Atlet Sumut Belum Positif Doping di PON 2012
Editor Bolanet | 2 Februari 2013 07:29
- Sebanyak tujuh atlet yang tampil di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII Pekanbaru, Riau, 17-22 September 2012, diwartakan positif menggunakan doping.
Temuan tersebut pertama kali diperoleh Panitia Besar (PB) PON XVII. Kemudian, diungkapkan Lembaga Anti Doping Indonesia (LADI). LADI membeberkan, terdapat tiga jenis doping yang digunakan, yakni berjenis hormon, stimulan dan deuretic.
Kami baru menetapkan enam dari tujuh atlet yang terbukti positif menggunakan doping. Sedangkan yang belum terbuti yakni atlet wushu asal Sumatera Utara (Sumut), ujar Koordinator Bidang Hukum LADI, Cahyo Adi.
Namun, kami terus melakukan pemeriksaan (sampel urine) kepada atlet wushu Sumut tersebut. Pemeriksan yang kini dijalankan yakni pemeriksaan sampel B, sambungnya.
Dilanjutkannya, tujuh atlet tersebut berasal dari enam cabang olahraga (cabor) yang turun gelanggang di PON XVIII. Keenam cabor tersebut yakni balap sepeda (atlet asal DKI Jakarta), dayung kano (Jawa Barat), gulat (Papua), menembak (Jawa Barat), Wushu (Sumatera Utara), binaraga (Sumatera Barat dan Jawa Barat).
Dalam PON VXIII tersebut, kontingen DKI Jakarta dinyatakan sebagai juara umum setelah memperoleh total medali sebanyak 323 dengan rincian 110 emas, 101 perak dan 112 perunggu.
Sayangnya, Cahyo menolak memberikan nama-nama para atlet dengan alasan menunggu sidang kesaksian dari Dewan Disiplin LADI. Hanya saja dikatakannya, enam dari tujuh atlet tersebut merupakan putra. Sedangkan satu-satunya atlet putri yakni asal Papua untuk cabor gulat.
Ketika kami melakukan pemeriksaan sampel A pada atlet dari cabor binaraga, ditemukan dua yang positif menggunakan doping imbuhnya.
Cahyo kembali menjelaskan, proses pemeriksaan sampel A dan klarifikasi sampel B juga akan diperiksa oleh laboratorium anti doping Mahidol University Bangkok, Thailand.
Hasil dari klarifikasi pemeriksaan sampel B untuk atlet wushu asal Sumut baru bisa diketahui pada akhir Februari, terangnya.
Setelah informasi utuh didapatkan, kami segera memberitahukan kepada atlet bersangkutan. Selanjutnya, melaporkan hal tersebut kepada KONI Sumut dan Pengurus Provinsi (Pengprov) wushu Sumut, pungkasnya. (esa/gia)
Temuan tersebut pertama kali diperoleh Panitia Besar (PB) PON XVII. Kemudian, diungkapkan Lembaga Anti Doping Indonesia (LADI). LADI membeberkan, terdapat tiga jenis doping yang digunakan, yakni berjenis hormon, stimulan dan deuretic.
Kami baru menetapkan enam dari tujuh atlet yang terbukti positif menggunakan doping. Sedangkan yang belum terbuti yakni atlet wushu asal Sumatera Utara (Sumut), ujar Koordinator Bidang Hukum LADI, Cahyo Adi.
Namun, kami terus melakukan pemeriksaan (sampel urine) kepada atlet wushu Sumut tersebut. Pemeriksan yang kini dijalankan yakni pemeriksaan sampel B, sambungnya.
Dilanjutkannya, tujuh atlet tersebut berasal dari enam cabang olahraga (cabor) yang turun gelanggang di PON XVIII. Keenam cabor tersebut yakni balap sepeda (atlet asal DKI Jakarta), dayung kano (Jawa Barat), gulat (Papua), menembak (Jawa Barat), Wushu (Sumatera Utara), binaraga (Sumatera Barat dan Jawa Barat).
Dalam PON VXIII tersebut, kontingen DKI Jakarta dinyatakan sebagai juara umum setelah memperoleh total medali sebanyak 323 dengan rincian 110 emas, 101 perak dan 112 perunggu.
Sayangnya, Cahyo menolak memberikan nama-nama para atlet dengan alasan menunggu sidang kesaksian dari Dewan Disiplin LADI. Hanya saja dikatakannya, enam dari tujuh atlet tersebut merupakan putra. Sedangkan satu-satunya atlet putri yakni asal Papua untuk cabor gulat.
Ketika kami melakukan pemeriksaan sampel A pada atlet dari cabor binaraga, ditemukan dua yang positif menggunakan doping imbuhnya.
Cahyo kembali menjelaskan, proses pemeriksaan sampel A dan klarifikasi sampel B juga akan diperiksa oleh laboratorium anti doping Mahidol University Bangkok, Thailand.
Hasil dari klarifikasi pemeriksaan sampel B untuk atlet wushu asal Sumut baru bisa diketahui pada akhir Februari, terangnya.
Setelah informasi utuh didapatkan, kami segera memberitahukan kepada atlet bersangkutan. Selanjutnya, melaporkan hal tersebut kepada KONI Sumut dan Pengurus Provinsi (Pengprov) wushu Sumut, pungkasnya. (esa/gia)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Suporter Tim Sepakbola Jatim Demo Keputusan KONI Pusat
Bola Indonesia 13 September 2012, 16:20
-
Patuhi Aturan, Manajer Tim Sepakbola PON Jabar Rela Lengser
Bola Indonesia 13 September 2012, 15:40
-
Kisruh Lagi, Technical Meeting Sepakbola PON 2012 Ditunda
Bola Indonesia 13 September 2012, 10:45
-
Jabar Didiskualifikasi, Jatim dan Sumut Lolos
Bola Indonesia 11 September 2012, 10:48
-
Juara Bertahan Jatim Kembali Gagal Raih Poin Penuh
Bola Indonesia 10 September 2012, 23:45
LATEST UPDATE
-
Sikap Lamine Yamal Gagal Raih Ballon d'Or 2026 Jadi Sorotan
Liga Spanyol 27 Oktober 2026, 23:56
-
Ezri Konsa Bikin Arsenal Tetap Kokoh Walau Tanpa William Saliba
Liga Inggris 27 Oktober 2026, 22:25
-
Kinerja Jose Mourinho yang Memuaskan
Liga Spanyol 27 Oktober 2026, 21:16
-
Menang di Markas Barcelona, Real Madrid dan Jose Mourinho Dapat Pujian dari Ronaldo
Liga Spanyol 27 Oktober 2026, 21:01
-
Kabar Buruk bagi Inter, Lautaro Martinez Terancam Absen di Derby Milan
Liga Italia 27 Oktober 2026, 20:46
-
Candaan Diktator Berujung Petaka, Kylian Mbappe Terancam Diboikot China!
Liga Spanyol 27 Oktober 2026, 20:45
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18



