Cerita Zeefara Mahika: Atlet Indonesia Usia 14 Tahun dan Mimpi Besar dari Atas Papan Skate
Asad Arifin | 4 Januari 2026 08:06
Bola.net - Debut Zeefara Mahika di SEA Games 2025 mungkin belum berujung medali, tetapi kisahnya jauh dari kata gagal. Atlet skateboard putri Indonesia itu menutup debut multievent Asia Tenggara dengan finis di peringkat keempat, hanya terpaut tipis dari podium.
Pada usia 14 tahun, Zeefara tampil di panggung yang bahkan belum tentu bisa dijangkau banyak atlet senior. SEA Games 2025 menjadi pengalaman pertama baginya membawa nama Indonesia di ajang multievent regional.
Capaian tersebut terasa semakin bernilai karena ia tampil dalam kondisi belum sepenuhnya ideal. Cedera masih menghantui, tetapi Zeefara tetap memilih bertanding dan menunjukkan karakter kompetitif.
"Kemarin aku tipis banget buat dapat perunggu, tapi di trik terakhir aku nggak landing. Itu bikin aku turun ke posisi empat. Jadi pelajaran besar buat aku supaya latihan lebih giat, nguatkan kaki, dan lebih percaya diri," kata Zeefara.
Bagi Indonesia, hasil ini adalah sinyal positif. Bagi Zeefara, SEA Games hanyalah permulaan dari perjalanan panjang yang telah ia impikan sejak kecil.
Menariknya, tekanan besar justru tidak terlalu dirasakan atlet asal Malang itu. Zeefara mengaku tampil lebih tenang dibanding saat berlaga di kompetisi level dunia.
"Iya, soalnya lawannya lebih susah di world skate dibanding SEA Games. Kalau SEA Games kan antarnegara Asia, ASEAN saja," ucap Zeefara.
Ia menyadari bahwa tantangan di SEA Games berbeda. Persaingan tetap ketat, tetapi secara kualitas masih berada di bawah event World Skate yang selama ini ia ikuti.
Dari sinilah mentalitas Zeefara terlihat. Ia tidak larut dalam kekecewaan, melainkan menjadikan hasil ini sebagai pijakan untuk melangkah lebih jauh.
SEA Games 2025 mungkin berakhir tanpa medali, tetapi cerita Zeefara Mahika justru baru dimulai.
"Awalnya rasanya kayak baru kemarin aku mengimpikan bisa masuk tim nasional, main di SEA Games, Asian Games, dan lain-lain. Tapi alhamdulillah sekarang sebagian bisa terwujud," katanya.
Menyeimbangkan Prestasi Skate dan Pendidikan

SEA Games adalah pengalaman pertama Zeefara Mahika tampil di ajang multievent. Namun, ia justru merasakan ketenangan yang tidak biasa. Tidak ada beban berlebihan, tidak ada rasa takut berlebihan.
Ia mengaku pendekatannya sederhana. Bermain tenang, fokus pada trik, dan menikmati setiap momen. Mental seperti ini jarang dimiliki atlet seusianya.
Setelah itu, dia punya tantangan besar. Dia akan mengikuti program pelatihan nasional untuk agenda Asian Games 2026 di Jepang.
"Sebelum masuk Pelatnas Asian Games, Zee harus pemulihan cedera dulu. Karena kemarin, sebenarnya dia bertanding dalam kondisi cedera, tapi tetap bisa tampil cukup bagus," katanya.
Di balik agenda besar yang menanti, Zeefara juga punya tugas besar lain. Zeefara harus mengejar apa yang selama ini banyak dia tinggalkan yakni dunia akademik atau sekolah.
"Waktu training center untuk SEA Games kemarin, aku benar-benar nggak sekolah. Aku izin, dan alhamdulillah sekolah mendukung. Jadi aku fokus latihan, tapi tetap ngerjain tugas," katanya.
Sebagai atlet, Zeefara harus fokus pada apa yang sudah dimulai. Di sisi lain, dia juga sadar bahwa pendidikan ada bekal penting untuk masa depannya. Untuk itu, dia coba mengambil jalan tengah.
"Dari awal aku memang sudah mau serius di skate. Aku sekarang kelas X (3 SMP) dan mau masuk SMA. Niatnya fokus banget di skate, mungkin pakai homeschooling, tapi tetap sekolah. Porsinya lebih ke skate," ucapnya.
Dari Papan Hadiah Ulang Tahun

Perjalanan Zeefara Mahika dimulai dari rasa penasaran. Bukan dari keluarga skateboarder, bukan pula dari tradisi olahraga ekstrem.
