Dari Ikan Hama Jadi Pakan Bernilai Ekonomi, BRI Dukung Petani Keramba Karangkates Lewat Mesin Pelet Apung
Asad Arifin | 19 Juni 2026 11:34
Bola.net - Tantangan yang selama ini dihadapi peternak ikan keramba di Bendungan Karangkates, Kabupaten Malang, mulai menemukan titik terang. Melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menyalurkan bantuan mesin pembuat pelet ikan apung senilai Rp92 juta kepada Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Kerapung di Kecamatan Sumberpucung.
Bantuan tersebut diarahkan untuk mengolah ikan hama menjadi pakan alternatif yang memiliki nilai ekonomis, sekaligus menjawab persoalan biaya produksi yang selama ini membebani peternak.
KUBE Kerapung sendiri beranggotakan sekitar 50 peternak ikan keramba yang beraktivitas di kawasan Bendungan Karangkates.
Selama ini, para peternak menghadapi dua persoalan utama, yakni meningkatnya populasi ikan hama yang mengganggu budidaya ikan keramba, serta kenaikan harga pakan yang berdampak langsung pada biaya produksi dan keuntungan usaha.
Kondisi tersebut membuat efisiensi menjadi tantangan penting dalam keberlangsungan usaha budidaya ikan di kawasan tersebut.
Melalui bantuan TJSL ini, BRI menyerahkan mesin pembuat pelet apung dengan kapasitas produksi mencapai 200 kilogram per jam.
Mesin tersebut memungkinkan ikan hama yang sebelumnya tidak memiliki nilai ekonomi untuk diolah menjadi bahan baku pakan alternatif yang lebih murah dan bermanfaat bagi kegiatan budidaya.
Regional Business Support Head BRI Region 13 Malang, Ivan Andrea, mengatakan bantuan ini merupakan bagian dari komitmen BRI dalam menghadirkan solusi yang tepat guna bagi masyarakat.
"BRI senantiasa berupaya menghadirkan program TJSL yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus menciptakan dampak ekonomi yang berkelanjutan. Bantuan mesin pembuat pelet apung ini diharapkan dapat membantu anggota KUBE Kerapung meningkatkan efisiensi usaha melalui pemanfaatan ikan hama yang selama ini belum memiliki nilai ekonomi optimal," ujar Ivan Andrea.
Ia menambahkan, pemanfaatan ikan hama menjadi pakan alternatif tidak hanya memberikan nilai ekonomi, tetapi juga membantu pengelolaan lingkungan di kawasan Bendungan Karangkates agar lebih baik.
"Kami berharap bantuan ini dapat membantu menekan biaya produksi pakan, meningkatkan produktivitas usaha anggota kelompok, serta mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat. Program ini juga sejalan dengan komitmen BRI dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan," tambahnya.
Dorong Efisiensi dan Produktivitas Petani Keramba
Sementara itu, Ketua KUBE Kerapung, Ida Eva Yunita, menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan BRI. Menurutnya, dukungan tersebut menjawab persoalan utama yang selama ini dihadapi para peternak keramba.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada BRI atas bantuan yang sangat bermanfaat ini. Selama ini biaya pakan menjadi salah satu komponen terbesar dalam usaha budidaya ikan," ujar Ida Eva Yunita.
Ia menjelaskan, dengan adanya mesin pembuat pelet apung, ikan hama yang banyak ditemukan di Bendungan Karangkates kini dapat dimanfaatkan sebagai pakan alternatif yang lebih ekonomis.
"Selain membantu mengurangi biaya produksi, bantuan ini juga membuka peluang peningkatan produktivitas dan keuntungan bagi anggota kelompok," katanya.
Mesin dengan kapasitas 200 kilogram per jam tersebut dinilai akan sangat membantu memenuhi kebutuhan pakan bagi sekitar 50 anggota KUBE Kerapung, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara lebih luas di tingkat kelompok.
Melalui program TJSL, BRI terus menegaskan komitmennya dalam mendorong pemberdayaan masyarakat melalui bantuan yang bersifat tepat guna dan berkelanjutan.
Langkah tersebut tidak hanya ditujukan untuk memberikan dampak ekonomi, tetapi juga menghadirkan nilai sosial dan lingkungan yang lebih baik bagi masyarakat sekitar.
Sejalan dengan semangat Memberi Makna Indonesia, BRI menyatakan akan terus hadir dan tumbuh bersama masyarakat melalui berbagai inisiatif yang mendukung peningkatan kesejahteraan serta pembangunan ekonomi berkelanjutan.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Melihat Kolaborasi BRI dan Desa Genengan yang Menggerakkan Ekonomi Pedesaan
News 3 Juni 2026, 21:20
LATEST UPDATE
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Jerman vs Pantai Gading 21 Juni 2026
Piala Dunia 19 Juni 2026, 14:00
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Tunisia vs Jepang 21 Juni 2026
Piala Dunia 19 Juni 2026, 13:44
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Belanda vs Swedia 21 Juni 2026
Piala Dunia 19 Juni 2026, 13:26
-
Endrick Harus Sabar di Timnas Brasil
Piala Dunia 19 Juni 2026, 12:51
-
Klasemen Grup A Piala Dunia 2026: Meksiko Amankan Tiket 32 Besar
Piala Dunia 19 Juni 2026, 10:30
-
Meksiko Jadi Tim Pertama yang Lolos ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026
Piala Dunia 19 Juni 2026, 10:22
-
Man of the Match Meksiko vs Korea Selatan: Luis Romo
Piala Dunia 19 Juni 2026, 10:17
-
Kanada vs Qatar: Kemenangan Bersejarah Dibayangi Cedera Mengerikan
Piala Dunia 19 Juni 2026, 08:00
LATEST EDITORIAL
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55
-
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di Piala Dunia 2026
Editorial 12 Juni 2026, 14:41
-
10 Negara dengan Koleksi Trofi Mayor Terbanyak, Argentina Ungguli Brasil
Editorial 11 Juni 2026, 14:28











