halamannya. Nasib tragis imigran El Salvador inilah yang menyulut kemarahan dari saudara-saudara mereka di tanah air. Kondisi itu makin panas saat kedua negara itu bertemu di babak penyisihan Piala Dunia 1970 pada bulan Juni 1969. Lolos dari fase pertama babak penyisihan, Honduras dan El Salvador berhadapan di putaran kedua yang memakai sistem knock-out yang digelar secara tandang dan kandang. Pemenangnya akan berhadapan dengan Haiti di babak play-off guna memperebutkan sisa jatah satu tempat untuk CONCACAF. Pertandingan pertama dilangsungkan pada 8 Juni 1969 di Tegucigalpa, ibukota Honduras. Honduras menang dengan skor tipis, 1-0.Tapi pertandingan masih hanya panas di lapangan. Tapi di pertandingan kedua yang berlangsung di ibukota El Salvador, San Salvador, seminggu kemudian. Kemenangan besar 3-0 tuan rumah El Salvador, diperkeruh oleh koran-koran lokal Honduras dengan mengatakan terjadi pemukulan, pembakaran mobil, bahkan pemerkosaan dan pembunuhan, yang dilakukan pendukung El Salvador pada warga negara Honduras yang tinggal di El Salvador. Kabar menyesatkan ini tentu memicu kemarahan Honduras, yang membuat warga Honduras dan aparat keamanan melampiaskannya ke imigran El Salvador di Honduras. Karena El Salvador dan Honduras sama-sama saling mengalahkan dan belum ada peraturan selisih gol, kedua tim harus melakoni pertandingan penentuan di tempat netral, yaitu Mexico City, tanggal 27 Juni 1969. Pada pertandingan ketiga ini El Salvador berhasil mengalahkan Honduras dengan skor 3-2 setelah melewati babak perpanjangan waktu. Dengan demikian El Salvador-lah yang berhak lolos menghadapi Haiti yang melaju setelah menyingkirkan AS. El Salvador akhirnya melaju ke putaran final Piala Dunia 1970, setelah menyingkirkan Haiti lewat tiga pertandingan pula. Setelah itu itu, suasana antara Honduras dan El Salvador makin tak terkendali. Sehari sebelum pertandingan penentuan di Mexico City, tepatnya 26 Juni 1969, pemerintah El Salvador memutuskan segala jenis hubungan dengan Honduras. Setelah serangkaian kekerasan di antara dua negara bertetangga tersebut, kurang dari tiga minggu kemudian yaitu pada pagi 14 Juli 1969, meletuslah perang. Perang itu sebagai perang sepak bola (Football War) karena dianggap berkaitan erat dengan pertandingan penyisihan Piala Dunia 1970. Perang sepak bola itu berlangsung selama lima hari. (bola/bola)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Inter Milan Tembus Semifinal Coppa Italia, Cristian Chivu: Lanjutkeun!
Liga Italia 5 Februari 2026, 09:15
-
Barcelona dan Masalah Penyelesaian Akhir yang Cukup Mengkhawatirkan
Liga Spanyol 5 Februari 2026, 09:10
-
Nonton Live Streaming Pertandingan Proliga 2026 di MOJI Hari Ini, 5 Februari 2026
Voli 5 Februari 2026, 09:09
-
Hasil Copa del Rey: Sociedad Menang Dramatis, Bilbao Lolos Lewat Gol Menit Akhir!
Liga Spanyol 5 Februari 2026, 09:06
-
Lolos ke Final Carabao Cup, Manchester City Siap Kalahkan Arsenal dan Jadi Juara!
Liga Inggris 5 Februari 2026, 09:02
-
Jadwal Pertandingan Proliga 2026 Putaran II Pekan 5 di Malang, 5-8 Februari 2026
Voli 5 Februari 2026, 09:01
-
Enzo Fernandez Ingin Pergi dari Chelsea dan Bermimpi ke Real Madrid
Liga Spanyol 5 Februari 2026, 08:31
-
Hasil Lengkap, Klasemen, dan Jadwal Pertandingan Proliga 2026
Voli 5 Februari 2026, 08:28
-
Jadwal Lengkap Proliga 2026, 8 Januari-26 April 2026
Voli 5 Februari 2026, 08:25
-
Cristiano Ronaldo Kembali Berlatih di Al Nassr Setelah Mogok
Asia 5 Februari 2026, 08:10
-
Ketika Inter Milan Menang dengan Skuad Eksperimental
Liga Italia 5 Februari 2026, 07:31
-
Torino Terlalu Pasif di Sisi Sayap, Tekanan ke Inter Kurang Maksimal
Liga Italia 5 Februari 2026, 07:16
LATEST EDITORIAL
-
8 Kandidat Klub Baru Cristiano Ronaldo Jika Berpisah dengan Al Nassr, Balik ke MU?
Editorial 4 Februari 2026, 15:31
-
10 Pemain Bebas Transfer yang Masih Bisa Direkrut Klub-Klub Top Eropa
Editorial 4 Februari 2026, 14:57
-
Dari Jeremy Jacquet hingga Alisson: 7 Pemain yang Menolak Chelsea untuk Liverpool
Editorial 3 Februari 2026, 14:14
-
10 Transfer Termahal Januari 2026
Editorial 3 Februari 2026, 11:42