Ibunya, Kiki Bobo, mengenang momen ketika Zeefara kecil terpaku pada papan skateboard di sebuah toko ketika liburan kelurga di Lombok. Ketertarikan itu tumbuh diam-diam, hingga akhirnya ia menuliskannya di secarik kertas kecil.
"Isinya kira-kira begini, 'udah deh, nggak apa-apa kalau aku nggak dibeliin skateboard sekarang. Nanti kalau aku sudah umur 11 atau 12, aku minta skateboard ya'," kenang Kiki Bobo.
Tulisan sederhana itu justru menyentuh. Keinginan yang konsisten membuat orang tuanya luluh. Sebuah papan skateboard akhirnya menjadi hadiah ulang tahun yang mengubah segalanya.
Zeefara mulai berlatih di skate school di Malang sejak usia tujuh tahun. Kompetisi demi kompetisi ia jalani, dari level lokal hingga internasional.
Kini, ia sudah mencicipi World Skate di Roma, Pelatnas, SEA Games, dan bersiap untuk Asian Games 2026. Semua dijalani tanpa kategori usia, bersaing langsung dengan atlet dewasa.
"Waktu kado itu dibuka, Zee senang banget. Ada videonya juga di Instagram, momen pertama kali dia buka kado papan skateboard itu."
"Papannya sampai sekarang masih ada. Itu papan skateboard pertamanya," kenang Kiki Bobo.
Baca Ini Juga:
- Pelatih Persija Bakal Analisis Persib Usai Hajar Persijap 2-0 di BRI Super League: Kami Sudah Tahu Kualitas Mereka
- BRI Super League: Kuota Penonton Persik vs Persib Dibatasi
- Prediksi BRI Super League, Bali United vs Arema FC 4 Januari 2026
- Prediksi BRI Super League, PSIM Yogyakarta vs Semen Padang 4 Januari 2026
- Prediksi BRI Super League, Persis Solo vs Persita 4 Januari 2026
- Hasil Madura United vs Persebaya: Gol Bruno Moreira Bawa Bajul Ijo Menangkan Derby Suramadu!
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Update Klasemen Perolehan Medali SEA Games 2025 Thailand
Olahraga Lain-Lain 20 Desember 2025, 17:52
-
Daftar Atlet Indonesia Peraih Medali Emas di SEA Games 2025 Thailand
Olahraga Lain-Lain 20 Desember 2025, 17:52
LATEST UPDATE
-
Ole Romeny Masih Mencari Gol Pertama di Oxford United Jelang Agenda Timnas Indonesia
Tim Nasional 27 Februari 2026, 01:12
-
Update Timnas Indonesia: 6 Pilar Absen di FIFA Series, Skuad Garuda Harus Putar Otak
Tim Nasional 27 Februari 2026, 00:43
-
Prediksi BRI Super League: PSBS Biak vs PSIM 27 Februari 2026
Bola Indonesia 26 Februari 2026, 23:28
-
Hasil Persita vs Dewa United: Tren Positif Tim Tamu Terus Berlanjut
Bola Indonesia 26 Februari 2026, 22:52
-
BRI Super League: Donny Warmerdam Mulai Menemukan Diri di PSIM Yogyakarta
Bola Indonesia 26 Februari 2026, 22:21
-
Krisis Cedera yang Menggerogoti Liverpool: Tumbangnya Pemain-Pemain Kunci
Liga Inggris 26 Februari 2026, 21:59
-
PSG Susah Payah ke 16 Besar Liga Champions: Magis Sudah Habis?
Liga Champions 26 Februari 2026, 21:28
-
Real Madrid Tindak Tegas Suporter yang Lakukan Salam Nazi Saat Lawan Benfica
Liga Champions 26 Februari 2026, 21:18
-
2 Calon Lawan Menanti Real Madrid di 16 Besar Liga Champions
Liga Champions 26 Februari 2026, 21:06
-
Jalan Terjal Chelsea Menuju Liga Champions: Rentetan Laga Berat yang Jadi Ancaman
Liga Inggris 26 Februari 2026, 21:01
-
Alasan di Balik Langkah Cristiano Ronaldo Membeli Saham Almeria
Liga Spanyol 26 Februari 2026, 20:54
LATEST EDITORIAL
-
10 Kiper Terhebat dalam Sejarah Premier League Menurut Jamie Carragher
Editorial 25 Februari 2026, 16:24
-
5 Klub MLS yang Paling Mungkin Mendatangkan Casemiro
Editorial 25 Februari 2026, 14:47
-
6 Pemain Arsenal yang Kontraknya Habis pada 2027, Siapa Bertahan dan Siapa Dijual?
Editorial 24 Februari 2026, 14:21
-
4 Rekrutan Gratis Manchester United, Adakah yang Benar-Benar Sukses?
Editorial 24 Februari 2026, 13:58







